
"Kamu dimana sayang?" gumam Celo dengan raut wajah yang berubah, rasa takut mulai menggerogoti hatinya.
Celo dan anak buahnya yang tidak menemukan Indira memilih pulang, Celo hanya berharap malam ini Indira pulang ke rumah meski itu tidak mungkin.
Celo yang sedari tadi mencari informasi terkait Indira sampai lupa waktu. Dia tak sadar kalau kini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
"Masih belum ada clue keberadaan Indira, kamu dimana sih sayang? jangan buat aku seperti ini. Aku bisa mati tanpa kamu," ucap Celo dengan mengusap matanya yang basah. Dia tak tau lagi dimana mencari istrinya, semua sudah dilakukan namun masih belum mendapatkan apa-apa.
Celo yang lelah memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di tempat tidur, Celo menatap tempat kosong di sampingnya. Biasanya ada istrinya yang tidur menghadapnya.
"Sayang, dimanapun kamu berada semoga kamu selalu dalam keadaan yang baik, maafkan suami kamu ini yang tidak becus menemukan dirimu," gumam Celo lalu dia memejamkan matanya.
Meski terpejam Celo tdiak benar-benar tidur, pikirannya masih berjalan-jalan ke Indira. Dia masih terpikir kata-kata istrinya tadi pagi, seandainya Celo lebih peka dan tidak pergi ke kantor apalagi ikut assiten David meninjau lokasi tentu hal ini tidak akan terjadi. Tapi nasi telah menjadi bubur, yang bisa dilakukan saat ini berdoa dan berusaha sekuat mungkin menemukan istri tercintanya.
Keesokannya Celo pergi ke kantor David namun resepsionis bilang kalau David berada di luar kota mungkin siang baru sampai di kantor.
"Aku yakin kamulah dalang dibalik ini semua David, tapi sayang aku tidak memiliki bukti," gumam Celo lalu dia pergi ke kantornya.
Celo yang tidak mungkin mencari Indira sendiri meminta Alex untuk membantunya dan berharap dengan bantuan kakaknya Indira segera ditemukan.
"Kenapa kamu baru bilang Celo?" kata Alex dengan penuh penekanan. Alex menyayangkan sikap Celo yang tidak memberitahunya dari kemarin, masalah sebesar ini kenapa disimpan sendiri.
"Maaf kak, aku kira aku bisa mengatasinya namun nyatanya tidak," sahut Celo dengan menunduk.
Alex menghela nafas, dia cukup paham dengan karakter Celo, memang selama ini adiknya lebih memilih menyelesaikan masalahnya sendiri tapi ingin membuat orang lain susah.
"Kira-kira siapa yang kamu curigai?" tanya Alex dengan menatap Celo yang tengah sedih.
"David," jawab Celo dengan menatap kakaknya balik
"David? klien kita?" tanya Alex tak percaya
"Iya," jawab Celo
__ADS_1
"Motif apa dia menculik Indira?" tanya Alex lagi penasaran, bagaimana bisa David menculik istri kliennya sendiri, padahal tidak pernah ada masalah dengan David sebelumnya.
"Dulu dia kekasih Indira kak," jawab Celo
"Dia juga pernah mengirim bunga dan cincin untuk Indira, kalau bukan David siapa lagi?" terka Celo
Alex sungguh terkejut, dia tak menyangka kalau seorang David adalah kekasih Indira yang seorang orang kampung.
Alex nampak berfikir, David adalah orang yang berkuasa tak hanya itu dia adalah seorang Mafia kelas kakap, tentu ide-ide liciknya sangat banyak dan tentu anak buahnya bukan orang biasa.
"Hem, apa bunga dan cincinnya masih ada?" tanya Alex
"Ya aku buanglah kak, untuk apa aku simpan," jawab Celo kesal.
"Padahal itu bisa jadi bukti, tapi kembali lagi David itu kan kebal hukum, pagi ditangkap sore sudah keluar," sahut Alex.
Alex dan Celo berfikir bagaimana menemukan Indira, kemudian Alex meminta anak buahnya untuk mengikuti setiap gerak gerik David.
"Kalian awasi David dari jauh, kalian sekarang stand by di sekitar kantor David," titah Alex pada anak buahnya lewat sambungan telpon.
Di sisi lain Indira sama sekali tidak mau makan dan ini membuat David sedikit kesal.
"Minumlah susu ini Indira,"kata David lembut dengan menyodorkan gelas yang berisi susu coklat kesukaan Indira.
"Nggak," tolak Indira dengan menghalau tangan David.
"Minum sedikit saja Indira, kamu dulu kan suka sekali dengan susu coklat bahkan kamu membawakan aku susu coklat setiap hari," bujuk David
"Masak sih, aku lupa tuh," sahut Indira yang membuat David kesal namun dia masih memiliki kesabaran.
"Sayang kamu sudah melupakan kenangan indah kita, bocah kecil yang selalu sayang sama aku," kata David yang membuat Indira menatap David.
"Aku nggak pernah sayang sama kamu, kamu itu seorang bajingan tengik, lelaki bejad dan brengsek, menyesal aku mengenal lelaki seperti kamu David." Indira mengeluarkan umpatan-umpatan pada David.
__ADS_1
Mendengar umpatan Indira membuat David tersenyum, meski dia sungguh kesal dengan apa yang diucapkan Indira.
David terus memaksa Indira untuk meminum susunya, karena risi akan kata-kata David Indira meminum susunya lalu menyemburkannya ke muka David, tentu hal ini membuat David marah.
"Dasar wanita brengsek, aku sudah berbaik hati untuk merawat kamu dengan baik tapi begini balasan kamu," maki David dengan mencengkeram lengan Indira dan tangan satunya mengusap mukanya yang penuh dengan susu.
"Siapa suruh merawat aku, suamiku bisa merawat aku dengan baik jadi kamu nggak usah repot-repot merawat aku!" sahut Indira bersungut.
"Kalau begitu aku nggak akan memberi kamu makan," teriak David yang kesal dengan Indira
"Malah bagus kalau aku mati, setidaknya aku mati dengan sandang istri Celo daripada aku hidup tapi bersandangkan simpanan kamu." Indira berteriak balik yang semakin membuat David semakin kesal. David mengepalkan tangannya, Indira kini berbeda dengan Indira yang dulu.
"Dasar!" umpat David, dia sebisa mungkin tidak menyakiti Indira, meski tangannya sudah gatal ingin memberi tanda merah di pipi Indira.
"Terserah kamu Indira," kata David
"Kalau begitu pergilah! malas aku melihat muka kamu yang menyebalkan dan membuat aku muak," sahut Indira dengan mengusap air matanya.
David yang melihat Indira menangis entah mengapa jadi sakit hati sendiri. Tak ingin debat sengit dengan Indira, David lebih memilih pergi dari kamarnya. Kini dia kembali ke kamarnya yang ada Farah di sana.
Indira yang istimewa ditempatkan di kamar utama villa David dan ini cukup membuat Farah iri.
"Aku bahkan tidak pernah berada di kamar utama setiap rumah David," batin Farah.
David yang bersiap untuk berangkat membuat Farah ingin ikut, dia boring di villa David.
"Baiklah bersiap sekarang Farah," titah David
Rencananya Farah ingin menginap di hotel karena dia ingin bertemu dengan teman-temannya dan dia ingin melihat Celo, siapa tau Celo memerlukan dirinya karena ditinggal Indira.
David kini tiba di kantornya dan resepsionis memberitahukan kalau ada yang mencarinya
David sudah mengira kalau itu pasti Celo,
__ADS_1
"Kamu tidak memiliki bukti apa-apa Celo, jadi istrimu aman denganku.