
"Apa benar mas, kamu bersama Farah saat ini?" kata Indira dengan air mata yang jatuh.
Dia tidak bisa membayangkan Celo berhubungan badan dengan Farah, sungguh dia tak sanggup, meski dulu Celo sering bergulat dengan Farah tapi kan dulu sebelum menikah.
Tak ingin larut dengan asumsinya, Indira pergi ke alamat yang diberikan oleh Farah. Sepanjang perjalan Indira meneteskan air matanya.
Beberapa saat kemudian, Indira telah sampai di rumah yang dimaksud Farah.
Sebelumnya, David memerintahkan para pengawalnya untuk membiarkan Indira masuk, tanpa bertanya apa-apa.
Indira yang sudah dikuasai amarah langsung masuk tanpa bertanya pada satpam.
"Farah!" teriak Indira
Indira membuka satu persatu kamar yang ada di dalam rumah tersebut dan betapa kagetnya dia melihat Farah dan David berdua di tempat tidur, Farah masih polos namun David sudah memakai celana pendeknya.
"Apa maksud kamu Farah," kata Indira
"Ups yang bersama dengan aku bukan Celo tapi David, maaf ya Indira," sahut Farah.
"Kalian berdua sungguh bejad!" seru Indira
"Aku bejad karena kamu Indira," kata David yang kini sudah mendekati Indira
Indira yang malas berdebat dengan David, dan juga Farah memutuskan untuk pergi namun secepat kilat David menangkap tubuh Indira, dia mengangkat tubuh Indira dan membawanya ke kamar pribadinya.
"Lepas David, lepas!" teriak Indira
"Susah payah menangkap kamu, apa menurut kamu aku akan melepas kamu sayang," kata David
David melempar tubuh Indira di tempat tidur, Indira beranjak dan ingin berlari keluar namun David segera menangkapnya lalu dia menali tangan Indira di ranjangnya.
Indira menangis memohon pada David supaya melepaskannya tapi tentu David tidak menggubrisnya.
"Mas David, aku mohon lepaskan aku mas," pinta Indira.
"Nggak Indira! nggak, kamu itu milik aku, sebelum Celo datang kamu telah menjadi milik aku," kata David
__ADS_1
"Bukankah kamu membohongi aku mas, aku sakit mas saat itu kamu bohongi bahkan kamu berganti-ganti pasangan di depan aku, kamu pikir aku apa? aku tau aku miskin tapi bukan bearti kamu bisa seenaknya terhadapku mas!" teriak Indira yang membuat David menatap Indira dengan nanar.
"oleh karena itu aku akan menebusnya," sahut David
"Nggak, aku sudah menikah dan aku sangat mencintai suamiku mas," timpal Indira.
"Aku nggak peduli, meskipun kamu milik Celo aku nggak perduli, karena bagiku kamu tetap milik aku," kata David lalu pergi meninggalkan Indira seorang diri di kamarnya.
David kembali lagi ke kamar di mana dia dan Farah bergulat tadi, "Aku mau keluar, sudah ada Indira di sini jadi aku nggak akan dibutuhkan," kata Farah
"Siapa bilang, aku sudah menyewa kamu untuk jadi teman ranjang aku selama aku mau," sahut David
"Tapi sudah ada Indira," timpal Farah
"Mana mungkin aku memaksanya untuk melayani aku, meskipun aku menculiknya tapi aku akan menunggunya sampai dia sendiri yang memperbolehkan aku menyentuhnya," kata David yang membuat Farah tersentuh.
Farah menatap David dengan lekat, "Baik kamu dan Celo memperlakukan Indira dengan istimewa, aku sungguh iri sama Indira," ucap Farah dengan raut wajah yang berubah.
"Sudah jangan membandingkan dirimu dengan Indira, kamu adalah seorang penari stripper yang dimana tubuh kamu untuk tontonan orang banyak, sedangkan Indira mempertontonkan tubuhnya untuk suaminya jadi jelas beda." David membandingkan dirinya dan Indira yang membuat Farah merasa sakit hati.
"Aku dulu juga tidak ingin menjadi Penari stripper David," sahut Indira dengan lirih.
"Tapi hidup itu pilihan Farah baik kamu dan aku itu sama, kita sama-sama brengsek," imbuh David
Farah membenarkan perkataan David, memang benar hidup adalah pilihan, dan akan ada konsekuensi di setiap pilihan.
Sekarang dirinya adalah seorang ja*lang, apapun akan dilakukan demi uang jadi Farah tidak ada hak untuk marah ketika orang menghinanya karena memang kenyataannya tubuhnya untuk umum, siapa yang bisa membayarnya ya itu jadi teman ranjangnya.
David yang tidak ingin keberadaannya dilacak oleh Celo segera bergegas pergi dari rumah singgahnya tersebut, dia ingin memindahkan Indira ke villanya yang terpencil di atas bukit jadi Indira tidak akan bisa kabur.
Tak ingin Indira berulah, David sengaja membiusnya. Setelah Indira tak sadarkan diri, David membawanya ke dalam mobil dan pergi ke villa miliknya, untuk mempersingkat waktu, David menyewa helikopter untuk pergi ke villa miliknya.
Di sisi lain, Celo yang baru kembali mendapatkan laporan dari Alex kalau Indira menanyakan keberadaannya,
"Aku lihat dia menangis Celo, apa kalian ada masalah?" tanya Alex
"Nggak kak, kami baik-baik saja bahkan semalam kami bergulat sampai tiga ronde," seloroh Celo
__ADS_1
"Astaga Celo, perkasa juga dirimu," kata Alex dengan tertawa.
"Ya iya dong Kak, adik siapa," sahut Celo dengan tertawa juga.
Seusai bercanda dengan kakaknya Celo melihat ponselnya dan benar, ada banyak panggilan dari Indira, Celo yang cemas mencoba menghubungi Indira balik tapi nomor ponselnya nggak aktif.
Dia juga menghubungi rumah guna bertanya keadaan Indira namun pelayan rumah mengatakan kalau Indira keluar dari tadi dan belum kembali.
Perasaan Celo sudah tidak enak, apalagi tadi pagi Indira bilang kalau dia memiliki firasat yang buruk.
"Kamu dimana sayang," gumam Celo dengan menghubungi nomor Indira tapi masih tidak aktif.
Rasa takut kini mulai menghampiri Celo, bagaimana kalau hal buruk menimpa Indira.
Tiba-tiba dia teringat akan Farah, dan Celo menghubunginya, namun nomor ponsel Farah juga tidak aktif. David sudah memperhitungkan segalanya, begitu pula David yang juga menggunakan nomor baru dan meninggalkan ponsel lamanya di rumah utamanya.
Apa ini ada hubungannya dengan David?" Celo bermonolog dengan dirinya sendiri.
Celo yang sudah tidak fokus bekerja memilih pulang lagipula sebentar lagi juga waktunya pulang.
Celo segera pulang ke rumah, dia meminta penjelasan para pelayan. Dia juga melihat CCTV rumahnya dan benar Indira memang pergi menggunakan jasa taksi online.
Celo melihat Indira menangis, dan itu membuat Celo bertambah khawatir, ada apa sebenarnya.
Setelah mendapatkan nomor plat taxi online yang mengantar Indira, Celo menghubungi anak buahnya untuk mencari tau, dan beberapa informasi sudah dikirim bahkan kini anak buah Celo menghubungi driver tadi online tersebut.
Ternyata taxi online tadi mengantar Indira ke Admadja grup.
"Bearti aku harus kembali ke kantor lagi," gumam Celo saat mendapatkan informasi dari anak buahnya.
Setibanya di kantor, Celo melihat CCTV bagian luar kantor, nampak Indira naik taxi online lagi, dan Celo meminta anak buahnya untuk mencari tau.
Setelah mendapat informasi, anak buah Celo menghubungi Celo kalau dia membawa Indira ke sebuah rumah.
Celo segera datang ke rumah singgah milik David, namun di sana nampak sepi. David memang sudah memperkirakan semua. Celo dan anak buahnya mengecek setiap ruang tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan.
"Nihil pak," lapor anak buah Celo
__ADS_1
Celo sungguh frustasi, kemana lagi dia mencari Indira.
"Kamu dimana sayang?"