
"Nggak usah keganjenan gitu," kata Celo dari sofa lalu berjalan mendekati Indira yang tertunduk di bangkunya.
Mendengar kata-kata Celo membuat Indira kikuk, dia sungguh tak enak dengan Celo.
Alex yang tidak ingin jadi saksi drama rumah tangga adiknya memilih kembali ke ruangannya.
Selepas kepergian Alex dan David, Celo mengangkat dagu Indira, "Kenapa kamu keganjenan gitu sama David? tanya Celo yang kemudian mencium bibir Indira.
"Berani macam-macam, aku akan hukum tiga hari tiga malam," ancam Celo yang membuat Indira menelan salivanya.
"Nggak kok mas, aku nggak akan macam-macam," sahut Indira dengan menatap suaminya.
Setalah pergi dari kantor Celo dan Alex David pergi ke Bar untuk minum, dia ingin melupakan Indira sejenak dengan minum. Baru duduk satu jam David sudah habis dua botol minuman.
"Indira, Indira," gumam David
Assiten David mencoba mengajak David untuk pulang karena David sudah sangat mabuk namun David menolak.
Saat bersamaan datanglah Farah yang juga ingin minum.
"David," teriak Farah
__ADS_1
Dalam mata David, Farah adalah Indira sehingga dia menurut saat Farah mengajaknya pulang.
Di kamar David, Farah melepas sepatu, jas dan juga dasi David.
Setelahnya Farah ingin pergi namun David memegangi tangan Farah sehingga kini Farah jatuh tepat di atas David.
"David aku mau pulang," kata Farah
David tidak menggubris kata-kata Farah, dia meminta Farah untuk diam, David mengelus pipi Farah, lalu membelai rambut Farah.
"Diam lah di sini sayang, ijinkan aku melihat wajah cantik kamu," kata David yang membuat Farah membola.
"Husst, diam lah dan jangan bergerak," titah David
"Aku sungguh mencintai kamu Indira," kata David yang membuat Farah berkaca.
Dia sempat lupa kalau David melihatnya sebagai Indira bukan sebagai Farah.
"Sempat aku bahagia dengan kata-kata kamu David, aku merasa melayang karena selama ini tidak ada yang pernah berkata halus padaku, apalagi memanggilku dengan kata sayang yang tulus," batin Farah.
Puas mengelus wajah Farah yang dikira Indira tiba-tiba David meletakkan Farah di bawahnya.
__ADS_1
Kali ini dia mencium Farah dengan lembut, yang sebelumnya David belum pernah bersikap lembut seperti itu.
"David jangan kamu Tawan aku dengan sikap kamu?" batin Farah dengan mata yang basah.
David segera mengusap air mata Farah yang jatuh
"Hey jangan menangis, aku dulu kan janji kalau aku akan mewujudkan mahligai pernikahan kita," kata David
David menjamah tubuh Farah dengan sangat lembut, sangat terlihat begitu besar cintanya pada Indira.
Farah hanya bisa menangis, dia sungguh menikmati setiap sentuhan tangan David dan bibir David.
"Boleh aku menyentuh kamu sayang?" tanya David
Farah hanya mengangguk dan menangis, untuk menyentuh wanitanya bahkan dia harus meminta ijin berbeda dengannya yang langsung tusuk tanpa ada ijin terlebih dahulu.
Perlakuan yang berbeda membuat Farah jatuh dalam dan semakin dalam, rasanya sungguh sesak sekali, bahkan dia kini berkhayal kalau David mencintainya.
"Andaikan ada orang yang mencintai aku seperti kamu mencintai Indira David, aku pasti akan sangat bahagia," batin Farah.
Dia kini bisa membedakan, meskipun sama-sama bergulat tapi sungguh berbeda, mangkanya saat itu David menghinanya sedemikian rupa, ternyata memang wanita penghibur hanya sebagai boneka berbeda dengan wanita yang dicintai yang dimana diperlakukan lembut.
__ADS_1