
"Jadi apa bisa gulat sekarang?" tanya Celo
"Mas Celo, bisa nggak gulatnya besok saja," jawab Indira yang membuat Celo melemas
Melihat suaminya melemas membuatnya tertawa
"Ayo ayo, aku juga pengen gulat," kata Indira dengan tersenyum.
Tanpa aba-aba Celo langsung saja mengungkung istrinya, dia melahap bibir manis istrinya yang lama tidak dia rasakan.
Baik Celo dan Indira bergulat dengan panas, puas dengan bibir kini turun ke leher, dalam sekejap leher putih menjadi merah, bahkan kebiruan. Indira menikmati permainan suaminya dengan menge rang dan me nde sah, dia menggeliat bagai cacing kepanasan. Indira tidak kuat menahan gejolak hasrat panas yang sedari tadi membakarnya.
Kini tubuhnya sudah polos, dia membuka kakinya yang sudah tak sabar menerima serangan tengah malam dari Celo.
"Kelihatannya kamu sudah tidak sabar sayang," kata Celo yang masih susah payah melepas celananya.
"Kok lama sih mas," kata Indira yang sudah tidak sabar
"Sabar sayang, ini resletingnya nyangkut dan susah membukanya," sahut Celo
"Astaga mas, duh resleting ini juga kenapa sih nyangkut segala, nggak tau apa kalau lagi buru-buru," gerutu Indira.
Indira mencoba membantu tapi memang resletingnya nggak mau dibenahi, Celo yang nggak sabar kemudian mengambil gunting untuk menggunting celananya.
__ADS_1
"Mau ngapain mas?" tanya Indira
"Mau gunting celananya sayang," jawab Celo
"Eh, sayang celananya. Ini celana baru Lo," sahut indira tak rela jika Celo menggunting celananya.
"La terus gimana sayang, tongkat sakti aku sudah nyut nyutan di dalam, aku udah nggak kuat menahannya lebih lama," timpal Celo
Indira yang kasihan dengan Celo dan juga dirinya, mau nggak mau dia menggunting celana Celo dan kini tinggal ce la na da lam yang masih menempel.
Melihat tongkat sakti Celo yang berdiri sempurna membuat Indria memainkannya dengan tangan.
"Besar sekali mas," kata Indira
"Gitu ya mas, tapi kalau udah cinta besar maupun kecil nggak kan jadi soal mas," sahut indira
"Tapi ada Lo sayang demi mendapatkan tongkat sakti yang besar seorang istri memiliki pe muas pribadi selain suaminya," jelas Celo
"Tau mas, mereka menyewa gi go lo kan? biasanya yang suka gini ya Tante-tante girang. Mereka menyukai berondong," sahut Indira
Tak ingin banyak bicara Indira menaik turunkan tangannya, dan ini membuat Celo menge rang.
"Oh.... Lama nggak dipegang, begitu kamu pegang nikmat sekali sayang," kata Celo
__ADS_1
Tangan Indira sibuk memainkan tongkat sakti suaminya, sedangkan Celo kini menyibukkan tangannya di dada istrinya.
Mereka berdua kini sama-sama meng erang.
Karena tak tahan, Celo segera menidurkan istrinya lalu dia mengerjainya lagi.
"Ku rasa foreplay nya sudah cukup mas," kata Indira
"Kamu sudah nggak tahan ya sayang," sahut Celo
"Iya mas, pengen segera disodok," timpal Farah
Kini mereka berdua saling dibuai asmara yang menggelora memabukkan dua insan saling jatuh cinta ini, keduanya saling memburu untuk mencapai kenikmatan yang hakiki.
"Lebih keras mas," bisik Indira dengan menggigit bibir bawahnya,
"Kamu liar juga sayang," bisik Celo balik dengan menji lat telinga istrinya.
Celo mengangkat kaki Indira dan meletakkan kaki Indira di bahunya.
Kemudian Celo menyodok lagi, "Aw mas, dalam sekali masuknya," kata Indira
"Sakit?" tanya Celo yang khawatir
__ADS_1
"Nggak, rasanya nikmat-nikmat gimana gitu," jawab Indira dengan tertawa