
"Besok kalau mereka sudah di rumah kita jenguk, untuk saat ini biarkan papa kalian yang menjenguk cucunya, sebaiknya kita memberi waktu mama Gilang dan papa bersama," kata Mama dengan tersenyum.
"Siap ma," sahut Alex dan Celo barengan.
Mama Alex dan Celo nggak ingin egois, bagaimanapun juga Mama Gilang juga istri papa Gilang, mungkin saat ini adalah momen bahagia mereka jadi mama Alex dan Celo tidak mau mengganggu.
**********
Kini Celo dan Alex pulang ke rumah mereka masing-masing, Indira sangat bahagia karena doanya terkabul. Keinginan untuk segera memberikan buah hati pada Celo sudah terkabul.
"Mas aku bahagia sekali," kata Indira dengan memeluk Celo.
"Iya sayang aku juga," sahut Celo yang juga membalas pelukan dari Indira.
"Aku nggak sabar mas melihat anak kita lahir dan tumbuh besar," timpal Indira
"Aku juga, apa kamu tahu sayang, kalau aku itu selalu bermimpi tentang indah hari tua bersama kamu, rambut putih, gigi ompong begitu pula dengan kamu," kata Celo dengan tersenyum
"Aku juga mas," ucap Indira lalu memeluk suaminya.
"Kamu ingin anak pertama kita cowok apa cewek mas?" tanya Indira
"Cowok dong, jadi dia bisa melindungi adik-adiknya dan juga mamanya," jawab Celo
Indira nampak tersenyum dengan jawaban Celo, benar juga yang dikatakan suaminya tapi bagi Indira cowok maupun cewek asalkan dia lahir dengan selamat.
Matahari kini condong ke barat, Indira yang merasa gerah memutuskan untuk mandi.
Setelah mandi, Indira memakai parfumnya dan ini membuat Celo mual.
Huek
Huek
Huek
Celo terus memuntahkan isi dalam perutnya, dia sungguh mual sekali mencium bau parfum dari istrinya.
__ADS_1
Indira yang merasa cemas memijat tengkuk Celo lalu menuntunnya ke tempat tidur.
'Kamu kenapa mas?" tanya Indira dengan raut wajah yang cemas tingkat dewa
"Kamu menggunakan parfum apa sih sayang kok baunya menyengat gini," jawab Celo dengan bertanya balik
"Ya parfum aku seperti biasa mas," jawab Indira
"Besok lagi jangan dipakai, mending kamu pakai parfum seperti ini," pinta Celo dengan menunjukkan Minyak kayu putih.
"Masa iya sih mas, parfuman minyak kayu putih,'" protes Indira
"Nggak papa dong sayang," aku mual sekali dengan bau parfum kamu," sahut Celo
"Aneh ya mas, aku yang hamil tapi kamu yang mual," kata Indira
"Iya dulu kak Alex juga gini, dan aku yang susah," ucap Celo.
"Jadi kasihanilah aku, jangan dipake parfumnya," imbuh Celo dengan melemas.
Indira tentu tidak keberatan, lagian dia senang karena nggak harus tersiksa dengan mual dan sebagainya karena semua sudah digantikan suaminya.
Alex membelikan semua art parfum yang banyak, setiap hari mereka harus memakainya jika perlu parfumnya digunakan untuk menyemprot ruangan.
Menurut Alex bau pengharum ruangan kurang strong.
"Astaga apa-apaan dia, habis deh uang buat beli parfum," ucap Nita dengan memijat pelipisnya.
Keesokannya Celo sungguh mual dengan bau parfum para pegawai, kemarin Alex mengumumkan kalau para pegawai wajib memakai parfum yang direkomendasikan oleh Alex.
"Kalian ini memakai apa?" tanya Ceko dengan menutup hidung dengan tangannya.
"Parfum pak Celo, perintah dari pak Alex kemarin," jawab salah satu pegawai.
"Kak Alex ini apa-apaan, mengapa semua pegawai disuruh pakai parfum," kata Celo lalu segera masuk ke dalam ruangannya, hanya ruangannya yang aman tanpa bau parfum.
Lagi-lagi Celo merasa mual, ingin sekali memeluk istrinya dan menciumi bau minyak kayu putih.
__ADS_1
Celo yang malas dan lemas, merebahkan dirinya di sofa. Dia hanya ingin merebahkan diri, maklum bawaan orang hamil muda.
"Kamu apaan Celo, kenapa malah rebahan," kata Alex saat masuk ke dalam ruangan Celo.
"Ini semua gara-gara kak Alex," protes Celo tanpa menatap kakaknya.
"Kok bisa?" tanya Alex heran, kenapa gara-gara dirinya.
"Kak Alex kan membuat para pegawai memakai parfum," jawab Celo dengan memijat kepalanya yang merasa pening
"Iya," sahut Ale, "Memangnya kenapa?" tanya Alex
Celo menjelaskan pada kakaknya kalau dia nggak bisa mencium bau parfum, jika itu terjadi maka dia akan mual.
"Astaga, kita kebalikan," ucap Alex dengan tertawa, dia merasa geli dengan ngidam aneh mereka. Satu sangat menyukai bau parfum menyengat satunya tidak.
Bagi Alex mencium bau parfum menyengat itu mood booster baginya.
"Lalu gimana jalan keluarnya?" tanya Celo
Mereka berdua berfikir kesana kemari, bagaimana dalam proses ngidam mereka nggak mual.
Akhirnya Alex membagi hari masuk kerjanya.
Celo masuk hari Senin-Rabu sedangkan Celo Kamis-Sabtu jadi mereka bisa mengatur pegawai mereka yang mana saat hari Senin jadwal Celo yang masuk jadi semua pegawai tidak ada yang boleh memakai parfum, dan Kamis-sabtu gantian Alex jadi semua pakai parfum.
"Gimana? fair kan?" tanya Alex
"Iya kak," jawab Celo dengan tertawa.
Halo kak,
Besok terakhir ya untuk novel Gilang, malam ini belum bisa menamatkan 😂😄
Ini aku ada novel baru kak yang berjudul
"Jebakan Indah my husband" yang publish nanti jam 12 malam. Jangan lupa mampir ya kak, jangan lupa koment, like, vote dan hadiah ya kak.
__ADS_1
maksih kak😍😍😍❤️😘😘😘