
Malik memberanikan diri untuk melamar Yuri seorang diri, sementara Yunan dan Alan masih sibuk mengurus Kenzo, mereka harus segera melepaskan pria penjahat ke-la-min itu.
Malik masih bersimpuh dihadapan Pak Aldo dan Yuri, dia melanjutkan perkataannya untuk meyakinkan Pak Aldo, dan berbicara sesuai isi hatinya. "Saya tau saya bukanlah berasal dari keluarga yang mampu, dan saya tidak memiliki banyak harta. Tetapi saya memiliki cinta yang tulus terhadap putri bapak, saya akan selalu berusaha untuk membuat Yuri bahagia, dan tidak akan membiarkan Yuri berada dalam kesusahan."
Yuri membantu Malik untuk berdiri, dia tidak ingin Malik bersimpuh seperti itu. Rasanya dia ingin sekali menangis mendengar perkataan Malik. Yuri memang cantik, tak heran jika ada banyak pria yang menyukainya, apalagi dia berasal dari keluarga terpandang, membuat dia bisa dikatakan sempurna, terlepas bagaimana kebodohannya di masa lalu, mungkin karena dulu usinya masih muda.
Akan tetapi Yuri baru kali ini merasakan ada seseorang yang benar-benar tulus mencintainya. Setiap kali bersama Malik, dia merasakan kenyamanan dan merasa sangat dilindungi, apalagi tutur katanya yang sopan dan juga Malik benar-benar sangat menghargainya sebagai seorang wanita. Malik mencintai Yuri dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Yuri memandangi ayahnya yang masih saja terdiam menatap tajam pada Malik. "Papa."
__ADS_1
Tuan Aldo menatap sang putri tercinta, sepertinya Yuri sedang harap-harap cemas, takut ayahnya menolak lamaran dari Malik. "Bagaimana denganmu, Yuri? Apa kamu ingin menikah dengannya?"
Yuri menganggukkan kepala, dia ingin menjawab dengan sejujurnya tentang apa yang dia rasakan pada Malik. "Iya, Pa. Aku ingin menikah dengan Malik. Aku hanya ingin menikah dengan dia, karena hanya Malik pria yang aku cintai."
Malik tertegun mendengar jawaban dari Yuri, akhirnya kata cinta keluar juga dari mulut manis Yuri.
Yuri mencintainya. Hal itu sungguh membuat hati Malik terasa berbunga-bunga, walaupun dia belum bisa tenang karena lamarannya belum diterima oleh Pak Aldo.
Malik nampak sumringah, akhirnya lamarannya telah diterima, dia merasakan hidupnya sungguh sangat bahagia. Sampai dia tersenyum saling memandang dengan Yuri.
__ADS_1
Yuri merasa lega, akhirnya sang papa menerima lamaran dari pria yang sangat dia cintai itu.
"Terimakasih Pak, saya tidak akan pernah menyia-nyiakan kepercayaan yang telah bapak berikan. Saya akan secepatnya menikahi Yuri." Malik mengatakannya dengan penuh rasa haru.
Pak Aldo menganggukkan kepala, dia tersenyum kepada calon menantunya tersebut. Dia sadar betul yang dibutuhkan Yuri bukanlah pria yang kaya hartanya, akan tetapi Yuri membutuhkan seorang pria yang kaya hatinya seperti Malik.
"Saya percaya padamu, Malik. Karena itu kalian harus tentukan sendiri kapan kalian akan menikah. Lebih cepat lebih baik."
"Iya Pak, secepatnya saja. Kalau Yuri siap minggu depan saya akan menikahi Yuri." Malik mengatakannya dengan mantap.
__ADS_1
"Bagaimana Yuri, apa kamu siap menikah dengan Malik minggu depan?" tanya Pak Aldo kepada putri tunggalnya.
Yuri dengan malu-malu menganggukkan kepala. "Iya, Pa."