Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Sampai subuh


__ADS_3

"Lalu apa yang harus aku lakukan supaya kamu memaafkan aku," tanya Indira.


"Pikir saja sendiri, kira-kira apa yang harus kamu lakukan supaya aku memaafkan kamu," jawab Celo


"Ayo dong mas, kamu minta apa?" tanya Indira


"Kan aku sudah bilang kamu pikir sendiri," jawab Celo dengan jaim.


Indira melepas pelukannya lalu melangkah ke depan Celo, dia memegangi kepala Celo dan sedikit menurunkannya.


"Kamu mau ini kan?" tanya Indira lalu melahap bibir Celo, dia melahap rakus bibir suaminya, dia menyesap lidah suaminya dan menjelajah setiap sudut rongga mulut suaminya.


Sri dan art lain yang selesai bergunjing kaget melihat Indira dan Celo berciuman di bawah tangga.


Dan para art yang lain melemparkan tatapan mautnya pada Sri. Dia bilang kalau Celo selingkuh tapi mengapa ini Indira mencium Celo dengan rakus.


"Ih berita kamu itu hoax ya Sri," kata art lain


"Hoax gimana maksud kamu, jelas-jelas tadi aku dengar sendiri meski samar namun jelas-jelas terpercaya, teraktual dan tajam setajam kater," sahut Sri tak terima.


Celo yang kehabisan nafas melepaskan pautan mereka, "Aku minta lebih," kata Celo masih dengan jaim.


"Ok," sahut Indira.


Celo dan Indira kini pindah ke kamar, saat masuk kamar Indira segera melepas bajunya, kini dia benar-benar polos.


Dia menarik dasi Celo dan melempar Celo ke tempat tidur, demi mendapatkan maaf dari Celo dia akan memberikan service yang luar biasa.


Cukup insting yang bermain, Indira segera melepas semua baju Celo, setelah itu Indira naik ke atas tubuh Celo, dia menuntun tangan Celo ke benda kenyal mirip bukit miliknya.


Celo ******* ***** benda kenyal Indira yang menggantung.


Indira mendekatkannya ke wajah Celo dan Celo langsung saja melahap buah kenyal milik istrinya. Dia memainkan pucuk bukit istrinya dengan lidahnya, sesekali dia menggigit kecil untuk memberikan sensasi yang luar biasa pada istrinya.


Indira mengerang hebat, bahkan bagian bawahnya kini basah dengan cairan bening miliknya.


Melihat tongkat sakti milik suaminya membuat Indira bernaf*su untuk melahapnya juga.


Celo memejamkan matanya saat Indira memasukkan tongkat sakti Celo ke dalam mulutnya.


"Oooohhhh sayang nikmat sekali," kata Celo


Melihat suaminya merasakan kenikmatan membuatnya berhasrat untuk memberikan kenikmatan yang lebih.


Indira memainkan tongkat saktinya dengan lidah, dan ini membuat Celo menaik turunkan pinggulnya.


Indira memompa dengan cepat,


"Sayang, sudah," titah Celo


Dia bilang sudah tapi tangannya ikut menggerakkan kepala Indira.

__ADS_1


Dan Celo pun mendapatkan pelepasannya.


"Is Amazing sayang," kata Celo puas sekali dengan service dari istrinya.


Indira belum puas, dia kini naik ke tubuh Celo lalu memasukkan tongkat sakti Celo yang masih bisa berdiri setelah mengeluarkan isinya..


Indira menjepit tongkat Celo dengan miliknya, otot-otot bagian bawah Indira terus menjepit, hingga Celo lagi-lagi mengerang dan men*de*sah hebat.


Indira mulai menaik turunkan tubuhnya, dan Celo menanyakan benda kenyal milik istrinya yang sedari tadi ikut naik turun mengikuti irama tubuh Indira.


Tubuh Indira menegang kini yang tandanya dia sudah mendapatkan pelepasannya.


Tau istrinya kelelahan membuat Celo menggantikan posisinya, cukup sudah istrinya yang memimpin kini gantian dirinya.


Beberapa saat kemudian dia sudah mencapai klimaksnya.


Celo tergeletak lemah di samping istrinya dengan nafas tersengal, lalu Celo beranjak dan membersihkan diri.


"Mas kamu mau kemana?" tanya Indira


"Ada urusan," jawab Celo


"Mas kamu masih marah?" tanya Indira lagi


Celo mendekati istrinya yang masih polos di tempat tidur.


"Ini masih belum, tunggu aku pulang dan akan aku lanjut eksekusinya, kita bergulat sampai subuh," jawab Celo yang membuat Indira menelan salivanya.


"Aku juga manusia lah memangnya kamu mau memiliki pasangan seorang jin," sahut Celo dengan menggelengkan kepala.


"Ya nggak mas, aku pengennya kamu hingga akhir hidupku, nggak mau yang lain," timpal Indira.


"Aku juga sama," balas Celo.


Celo sebenarnya ingin ke kantor karena dia harus konfirmasi dengan Alex setelah itu dia ingin membeli ponsel baru.


"Aku berangkat ya," pamit Celo


"Iya, hati-hati ya mas," balas Indira.


Sebelum pergi tak lupa dia mengecup bibir istriya sekilas, saat hendak beranjak dia melihat bagian dada Indira yang membuatnya gemas.


"Kamu sengaja memperlihatkan padaku ya," bisik Celo


Celo yang gemas meremas sekilas, akibat remasan Celo Indira mulai merasakan hasratnya lagi.


"Kita lanjut lagi nanti," kata Celo lalu meninggalkan istrinya.


*****************


Aaaahhhh

__ADS_1


oooohhhhhh


"Terus mas." Sudah pukul dua dini hari namun gulat panas Indira dan Celo masih belum selesai, meski sudah sangat lemah tapi mereka berdua bertahan hingga pelepasan datang.


Entah berapa banyak pelepasan yang mereka dapatkan, dan kini kedua insan ini sama-sama terkulai lemas tak berdaya.


Merekan memutuskan tidur dan baru sebentar saja mereka sudah terlelap.


Matahari sudah menyapa, dengan tubuh yang remuk seperti digebukin orang sekampung, Indira berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Aaawwww perih sekali." Indira merintih karena bagian bawahnya sangat perih saat dia buang air kecil.


"Mas Celo mengoyak habis dan mengobrak abrik bagian sensitif ku," kata Indira.


Dengan sedikit menahan sakit, dia membasuhnya lalu mandi, setelahnya dia membangunkan Celo.


Hari ini dia ingin ikut Celo ke kantor dia ingin melihat wajah Farah itu seperti apa, hari ini kemungkinan Farah akan menemui Celo lagi karena mulai saat ini Indira melarang Celo untuk memberi uang lagi.


"Tapi kamu jangan marah plus panas saat dia memperlihatkan video aku dengannya dulu," kata Celo


"Iya iya mas," sahut Indira.


Celo yang sudah selesai mandi kemudian memakai baju yang sudah disiapkan Indira lalu mereka turun untuk sarapan.


Para art yang melihat majikan mereka pada heran, kini mereka sadar kalau mereka termakan cerita hoax Sri.


Sri yang bertugas menyiapkan sarapan kaget karena melihat tanda cinta di leher Celo dan juga Indira.


"Ih rakus sekali, seperti nggak pernah gituan," batin Sri yang merasa iri.


Seusai menyiapkan sarapan Sri kembali ke dapur, dia pun bersiap untuk bergosip ria menunggu majikannya berangkat.


**********


Ternyata benar dugaan Indira kalau Farah pasti akan datang karena Celo kemarin tidak memberinya uang. Dia menunggu di loby kantor Celo, rencananya Farah ingin pergi ke salon oleh sebab itu dia butuh uang dan siapa lagi yang bisa memberinya uang selain Celo.


"Celo," panggil Farah


Celo menoleh dan dia nampak pucat, karena saat ini ada Indira bersamanya.


Indira yang melihat Farah terkagum-kagum karena body Farah yang aduhai.


"Pantes mas Celo tergila-gila la orangnya seperti ini," batin Indira.


Melihat Indira membuat Farah tersenyum miring, kebetulan sekali pikir Farah.


"Halo, kenalkan saya teman Ranjang Celo," Farah memperkenalkan dirinya.


"Oh, sekarang jadi mantan teman ranjang kan?" balas Indira.


"Oh lupa, perkenalkan saya teman hidup, teman tidur serta tulang rusuk mas Celo,"

__ADS_1


__ADS_2