Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Beli perhiasan


__ADS_3

"Kamu sendiri yang tau jawabannya mas, jadi seharusnya pertanyaan itu untuk diri kamu sendiri, dan kini satu pertanyaan dariku khusus untuk kamu,


Sebenarnya kamu itu mencintai aku apa tidak?" tanya Indira dengan menatap Celo.


Celo bingung kini, rasa itu pasti ada bagaimanapun juga mereka sudah melakukan penyatuan, bulsyit jika tidak ada rasa namun di hati Celo masih bertengger nama Nindi meski perlahan sudah mulai tergeser oleh Indira.


"Tentu aku mencintai kamu sayang, kita sudah melakukan penyatuan mana mungkin aku tidak mencintai kamu," ucap Celo


"Tapi mas....," belum sempat melanjutkan kata-katanya, Celo sudah meletakkan tangannya di bibir Indira.


"Stop please, aku paham perasaan kamu, tapi tolong beri aku waktu untuk bisa mencintai kamu dengan sempurna, coba kamu tengok ke belakang," ucap Celo.


Indira pun menengok ke belakang yang jujur itu membuat Celo geli.


"Nggak ada apa-apa mas," sahut Indira polos


"Haduh, ni polos apa bodoh," gumam Celo


"Maksudnya?" tanya Indira kesal karena Celo mengatainya.


"Maksudku tengok ke belakang itu, kamu coba ingat-ingat awal kita bertemu itu seperti apa, kita menikah tanpa ada cinta, dan untuk mendatangkan cinta itu tentu perlu waktu sayang," jelas Celo yang akhirnya membuat Indira paham dan juga malu.


"Maaf mas," kata Indira.


"Aku maafkan tapi nanti jatahku triple ya," tawar Celo


Mendengar kata Celo membuat mata Indira membola, "Triple? satu ronde saja aku udah lelah apalagi triple," sahut Indira


"Ya udah kalau nggak mau, maaf tidak aku terima," timpal Celo

__ADS_1


"Ok, fine mas," ucap Indira pasrah.


Celo nampak senang, karena Indira mengasih jatah tripel padanya bahkan dia sampai menambah laju mobilnya supaya cepat sampai di rumah.


Keesokan harinya Celo sengaja tidak masuk kantor, dia ijin pada Alex untuk tidak masuk kantor karena ingin mengajak Indira keluar.


"Sayang, bersiaplah," kata Celo


"Kemana mas?" tanya Indira, "Lo kamu kok memakai baju santai, memangnya nggak ke kantor?" tanyanya lagi kemudian


"Aku ingin mengajak kamu jalan-jalan sayang jadi aku sengaja nggak masuk kantor, tadi juga udah ijin kak Alex," jawab Celo.


Indira segera bersiap, dia sungguh senang sekali karena Celo mengajaknya jalan-jalan.


Setelah siap mereka berdua berangkat ke mall, ini pertama kalinya bagi Indira pergi ke mall setalah menikah dengan Celo.


"Mas mall nya bagus sekali ya," kata Indira


"Ya pernah mas, tapi entah berapa kali dalam setahun," jawab Indira dengan terkekeh.


Celo menyuruh Indira untuk memilih baju, sepatu, tas, tam tangan dan lain-lain dan ini membuat Indira tidak enak.


"Mas kok banyak sekali?" tanya Indira


"Kamu kan istri aku sayang, jadi wajar kalau aku membelikan kamu semua barang yang kamu mau, aku malah sedih jika kamu menolaknya karena aku bekerja untuk kamu sekarang, kalau nggak kamu yang menghabiskan siapa lagi," jawab Celo yang membuat Indira terharu.


Sejak kecil Indira hidup dalam keadaan yang pas-pasan bahkan kurang, untuk itu dia tidak pernah belanja barang banyak seperti ini, bahkan saat dia bekerja gajinya selalu diminta bibinya sehingga dia tidak bisa menikmati uang gajinya. Dia selalu berhemat, kadang untuk jajan di luar saja dia jarang sekali.


Indira melihat-lihat baju yang dipajang, dan dia sungguh kaget karena harganya mahal sekali.

__ADS_1


"Astaga mas, harganya mahal-mahal sekali," kata Indira


"Udah jangan pikirin harganya sayang, kamu suka ambil, suka ambil," ucap Celo


"Aku takut uang kamu habis mas," sahut Indira


"Nggak akan, ini ada kartu kredit unlimited jadi kamu nggak usah khawatir," timpal Celo.


Akhirnya Celo yang mengambil banyak baju untuk Indira, tak lupa sepatu dan barang-barang lainnya.


Setalah itu Celo mengajak Indira ke toko perhiasan dan ini membuat Indira nggak enak lagi karena


untuk barang-barangnya tadi Celo sudah habis puluhan juta apalagi ini ditambah perhiasan.


Pertama-tama yang Celo lihat adalah cincin kawin, karena Celo belum memberikan cincin kawin untuk Indira.


Sepasang cincin emas putih menjadi pilihan Celo, "Cincin ini bagus untuk kita sayang," kata Celo


"Iya mas," sahut Indira


"Saya ambil ini mbak, dan tunjukkan saya kalung juga," kata Celo


Pelayan tersebut menunjukkan kalung berlian dengan bandul batu safir biru, kata mbaknya ini termasuk batu permata yang cukup langka.


Tak hanya itu, Celo juga membelikan Indira gelang berlian yang total semua perhiasan Indira mencapai angka setengah Milyar lebih.


"Mas kamu nggak perlu memperlakukan aku seperti ini mas, ini terlalu berlebihan. Kamu sudah memberi aku makan saja itu sudah cukup," kata Indira dengan menangis.


Celo sungguh terharu dengan perkataan Indira kemudian dia memeluk istrinya.

__ADS_1


"Sayang dengar, gaji suami kamu ini sangat cukup untuk membeli semua ini jadi jangan menangis ya," bujuk Celo.


Karena mereka saling peluk di tempat umum tentu membuat banyak mata yang melihatnya.


__ADS_2