Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Lanjut di kamar


__ADS_3

"Mas Gilang, mas Gilang," batin Nindi


Apa karena akibat gulat yang tidak teratur otak Gilang jadi oleng sehingga bicara seenaknya sendiri.


"Itu lebih baik pak, daripada anda melakukan hal tidak senonoh di taman," kata petugas keamanan tersebut.


"Siap pak, kalau begitu kami otw pulang dulu ya," sahut Gilang.


Petugas keamanan hanya mampu menggelengkan kepala padahal Papa Gilang adalah kiblat petugas keamanan tersebut bahkan dia bekerja keras supaya anaknya kelak bisa menjadi Admadja atau Gilang Admadja dan betapa kagetnya dia model Gilang Admadja seperti ini.


"Baiklah pak Gilang namun sebelumnya isi surat ini bahwa pak Gilang tidak akan mengulangi lagi perbuatan anda tadi," ucap Petugas tersebut sambil mengeluarkan kertas dari dalam laci.


Setelah pengisi surat pernyataan Gilang dan Nindi keluar. Nampak petugas tersebut heran karena Gilang menggendong Nindi, "Kenapa nggak membiarkan istrinya jalan sendiri ya," batin petugas tersebut.


Gilang memasukan Nindi ke dalam mobil lalu dia memutar dan ikut masuk, kini mobil sudah berjalan dan Gilang senyum-senyum sendiri mengingat dia kena Razia di taman.


"Kamu kok senyum-senyum sendiri sih mas?" tanya Nindi


"Aku tu geli sayang, masak iya kita kena Razia. Ah petugas tadi nggak gaul banget," jawab Gilang.


"Bukan petugasnya yang nggak gaul tapi memang kita yang salah mas," sahut Nindi kesal.


"Malah ada lo, yang lebih dari kita. Kita lo cuma ciuman, malah biasanya anak muda yang lain raba-raba dan tangan masuk celana," timpal Gilang

__ADS_1


"Masak sih mas, kamu kok pengalaman banget?" tanya Nindi dengan melemparkan tatapannya ke Gilang.


"Astaga sayang, kamu kurang update banget, berita kan banyak," jawab Gilang.


Nindi hanya bisa memijat kepalanya yang pening, dia takut kalau tadi ada wartawan dan menyebarkan berita memalukan tersebut.


Tak berselang lama mereka sampai di rumah, Gilang segera menggendong Nindi dan meminta pelayan mengambil kursi roda Nindi di dalam mobil.


"Jadi sekarang kita lanjut pacarannya," bisik Gilang.


Mama yang baru keluar dari kamar memanggil Gilang yang kebetulan belum masuk ke kamar.


"Gilang, Nindi," panggil mama


Gilang dan Nindi menoleh, "Ada apa ma?" tanya Gilang


"Ah mama, nggak tau apa kalau mau lanjut pacaran," gerutu Gilang lalu dia menuju ruang keluarga begitu pula dengan mama Gilang.


Nindi mengelus punggung Gilang mencoba menguraikan kekesalan suaminya.


"Gilang, papa kamu mengundang kita ke rumahnya malam ini," kata mama


"Ok ma," sahut Gilang lalu dia segera beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Mau kemana mas?" tanya Nindi


"Lanjut sayang," jawab Gilang.


"Mama belum selesai bicara Lo mas," sahut Nindi.


Mama heran dengan Gilang kenapa buru-buru ingin masuk ke kamar.


"Gilang, kamu buru-buru sekali memangnya mau apa sih," gerutu mama.


"Sunah rosul ma," sahut Gilang


"Astaga Gilang, Gilang. Ini masih siang bolong nak, kamu gupuh sekali ingin melakukan sunah rosul," timpal Mama dengan memijat pelipisnya.


"Hehe iya ma, lanjut tadi di taman," sahut Gilang


Mama mengerutkan alisnya, apa maksudnya lanjut tadi di taman.


"Bisa kamu jelaskan dulu?" tanya Mama


Gilang yang sudah mengendong Nindi harus meletakkan istrinya kembali, lalu dia mengusap rambutnya.


"Mama tersayang, tercinta, ter ter pokoknya.Tadi Gilang pacaran di taman, dan sekarang Gilang mau lanjut di kamar," jawab Gilang

__ADS_1


Mama yang tidak bisa berkata apa-apa lagi menyuruh anak dan mantunya segera melakukan sunah rosul dan tidak ingin menganggu.


"Gilang, Gilang," gumam Mama.


__ADS_2