Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Bonchap 26


__ADS_3

Malik tersenyum samar ketika Yuri mengatakan bahwa dirinya sudah tidak perawan lagi dan menyuruh Malik untuk melupakannya. "Lalu apa masalahnya? Apa alasan aku harus melupakan mbak Yuri?"


"Sudah ku takkan karena aku sudah tidak perawan lagi, aku gak pantas buat kamu." Yuri menegaskan kata-katanya.


"Jadi mbak Yuri merasa gak pantas buat aku hanya karena mbak Yuri gak perawan lagi?"


Yuri menganggukkan kepala. "Iya karena aku tau bagi seorang pria, kesucian pasangan itu sangat penting, dan aku gagal menjaga kesucian aku, aku bukan wanita baik-baik."


Malik terdiam sejenak, kemudian dia berkata kepada Yuri. "Baik atau tidaknya seorang wanita bukan dilihat dari dia masih perawan atau tidak, itu semua tidak menjamin. Dan gak semua pria menuntut pasangan harus masih perawan atau tidak. Aku sama sekali tidak mempermasalahkannya, aku menerima semua masa lalu kamu, aku mencintaimu apa adanya. Jadi jangan merendahkan diri sendiri hanya karena mbak Yuri sudah tidak perawan lagi."


Malik menambahkan perkataanya. "Bagiku mbak Yuri adalah wanita yang hebat, mbak Yuri mampu bangkit kembali dari keterpurukan, bahkan sekarang mbak Yuri telah menjadi wanita karir yang sukses, pastinya banyak orang yang mengagumimu dan menyukaimu. Jadi tegakan padanganmu ke depan, jangan merendahkan diri lagi!"


Yuri menundukan kepalanya, tanpa sadar dia meneteskan air matanya dan terisak. Perkataan Malik sungguh membuatnya terharu.


Malik memegang wajah Yuri, menghapus air matanya. Dia tersenyum lebar. "Udah ya, jangan merendahkan diri lagi. Aku mencintai mbak Yuri apa adanya."


Malik berkata kembali. "Dan aku akan menunggu jawaban mbak Yuri besok, setelah kita pulang di pesta itu." Malik ingin Yuri bisa memikirkan dengan matang tentang perasaannya pada Malik.


Kemudian setelah itu Malik mencium keningnya Yuri, membuat Yuri merasakan benar-benar nyaman ketika pria itu mencium keningnya, sampai dia memejamkan matanya.


...****************...


Dan malam ini pun kedua sejoli itu tak bisa tidur, dengan pikirannya masing-masing setelah berada di kediaman masing-masing.


Malik tersenyum membayangkan betapa beraninya dia mencium keningnya Yuri, itu untuk pertama kalinya dia mencium seorang wanita.

__ADS_1


Malik harap Yuri mau menerima cintanya besok, syukur-syukur Yuri langsung mau diajak menikah, karena Malik ingin bisa menyusul kedua sahabatnya yang sudah memiliki seorang istri. Tapi walaupun begitu, dia harus siap menerima apapun keputusan Yuri besok.


Begitu juga Yuri, malam ini dia tak bisa tidur, dia tersenyum memikirkan kekonyolan Malik yang tiba-tiba dia datang bersama ambulan ke apartemen karena sangat mengkhawatirkan Yuri. Dan dia sangat merasa tersentuh ketika Malik bilang dia sama sekali tidak mempersembahkan masa lalunya Yuri, termasuk kondisi Yuri yang sudah tidak suci lagi.


Yuri memegang keningnya, begitu masih terasa lembutnya bibir Malik ketika mencium keningnya. Malik adalah pria yang sangat baik dan memiliki hati yang begitu tulus, bahkan dia bisa melihat bagaimana keseriusan Malik padanya.


Haruskah dia menerima cintanya Malik besok?


Drrrtt...


Drrrtt...


Drrrtt...


[Jangan lupa besok kita harus datang ke acara pesta ulang tahun perusahaan YASA, papa ingin memberikan kejutan untukmu.]


"Kejutan? Kejutan apa yang ingin papa berikan padaku?" Yuri menjadi penasaran kira-kira kejutan apa yang ingin ayahnya berikan padanya.


...****************...


Besoknya...


Saat ini Malik bekerja di rumah sakit YASA, dia merasakan sedikit kelelahan karena harus menangani banyak pasien, karena itu dia mencoba untuk beristirahat sebentar di ruangannya.


Malik sudah tak sabar menantikan nanti malam, dia harap malam nanti Yuri akan menerima cintanya.

__ADS_1


Baru saja duduk di kursi kebesarannya, tiba-tiba dia kedatangan seorang tamu, ternyata tamunya adalah Pak Aldo, ayahnya Yuri.


"Pak Aldo, apa kabar?" Malik dan Pak Aldo saling berjabatan tangan.


"Sangat baik, Dokter Malik. Sudah saya duga kamu pasti akan menjadi dokter terbaik di rumah sakit YASA, selamat ya." Pak Aldo mengatakannya dengan begitu ramah.


Kemudian Malik dan Pak Aldo duduk di kursi sofa.


"Sampai kapanpun saya tidak akan pernah melupakan jasa Dokter Malik, berkat Dokter Malik akhirnya putri saya bisa sembuh sampai sekarang."


Malik tersenyum simpul. "Iya, sama-sama, Pak. Itu sudah kewajiban saya sebagai seorang dokter untuk menyembuhkan pasiennya."


Pak Aldo dan Malik memang lumayan dekat, itu karena dulu mereka sering berkomunikasi ketika Yuri masih depresi.


"Menurutmu apakah Kenzo pantas dengan Yuri?" tiba-tiba saja Pak Aldo bertanya seperti itu pada Malik.


Pertanyaan Pak Aldo membuat senyuman Malik memudar.


Kenzo adalah anak dari pemilik rumah sakit YASA.


"Dokter Malik tau kan saya sudah terlalu tua, saya sangat tidak tenang memikirkan masa depan putriku. Sayangnya Yuri belum bisa membuka hatinya untuk pria lain, padahal saya sebagai seorang ayah sangat menginginkan ada seorang pria yang bisa menjaga Yuri." Mungkin karena Pak Aldo terlalu sibuk diluar negeri, tepatnya dia lebih sering menghabiskan waktunya di Singapura, karena kantor pusat perusahaan ABS berada disana.


Pak Aldo menambahkan perkataannya. "Karena itu saya ingin memberikan kejutan pada Yuri malam ini. Saya rasa Kenzo adalah pria yang sangat baik, dan dia sangat menyukai Yuri dari dulu. Karena itu saya membutuhkan bantuan anda lagi, Dokter Malik, untuk meyakinkan Yuri agar Yuri harus melupakan masa lalunya dan bisa menerima Kenzo."


Betapa sakitnya hati Malik ketika mendengar perkataan ayah dari wanita yang dicintainya itu. Pak Aldo sama sekali tidak tahu bahwa pria dihadapannya itu sangat mencintai putrinya.

__ADS_1


__ADS_2