
Alex yang merasa bersalah berkali-kali mencium tangan Nita, dia takut kalau Nita akan meninggalkannya lagi.
Dia memeluk istrinya dari belakang dan menyusup di leher istrinya namun Nita tak bergeming sama sekali atas pergerakan yang dilakukan oleh Alex.
"Kamu sangat kecapekan," kata Alex lalu ikut memejamkan mata.
Pagi datang dengan cepat, perlahan Nita membuka matanya, bola matanya memutar menatap langit-langit nampak jelas ini bukan kamar Rio.
"Bagaimana aku bisa di kamar ini," gumam Nita
"Dania," teriaknya
Saat hendak beranjak tangan Alex melingkar sempurna di perut Nita.
Nita berusaha menyingkirkan tangan Alex namun kelihatannya pemilik tangan tersebut enggan melepaskan Nita.
"Mas... Aku mau mengecek Dania," kata Nita yang kesal dengan suaminya.
"Sudah ada baby sitter jadi tidurlah lagi," sahut Alex
"Seharusnya kamu tidak membiarkan pembantu tidur si sebelah kamu," timpal Nita yang membuat Alex membuka matanya dan beranjak bangun.
"Maafkan aku sayang," kata Alex menyesal.
"Percuma minta maaf karena pasti lain kali kamu akan mengulangi hal yang sama," ucap Nita lalu dia pergi ke kamar mandi.
Seusai mandi Nita berias, dia memakai celana jeans dan juga baju warna grey. Tak lupa jam tangan dan lain-lainnya. Nita nampak lebih muda dan ini membuat Alex menyesal.
"Sayang jangan pergi," pinta Alex dengan memeluk Nita dari belakang.
"Sana jauh-jauh mas, aku ini lusuh, kusam dan bau nanti kamu ketularan aku," kata Nita
"Apa yang harus aku lakukan supaya kamu memaafkan aku?" tanya Alex dan membuat Nita berfikir lalu menatap Alex.
__ADS_1
"Sebentar," kata Nita lalu dia keluar kamarnya.
Nita berjalan menuju kamar Dania untuk mengambil Dania.
"Non Dania belum saya mandikan nyonya," kata Baby sitter
"Nggak usah dimandikan, kamu bersiap saja karena kamu harus ikut aku," ucap Nita lalu kembali lagi ke kamarnya.
Dia memberikan Dania pada Alex, "Nggak usah ngantor hari ini, kamu jaga Dania dan Rio tanpa baby sitter karena baby sitter akan ikut aku. Kalau kamu ingin mendapatkan maaf dari aku kita bertukar posisi saat ini, anggap saja aku yang kerja kamu yang jadi bapak rumah tangga," kata Nita yang membuat Alex membola
"Yang lain dong sayang, aku harus ke kantor," sahut Alex mencoba bernegosiasi, dia beralasan pergi ke kantor meskipun untuk saat ini cukup Celo di kantor sudah bisa mengatasi kerjaan di kantor.
"Gak ada tawar menawar, kalau nggak mau ya sudah," kata Nita lalu dia hendak keluar kamar lagi.
"Baiklah baiklah, kamu pergi sehari saja kan?"tanya Alex
"Iya aku usahakan sehari tapi kalau belum selesai aku besok kesana lagi," jawab Nita.
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh, Nita pamit karena harus segera berangkat, sebelum berangkat dia meminta art untuk tidak membantu Alex, biar Alex sendiri yang menangani Dania dan Rio.
Beberapa saat Nita berangkat kini Rio yang berangkat ke sekolah, Rio diantar oleh supirnya.
Dania yang buang air besar pun menangis karena risih dan Alex yang tidak mengetahuinya jadi bingung.
"Kamu kenapa? diam ya," kata Alex
Bukannya diam Dania malah menangis semakin keras, tentu Alex dibuat bingung akan hal ini.
"Kamu mau mandi ya," kata Alex yang lupa belum memandikan Dania.
Alex mulai membuka baju anaknya dan saat membuka diaper anaknya bau menyengat keluar, "Astaga sayang, kamu buang air besar. Kenapa nggak bilang?" tanya Alex pada Dania yang tentu hanya tangis yang bisa Dania jawab.
Setelah membersihkan kotoran anaknya, kini Alex memandikan Dania, dia bingung kini saat mencuci rambut anaknya, "Ini gimana caranya menghilangkan busanya?" Alex bermonolog dengan dirinya sendiri, sedari tadi bingung menghilangkan busa shampo di kepala Dania.
__ADS_1
Alex mengusap rambut Dania dengan banyak Air dan ini membuat mata Dania pedih karena sampo.
Dania menangis dan ini membuat Alex panic Tanpa membilas rambut anaknya yang masih ada busa sedikit-sedikit, Alex mengambil handuk dan mengusap wajah anaknya. Mata Dania kini berwarna merah karena sampo yang mengenai matanya.
"Maafkan papa sayang," kata Alex kemudian mencium anaknya
Alex menaburi bedak pada badan Dania lalu memakaikan diaper dan baju.
"Nah udah cantik anak papa," kata Alex lalu mencium Dania dan merebahkan dirinya.
Baru segitu Alex sudah merasa kelelahan.
Kamar sekarang seperti kapal pecah. Bedak, baju, handuk, diaper dan lain-lain berserakan dimana-mana.
Kini waktunya makan, Dania yang lapar jadi menangis, Alex bingung lagi ini anaknya kenapa? dia turun ke bawah untuk bertanya pada art kira-kira Dania kenapa.
"Ini kenapa menangis terus padahal sudah mandi," tanya Alex
"Mungkin lapar tuan muda," jawab art
Alex yang lelah meminta bantuan art untuk membuatkan susu formula.
Setelah siap Alex langsung saja memberikannya pada Dania dan benar saja Dania langsung melahap susunya.
Sebentar saja Dania sudah menghabiskan susunya, beberapa saat kemudian Dania rewel kembali dan kali ini kelihatannya dia mengantuk.
Alex dibuat pusing lagi, dia menggendong Dania dan mengayunkannya. Dia seperti setrika yang berjalan kesana kemari selama setengah jam untuk menidurkan anaknya, dan akhirnya Dani tertidur juga.
"Akhirnya tidur juga," kata Alex dengan mengusap peluhnya. Mumpung Dania tidur Alex akan mandi dan saat mengambil baju, ponselnya berdering dan ini membuat Dania bangun kembali.
"Aarrrgggg Celo berengsek, anakku jadi bangun lagi," umpat Alex dengan mengusap rambutnya kasar.
Alex yang merasa kesal meletakkan ponselnya di lemari, supaya suaranya tidak mengganggu Dania.
__ADS_1
Selama setengah jam menidurkan Dania akhirnya Dania tidur lagi. Alex tak membuang waktu, dia yang sudah kegerahan dia bergegas mandi.
"Sungguh melelahkan, daritadi baru sempat mandi, apakah ini yang Nita lakukan sendirian, belum lagi mengurusi aku dan lain-lain. Maafkan aku sayang karena ucapan aku kemarin menyakiti kamu,"