Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Melihat kamu tersenyum sudah cukup buat aku


__ADS_3

"Makasih kak," ucap Nindi dengan tersenyum.


"You are welcome Nin," sahut Celo


Nindi menyeruput coklat panas buatan Celo lalu dia tersenyum.


"Kak Celo tumben bawa coklat panas kesini," kata Nindi


"Kebetulan persediaan coklat aku banyak di rumah dan besok expired," sahut Celo dengan terkekeh.


"OOO jadi gitu, besok expired," timpal Nindi dengan tertawa.


Celo nampak melihati Nindi, dia sungguh suka dengan senyum Nindi. "Beruntungnya kamu Gilang karena memilikinya," batin Celo sambil menyeruput coklat panasnya.


"Kalau kamu tersenyum gitu kan cantik daripada kamu selalu menangis Nin," ucap Celo yang membuat Nindi menatapnya.


Celo meletakkan coklat panasnya ke meja lalu dia duduk di bangku samping bed Nindi.


"Hal yang paling penting itu menikmati hidup dan bahagia apapun yang terjadi," kata Celo


Nindi tersenyum mendengat kata-kata Celo, "Bagus banget kak," puji Nindi.


Celo nampak tertawa dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Itu kata Audrey Hepburn," sahutnya.


"Siapa kak Audrey Hepburn?" tanya Nindi


"Dia itu artis, penari, model dan juga seorang pekerja kemanusiaan di Inggris, dia sangat cantik oleh karena itu dia menjadi icon mode pada eranya," jawab Celo.


"Pantesan kak Celo tau la dia cantik, "sahut Nindi dengan tertawa


"Nggak juga, aku senang dengan kata-katanya, memotivasi kita untuk bahagia apapun yang terjadi, jadi kamu juga harus gitu, bahagialah apapun yang terjadi, jangan sampai orang sekitar kamu jadi sedih," ungkap Celo.


Mendengar kata-kata Celo membuat Nindi tersenyum, dia tahu maksud dari Celo, karena masalah dia dengan Gilang membuat mama sedih hingga sakit.


Nindi mengobrol dan bercanda dengan Celo dan tak sadar kalau waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


Mama masih belum sadar sehingga membuat Celo memanggil dokter.


"Mama saya kok belum sadar dok?" tanya Celo


"Tadi saya memberinya obat kemungkinan besok pagi sudah sadar," jawab Dokter.


Setelah itu dokter pamit undur diri namun sebelumnya dia mengecek keadaan Nindi.


"Keadaan ibu sudah membaik cuma kakinya saja yang masih perlu penanganan extra serta terapi yang harus rutin ibu jalani.

__ADS_1


"Sembuhnya berapa lama dok?" tanya Celo


"Tergantung rutinnya latihan dan rutinnya minum obat," jawab Dokter.


"Dan yang terpenting adalah, keinginan untuk sembuh dari personalnya, itu sebenarnya kunci kesembuhan seseorang, karena kembali lagi keinginan yang kuat mendatangkan keajaiban yang tidak bisa dinalar, jadi ibu Nindi jangan putus asa dan tetap semangat," imbuh dokter dengan tersenyum lalu beliau pamit untuk undur diri.


Selepas kepergian Dokter, Celo menyelimuti mamanya dan meminta Nindi untuk istirahat karena dia harus istirahat juga.


**********


Alex dan Nita rencananya akan pulang hari ini, pagi ini dia sudah menyiapkan semuanya, dia menyiapkan barang-barang yang akan dibawanya.


Dia juga sudah menyerahkan wewenang kafe pada managernya, dan dia meminta dua orang art untuk menjaga rumahnya.


"Nanti kita tinggal di rumahku ya mas," kata Nita


"Nggak, aku sudah menyiapkan rumah untuk kelaurga kecil kita, rumah itu kenangan kamu bersama si tikus got itu, lagipula ada kenangan buruk juga dimana aku memperlakukan kamu dengan tidak baik," sahut Alex tidak setuju.


"Baiklah aku menurut saja mas," timpal Nita.


Nita dan Alex membawa serta baby sitter Dania, tak lupa sebelum pergi dia sudah meminta surat pindah dari sekolah Rio yang lama.


"Oh ya mas, tumben ya mas Rian nggak pernah kelihatan," kata Nita


"Malah bagus dong, supaya dia tidak mengganggu kita, muak sekali aku melihat wajahnya yang selalu berakting," sahut Alex.


"Iya lah, dia pintar sekali akting, seharusnya dia menang piala Oscar," jawab Alex kesal.


Mendengar jawaban Alex membuat Nita tertawa.


Kini mereka berdua menuju kota mereka yang dulu dan meninggalkan kota orang tua Nita.


Nita berpikir akan menghabiskan hidupnya di kota ini namun Alex datang dan membawanya kembali ke kota dimana dia dan Rian dulu membina rumah tangga.


Mama Alex dan Celo yang mendapatkan kabar kalau Alex kembali pun meminta art masak yang banyak, dia juga meminta supaya kamar Alex di tata dengan riasan malam pertama.


Mama Alex dan Celo senang sekali dan tidak sabar bertemu Nita dan juga cucunya.


********


Mama Gilang yang sudah bangun pun segera beranjak namun tangannya telah diinfus oleh dokter


"Mama sudah bangun?" tanya Celo


"Kamu kok ada di sini Celo?" tanya mama balik.


"Iya, menantu mama yang menghubungi Celo supaya menjaga mama," jawab Celo

__ADS_1


"Maafkan mama ya, karena membuta kamu repot," sahut mama dengan tidak enak.


Celo menyeret kursi dan duduk di samping bed mamanya, "Mama tidak merepotkan Celo, meskipun mama bukan mama Celo, tapi Celo menyayangi mama seperti mama Celo. Dari dulu mama selalu baik sama Celo dan juga kak Alex namun kamilah yang bandel," ungkap Celo lalu memeluk mama Gilang uang kini dia anggap sebagai mama kandungnya.


Nindi yang melihatnya nampak tersenyum, dia pun ingat kata-kata Celo kemarin.


Untuk itu dia memutuskan untuk bersikap baik dan seolah memaafkan Gilang di depan mamanya supaya mamanya tidak kepikiran dan tidak sakit.


Celo yang ingin ke kantor harus pamit, dia juga memberitahu kalau Nita dan Alex akan pulang hari ini.


"Semoga kamu menyusul kakak kamu ya Celo, mendapatkan wanita yang baik," kata mama


"Makasih ma," sahut Celo.


Celo mendekati Nindi yang tersenyum, "Nah gitu dong, senyum," kata Celo


"Iya kak," sahut Nindi


"Jadi yang lihat nggak sepet matanya kalau kamu tersenyum," ucap Celo dengan terkekeh,"


Mama sangat senang melihat Nindi tertawa, semoga tak hanya dengan Celo namun dengan Gilang Nindi juga bisa tertawa.


"Ya sudah aku pamit, nanti aku kesini lagi membawakan coklat panas, persediaan lainnya expired besok," pamit Celo sambil tertawa.


"Ok ok, kalau ada apa-apa denganku kamu harus tanggung jawab," sahut Nindi.


Setelah mengecup punggung tangan mama Gilang Celo keluar. Sepanjang jalan Celo senyum-senyum entah mengapa dia sungguh bahagia melihat Nindi sudah mau tersenyum.


"Melihat kamu tersenyum membuat aku bahagia," gumam Celo.


Gilang pagi ini baru sampai dia kotanya, dia segera pergi ke rumah sakit untuk melihat istrinya.


Saat dia masuk betapa kagetnya dia melihat sang mama di infus,


"Mama kenapa?" tanya Gilang


"Mama kemarin pingsan Gilang," jawab mama


"Kenapa bisa pingsan ma? maafkan Gilang apa karena menjaga istri Gilang mama jadi pingsan?" tanya Gilang lagi


"Nggak kok, kan memang mama sudah tua Gilang wajar kalau sakit mama kambuh," jawab mama.


Gilang memeluk mamanya dan menangis "Maafkan Gilang ma, maaf," kata Gilang, meskipun Mama nggak cerita Gilang cukup tau kalau mamanya sedih karena rumah tangganya dengan Nindi yang tidak baik-baik saja.


Nindi yang melihatnya serba bingung, apa perlu dia pura-pura demi mamanya?


"Mas, bisa bantu aku," kata Nindi yang membuat Gilang dan mama menoleh dengan raut wajah yang sulit di artikan.

__ADS_1


__ADS_2