
Novan tidak terima ditinggal pergi oleh Dara begitu saja, dia ingin mengejar Dara, namun tiba-tiba ada yang menahan lengannya.
Novan membalikkan badan, dia mengerutkan keningnya begitu melihat siapa orang yang menahan lengannya, ternyata dia Yunan.
"Jangan pernah menganggu istriku lagi, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskannya." Yunan berkata begitu dengan sorot matanya yang tajam.
Novan melepaskan tangan Yunan dengan kasar, dia menyeringai. "Tapi sayangnya Dara ingin berpisah dengan kamu. Dia tidak akan pernah mencintai anak kecil seperti dirimu. Jadi cukup tau diri saja dan lepaskan Dara."
Yunan menatap kesal pada kakak tirinya tersebut, dia mengepalkan tangannya.
Novan menunjuk Yunan dengan menekankan jari telunjuknya ke bahu Yunan. "Kamu harus sadar diri, yang dibutuhkan Dara bukanlah laki-laki bermasalah sepertimu, bukan anak sekolahan sepertimu, bukan seorang anak kecil yang masih membutuhkan bimbangan. Dara sama sekali tidak pernah mengharapkan untuk selamanya menjadi istri kamu."
Novan masih melanjutkan perkataannya, "Yang Dara butuhkan adalah seorang pria dewasa, seorang pria yang bisa dijadikan tempat bersandar olehnya, seorang pria yang bisa dijadikan tempat berbagi keluh kesah, seorang pria yang bisa memanjakan dia. Dan semua itu tidak ada di diri kamu, karena itu jangan bermimpi terlalu jauh."
Yunan tak dapat menahan emosinya, dia melayangkan tinju ke wajah Novan.
Bugh...
__ADS_1
"Shhh..." Novan meringis, dia tidak terima Yunan memukul wajahnya.
Bugh...
Novan membalas pukulan Yunan, pukulan itu tepat mengenai wajah tampannya Yunan.
Sehingga kakak adik tiri itu pun menjadi berkelahi, saling memukul.
Dara tidak tau masalah ini karena dia sudah berada di apartemen milik suami bocahnya.
"E-eh sudah, sudah! Jangan pada bertengkar disini!" Dua orang satpam berusaha untuk memisahkan mereka.
Novan terpaksa harus pergi dari sana, dia mendorong tubuh satpam yang sedang menahan tubuhnya, kemudian dia masuk ke dalam mobilnya, lalu segera melajukan mobil tersebut.
Yunan dengan nafas terengah-engah, dia memandangi mobil Novan yang sudah melaju cukup jauh.
Kedua satpam itu segera pergi karena merasa situasi sudah aman.
__ADS_1
Yunan memegang wajahnya yang lebam.
Tak puaskah pria itu merebut semua yang dia miliki? Ayahnya selalu berpihak pada Novan jika mereka sering bertikai saat Yunan masih tinggal di rumah, karena Novan pandai memutar balikan fakta. Novan berhasil merebut perhatian sang ayah.
Bukan hanya itu, karena Yunan merasa tidak nyaman dengan perlakuan Novan dan ibu tirinya, dia terpaksa harus meninggalkan rumah yang dari dulu memiliki kenangan indah bersama ibu kandungnya.
Dan sekarang pria itu ingin merebut Dara darinya, bolehkah dia mencoba untuk mempertahankan hal yang satu ini? Semenjak kehadiran Dara di dalam hidupnya, hidupnya yang dulu suram menjadi berwarna. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana hari-harinya tanpa Dara.
Apa dia harus egois mencoba mempertahankannya? Sementara Dara sama sekali tidak ingin tetap tinggal bersamanya, wanita dewasa itu tidak bisa membalas cintanya, hanya karena usianya Yunan jauh lebih muda darinya.
"Arrrggghhh!"
"Brengsek!"
Yunan melayangkan tinjunya ke udara.
Jika Yunan bisa menawar, dia juga ingin bisa secepatnya dewasa, agar bisa menjadi lelaki yang pantas buat Dara. Padahal dia sudah berusaha untuk bersikap menjadi pria dewasa, namun sepertinya semua itu belum cukup.
__ADS_1
Yunan terduduk di atas trotoar, dia masih mencoba untuk meredakan amarah di dalam hatinya, Novan telah berhasil memancing amarahnya, pria itu memang pandai sekarang dalam berkata.