Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Aku Luna, Bukan Dara.


__ADS_3

Dara nampak menganga memperhatikan kondisi seperai disana, tidak ada noda merah disana, hanya ada bekas noda penyatuan antara dia dan Yunan.


"Bagaimana? Kamu percaya kan?" tanya Yunan pada Dara.


Dara tak menjawab, dia terlihat kebingungan sekali, walaupun dia memang merasa nyaman di dekat Yunan, tapi dia sama sekali tidak mengingat apapun tentang pria itu. Semua ingatan tentang masa lalunya sangat terasa gelap, tak ada moment apapun yang bisa Dara ingat.


"Kalau kita memang sudah menikah, mana buktinya? Mana foto pernikahan kita dan mana surat pernikahan kita?" tantang Dara pada Yunan.


Kini Yunan yang dibuat bingung, karena waktu mereka menikah, tak ada bukti sama sekali, mereka menikah secara mendadak dalam keadaan tidak saling mencintai, bagaimana mungkin mereka mau mengabadikan moment itu? Dan Yunan tidak memiliki surat pernikahan karena mereka menikah secara siri.


"Emm... waktu itu kita menikah secara siri dan kita menikah mendadak sekali, jadi..."

__ADS_1


Dara memotong perkataan Yunan, "Itu artinya kamu berbohong, tidak ada pernikahan diantara kita berdua. Bahkan tunangan aku memiliki banyak bukti kedekatan kami."


6 tahun yang lalu, sebelum Dara menikah dengan Yunan, Dara dan Novan memang dekat sekali dan saling mencintai, karena itu Novan sering memotret moment kebersamaan mereka saat mereka menonton bersama, makan bersama, dan juga belajar bersama saat mereka masih kuliah. Makanya Dara sangat mempercayai Novan.


Wajar saja jika Novan sering mengabadikannya, karena dia dan Dara sudah lama saling mengenal. Sementara Yunan dan Dara hanya dekat dalam waktu yang singkat setelah mereka menikah, tidak sampai satu bulan.


Yunan teringat percakapannya dengan Malik, tadi saat dia berteleponan dengan sahabatnya itu. Malik bilang Yunan jangan terlalu keras memaksa Dara untuk bisa mengingatnya, karena bisa berakibat fatal pada kondisi kesehatan Dara, terutama bagian kepalanya.


Sebenarnya memang benar, dulu sebelum Dara menikah dengan Yunan, dia memang mendambakan sosok pria dewasa untuk menjadi pendamping hidupnya. Walaupun pada akhirnya dia telah jatuh hati pada suami brondongnya itu. Namun, sayangnya Dara tak ingat apapun tentang Yunan.


"Kamu tidak bisa menipuku, hanya karena aku tidak berdarah. Aku guru IPA, aku sangat tau apapun tentang pelajaran biologi, gak semuanya yang pertama melakukan berhubungan badan ada yang berdarah, banyak wanita yang tidak berdarah sama sekali."

__ADS_1


(Menurut google, tak semuanya wanita bisa berdarah saat melakukan malam pertama, kemungkinan disebabkan karena kondisi selaput dara yang lebih tebal dan tidak elastis. Hal ini menyebabkan selaput dara tidak mudah meregang atau robek.)


Dara tiba-tiba merasakan kepalanya pening, dia memegang kepalanya sambil meringis. Mungkin karena terlalu berusaha keras untuk bisa mengingat kenangan di masa lalu.


"Dara, kamu gak apa-apa kan?" Yunan begitu mengkhawatirkan kondisi Dara. Dia memegang kedua bahu Dara.


Dara menggelengkan kepala, "Aku gak apa-apa. Panggil aku Luna, jangan Dara."


Dara melepaskan tangan Yunan, dia tidak ingin disentuh lagi oleh pria itu. Kepalanya sangat terasa sakit sekali.


Yunan terpaksa mengalah, dia tidak ingin banyak menekan Dara, dia rasa lebih baik membawanya pergi menemui Malik, agar dia tau bagaimana kondisi Dara yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2