Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Bunga dan cincin untuk yang terkasih


__ADS_3

"Aku tau pak," kata Veri yang membuat Gilang sumringah.


"Gimana?" tanya Gilang


"Kita cari saja orang-orang bule, terus kita dandani seperti mereka kalau nggak gitu ya kita cari boyband negara ini dan kita suruh nyanyi lagu boyband itu dengan muka yang kita tutup dengan striker boyband tersebut," jawab Veri.


"Tapi kalau Nindi nggak mau gimana?" tanya Gilang


"Coba dulu pak," jawab Veri


"Baiklah kamu coba pergi cari boyband dan terus tempel muka mereka dengan stiker westlife, setelah itu bawa kemari," titah Gilang.


Veri lalu pulang, dia kini mencari informasi terkait boyband yang bisa dia undang. Musim pandemi saat ini tentu sulit mencari boyband apalagi sekelas artis. Veri akhirnya menemukan boyband Abal-abal untuk memenuhi nyidam Nindi.


Keesokan harinya, Boyband tersebut dibawa Veri ke studio tentu dengan stiker yang menempel di wajah mereka.


Dari awal Nindi sudah curiga dan ternyata benar kalau yang dibawa Gilang bukan Westlife melainkan boyband lain.


"Aku mintanya Westlife bukan mereka, sekarang bawa mereka pergi," teriak Nindi


Veri segera menyuruh mereka semua untuk pergi dan untuk bayarannya nanti ditranfer ke rekening masing-masing.


"Gatot Ver," kata Gilang dengan lemas


"Aku menyerah pak," sahut Veri


Gilang mengusap rambutnya dengan kasar, "Gimana mas?" tanya Nindi


"Gimana, gimana, apanya yang gimana?" tanya Gilang mulai ketus


"Kamu kok ketus gitu sih mas," jawab Nindi dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kamu keterlaluan, nyidam kamu itu nggak masuk akal, kalau ingin menyiksa suami sana ambil pisau, jangan seperti ini," maki Gilang


"Minta tu yang sekiranya ada yang jual seperti tas Hermes kek, berlian pink panther, safir atau Zamrud, apa jam tangan Rolex, sepatu kaca, mobil, rumah, liburan keliling dunia atau apa kek bukannya nyidam yang seperti ini," imbuh Gilang


Mendengar makian Gilang membuat Nindi menangis.


"Apa yang aku minta masih ada di dunia ini, bagaimana kalau aku meminta buah surga. Kalau nggak mau memenuhi ya sudah tapi nggak usah ngegas seperti itu. Lagian dari awal tu kamu memang nggak pernah sayang sama aku," ucap Nindi dengan menangis.


Veri yang melihat drama rumah tangga bosnya jadi nggak enak, dia juga bingung, memang sih keinginan Nindi masih bisa digapai tapi untuk bertemu Artis sekelas Westlife tentu tidak mudah.


Tiba-tiba Nindi memegangi punggungnya, dia merasa punggungnya kencang sekali.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Gilang


"Sana, nggak usah pedulikan aku," kata Nindi menghalau Gilang yang ingin menolongnya.


"Sayang, jangan begitu. Baiklah aku akan berusaha membawa kamu ke Eropa kalau nggak gitu aku bawa mereka kesini," bujuk Gilang.


"Aku sudah nggak mood dengan mereka," kata Nindi

__ADS_1


"Lalu?" tanya Gilang


"Aku ingin kamu, Veri, kak Celo dan kak Alex bernyanyi," jawab Nindi


"Mati aku," sahut Gilang


"Mati ya dikubur, gitu aja repot," timpal Nindi


Gilang mencoba meredam amarahnya, "Sabar pak, nanti kalau baby nya lahir bisa ditukar tambah," bisik Veri dengan tertawa.


"Nggak usah tertawa, mau aku pecat?" ancam Gilang dengan berbisik.


Seketika Veri terdiam dan melanjutkan tawanya di dalam hati.


Hari sudah semakin larut mereka semua memutuskan untuk pulang.


***************


Ah, ah, ah,


Farah men*desa*h dengan hebat karena tongkat sakti David, semenjak menjadi teman ranjang David, kebutuhan Farah tercukupi dia tidak usah pusing-pusing memikirkan uang karena David sudah memenuhinya.


"Mulai bulan depan, jangan disini lagi," kata David setelah mencapai pelepasannya.


"Bukankah perjanjian kita selama setahun," protes Farah.


"Iya, tapi aku sudah bosan," sahut David


"Aku mencintai seseorang, dan aku ingin membawanya kemari jadi aku tidak ingin menyakitinya dengan adanya dirimu di sini," ucap David


"Apa seorang lelaki seperti kamu bisa setia dengan wanita?" tanya Farah


"Tentu bisa," jawab David


Kini Farah dan David memutuskan untuk tidur dengan keadaan polos mereka.


Masih ada waktu bagi Farah untuk menikmati dan meminta uang lebih pada David, rencananya dia ingin kembali bekerja jadi penari stripper.


************


Karena kerja sama yang terjadi membuat David sering ke kantor Celo, awalnya Celo sangat senang


David bisa bergabung namun kali ini dia menyesal karena David adalah sebuah ancaman dalam rumah tangganya.


Saat jam istirahat, Veri dan Gilang pergi menemui kedua kakaknya. Dia ingin meminta bantuan kedua kakaknya untuk membantunya memenuhi keinginan Nindi.


"Ada masalah apa Gilang?" tanya Alex


"Begini kak, aku ingin meminta bantuan kak Alex dan kak Celo untuk memenuhi ngidamnya Nindi," jawab Gilang


Alex dan Celo saling pandang, penasaran dengan ngidamnya Nindi sehingga membuat Gilang datang dan menemui mereka.

__ADS_1


"Memangnya apa ngidam istri kamu?" tanya Celo


"Mereka ingin kita membuat Boyband kak," jawab Gilang


"What!" teriak Celo dan Alex bersamaan


"Gilang, Gilang. Istri kamu bagaimana bisa ngidam seperti itu. Bagaimana mungkin kita buat boyband ada-ada saja," kata Alex


"Dan suara kami ini sangat false, bisa-bisa dunia rusak karena suara kami," sahut Celo


"Plis kak, nanti kalau Indira hamil aku janji akan membantu kak Celo memenuhi ngidamnya, dan untuk kak Alex nanti kalau Nita hamil lagi aku juga janji akan membantu memenuhi ngidamnya." Gilang memohon pada kedua kakaknya.


Melihat adiknya yang memohon membuat Alex dan Celo menyanggupi keinginan adiknya tersebut demi keponakan mereka.


"Jadi kapan kita adakan konser?" tanya Celo


"Hari minggu kak, aku akan menyiapkan studio di rumah, jadi Nita dan Indira bisa ikutan lihat performa kita," jawab Gilang dengan tertawa.


"Lalu aku siapa yang lihat?" tanya Veri


"Mangkanya cari cewek, jangan jomblo melulu perasaan aku juga nggak begitu mengikat kamu berbeda dengan Presdir-Presdir lain yang sedikit-sedikit menyuruh asistennya seperti tidak ada pelayan lain saja," ucap Gilang yang membuat Veri terkekeh.


Karena yang tidak ada yang dibicarakan, Gilang dan Veri pamit undur diri.


"Akhirnya Ver," kata Gilang dengan menyandarkan kepalanya di jok mobil.


"Jangan senang dulu pak, ngidam berikutnya masih banyak, setelah ngidam ini selesai akan ada puluhan ngidam yang nggak masuk akal di belakang jadi waspadalah!" Veri mengingatkan Gilang.


Mendengar kata Veri membuat Gilang melemas, sungguh kehamilan kali ini berbeda dengan kehamilan yang dulu, kini mereka berdua kembali ke kantor.


Saat malam hari, Celo dan Indira lagi bercerita tentang cinta di taman, bisa dibilang kencan di rumah.


Saat asik bersua, tiba-tiba satpam datang memberitahukan kalau ada kurir yang ingin mengantar barang.


"Ya udah suruh masuk," titah Celo.


Satpam kembali lagi untuk menyuruh Kurir masuk.


"Kok aneh ya mas, ngantar barang kok malam-malam," kata Indira


"Iya, entahlah sayang," sahut Celo


Tak selang lama kurir memberikan bunga pada Indira dan sebuah kotak perhiasan.


Ada sebutan kartu ucapan yang bertuliskan


Bunga mawar dan cincin untuk yang terkasih, semoga sebentar lagi aku bisa mengabulkan


mahligai pernikahan yang tertunda


Celo membuang bunga dan cincin yang dikirim oleh orang iseng tersebut yang tak lain adalah David.

__ADS_1


"Brengsek kau David,"


__ADS_2