Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Sewot


__ADS_3

"Mas meskipun udah seperti ini, tapi aku masih kangen Lo," kata Indira dengan melabuhkan kepalanya ke pundak Celo.


Celo tersenyum kecil, gemas sekali dengan sang istri, meskipun dia terganggu dengan ulah istrinya namun Celo nampak senang bahkan kini dia meninggalkan pekerjaan yang harus diselesaikan demi bisa bercanda dengan sang istri.


Celo membalikkan badannya menatap Indira,


"Sama, ingin rasanya aku meninggalkan pekerjaan aku dan bersua denganmu di sofa sayang," timpal Celo dengan mencubit dagu Indira. Celo mengecup kening Indira lalu memeluknya dengan erat sehingga Indira sudah bernafas.


"Inilah fenomena mati dalam pelukan," kata Indira dengan tertawa


"Mana mungkin aku membiarkan kamu mati sayang, jika kamu mati aku juga ikut mati," sahut Celo bergombal.


"Ih, pinter banget gombalnya," timpal Indira.


"Nggak gombal, kemarin tanpa kamu saja hidupku hampa rasanya," kata Celo dengan menatap Indira nanar


"Sama mas," balas Indira lalu mereka berdua saling berpelukan.


Celo dan Indira kini saling menceritakan yang terjadi dengan mereka saat nggak bersama.


"Aku nggak mau lagi merasakan hal yang seperti itu," ucap Indira


"Aku juga, mangkanya lain kali kalau ada apa-apa di rumah saja, kalau aku nggak bisa dihubungi tetap tunggu di rumah, jangan ambil keputusan sendiri yang nantinya akan menyusahkan diri sendiri dan orang lain," pesan Celo


"Iya ya mas, maafkan aku," sahut Indira dengan menyesal.


"Aku juga minta maaf," timpal Celo


Mereka lagi-lagi berpelukan, kemudian Celo membuat lelucon yang membuat sang istri tertawa.


Saat asik bercanda, tiba-tiba pintu ada yang mengetuk, "Siapa mas?" tanya Indira


"Entahlah," jawab Celo


Indira segera turun dari pangkuan Celo, "Masuk," teriak Celo


Pintu pun terbuka, Alex dan David masuk ke dalam.


Melihat David seolah darah Celo mendidih,


"Pagi Pak Celo dan Nona Indira," sapa David dengan tersenyum

__ADS_1


"Pagi," balas Celo dengan merangkul istrinya, dia ingin memberi tahu David kalau Indira adalah miliknya.


"Posesif sekali," batin David yang geli dengan sikap ke kanak Kanakan Celo.


"Ada keperluan apa kak?" tanya Celo dengan ketus


"Ini Celo, pak David ingin membahas kerja sama yang akan segera diselenggarakan," jawab Alex.


Celo menatap David dengan lekat, kilatan-kilatan kebencian nampak di mata Celo.


Celo masih sangat yakin kalau yang menculik Indira adalah David. Dan dia percaya itu, namun dia juga heran kenapa Indira bilang kalau bukan David yang menculik istrinya.


"Duduk kak," pinta Celo lalu dia beranjak dari kursi kebesarannya dan menggiring partner dan rivalnya ke sofa.


Kini David, Celo dan Alex duduk bersama di sofa, mereka bertiga nampak canggung, tapi sebisa mungkin Alex bersikap profesional begitu pula dengan David, tapi tidak dengan Celo. Dia masih sangat dendam dengan David.


Celo hanya mengobrol dengan Alex dan mengabaikan David namun hal itu tidak menjadi masalah buat David, dia cukup paham dengan sikap Celo, kalau dia di posisi Celo pasti akan melakukan hal yang sama.


Waktu terus bergulir, Celo hanya mengobrol dengan Alex sehingga David nampak tidak nyaman dengan sikap Celo tapi bagaimana lagi. David yang merasa diabaikan akhirnya bertanya pasal Indira pada Celo


"Bagaimana kabar istri anda pak Celo?" tanya David syukurlah dia sudah kembali," imbuh David kemudian.


"Kabarnya baik, anda bisa lihat sendiri dia duduk di sana, iya syukur dia sudah ditemukan namun aku tetap curiga kalau andalah yang menculik istri saya pak David," jawab Celo sambil menatap David dengan lekat dan penuh penekanan.


"Sudah berapa kali saya katakan pak Celo, bukan saya yang menculik istri anda," sahut David dengan santai.


David memang nampak sangat santai jadi yang mencurigainya menjadi bingung.


"Bisa gitu sesantai itu," batin Celo


Tak ingin lama-lama bicara dengan David, Celo mengambil surat perjanjian kerja sama mereka, "Ini kak surat perjanjiannya." Celo menyodorkan berkas pada Alex.


Alex segera membukanya dan memberikannya pada David.


"Bisakah kita besok pergi meninjau lokasi?" tanya David dengan menatap Celo dan David bergantian.


"Saya kelihatannya tidak bisa, biar Celo yang menemani anda," jawab Alex


Celo membolakan matanya, bagaimana bisa Alex memintanya menemani David untuk meninjau lokasi.


"Aku juga tidak bisa," tolak Celo dengan ketus, dia tidak mau pergi dengan rivalnya apalagi yang telah menculik istrinya.

__ADS_1


"Menurut kamu, kita meminta papa gitu yang pergi bersama pak David?" tanya Alex dengan kesal


"Gitu ya nggak papa kak, daripada harus aku," jawab Celo


"Come on Celo, keras kepala sih kamu. Papa itu sudah menyerahkan perusahaan pada kita," pinta Alex


"Saya tidak memaksa," ucap David


Celo nampak berfikir dan akhirnya dia mau juga meninjau lokasi dengan David.


"Baiklah David, besok aku akan meninjau lokasi dengan kamu," sahut Celo dengan datar karena dia masih kesal.


"Terima kasih pak Celo, semoga tidak terjadi masalah dengan kita, dan saya harap anda bersikap profesional, jangan mencampur adukkan urusan hati dengan pekerjaan," ujar David.


Celo semakin kesal dengan David


Melihat Celo kesal membuat David tersenyum.


Karena tidak ada yang dibicarakan David pamit undur diri, "Baiklah saya pamit dulu, selamat siang Pak Alex dan pak Celo, semoga kerja sama kita saling menguntungkan," pamit David lalu menjabat partner bisnis mereka. Seusai berjabat tangan dengan David, Celo mengusap tangannya seolah nggak ingin bersentuhan dengan David.


Saat hendak keluar David menoleh ke arah Indira dan pamit juga


"Mari nona Indira," kata David dengan mengangguk, melihat sikap David yang santai membuat Indira kikuk.


Akhirnya Indira mengangguk balik dan ini membuat Celo sewot. Kesal sekali karena Indira merespon David meski hanya dengan sebuah anggukan.


"Nggak usah keganjenan gitu," kata Celo dari sofa lalu berjalan mendekati Indira yang tertunduk di bangkunya.


Mendengar kata-kata Celo membuat Indira kikuk, dia sungguh tak enak dengan Celo, lagian di sapa masak iya nggak merespon. Duh suaminya sungguh posesif sekali dengan David


Alex yang tidak ingin jadi saksi drama rumah tangga adiknya memilih kembali ke ruangannya.


"Ya sudah kalian lanjut dramanya aku kembali dulu, masih banyak pekerjaan menunggu," kata Alex


"Ok kak, aku juga mau lanjut bekerja," sahut Celo


"Bekerja apaan, yang ada kamu dan Indira bergulat seperti saat itu," timpal Alex dengan tertawa.


"Hahahaha." Celo tertawa keras, ternyata kakaknya masih ingat dirinya dengan sang istri dia waktu itu.


Indira nampak malu, memang saat itu mereka keterlaluan apalagi dirinya, yang termakan cemburu bisa bersikap seperti itu.

__ADS_1


Selepas kepergian Alex dan David, Celo mengangkat dagu Indira, "Kenapa kamu keganjenan gitu sama David?


__ADS_2