
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Celo
"Eh mas Celo, ini mas David ingin mengobrol sebentar dengan aku," jawab Indira.
"Mas David," sahut Celo dengan curiga.
Indira nampak gugup, lalu dia mengajak suaminya untuk masuk ke dalam.
Setibanya di ruangannya, Celo mendudukkan istrinya.
"Apa maksud kamu dengan memanggilnya mas," kata Celo dengan tatapan yang nggak biasa.
Indira nampak memucat, dia bingung kini apa harus jujur atau menyimpan dan menutup masa lalunya rapat-rapat.
Celo yang kesal mengulangi pertanyaannya
"Aku bertanya padamu, kenapa kamu memanggilnya mas?" tanya Celo lagi dengan tatapan yang menahan amarah.
"Itu karena aku mengenalnya mas," jawab Indira dengan takut.
"Apa hubungan kalian?" tanya Celo lagi
"Dulu dia adalah bos aku mas," jawab Indira
"OOO bos kamu, tapi kamu memanggilnya mas, jangan bilang kalau dia adalah mantan kekasih kamu," sahut Celo dengan tertawa.
Celo cukup tau siapa David, sepak terjang David seperti apa Celo cukup tau, meski David seorang pebisnis sukses namun David adalah seorang Casanova yang lebih parah dari dirinya dulu, tak hanya satu terkadang David bermain dengan beberapa wanita sekaligus.
"Apa kamu mantan kekasihnya dulu?" tanya Celo
Indira mengangguk dan ini membuat Celo mengusap rambutnya kasar.
"Apa kamu pernah tidur dengannya?" tanya Celo lagi membuat Indira marah.
Plak
Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Celo, "Kamu kan yang mengambil keperawanan aku, lalu kenapa kamu bertanya hal seperti itu padaku. Aku tau David seorang yang brengsek tapi bukan bearti aku juga brengsek. Aku tidak pernah melakukan apapun dengan David, dia tidak pernah menyentuhku. Ciuman juga kami tidak pernah melakukannya," jawab Indira lalu pergi dengan membawa tangis.
Celo segera menyusul istrinya, cemburu membuatnya menyakiti Indira.
Saat di loby Celo berhasil menangkap Indira setelah mereka main kejar kejaran seperti dalam film drama di tv tv.
"Maafkan aku," kata Celo dengan menyesal
__ADS_1
Indira menangis dalam pelukan Celo, dan David yang masih di tempatnya bisa melihat dengan jelas adegan Celo dan Indira.
"Nikmati saja kebersamaan kalian, karena sebentar lagi, aku pasti bisa mengambil Indira dari tangan kamu Celo," gumam David lalu dia pergi.
Celo dan Indira kembali lagi ke ruangan Celo, karena lapar Celo dan Indira memutuskan untuk makan siang bersama.
"Aku minta maaf juga mas karena nggak jujur padamu," kata Indira
"Iya sayang, ya udah kita lupakan masalah ini ya," ucap Celo lalu mengecup kening Indira.
Ada rasa takut dalam hati Celo, dia agak tidak nyaman, dia takut kalau David akan mengambil Indira dari tangannya.
**********
Di sisi lain, Gilang masih direpotkan dengan kehamilan istrinya.
Saat Gilang pulang lagi-lagi dia mendapatkan keinginan istrinya yang di luar nalar lagi.
"Mas lihatlah mas, mereka ganteng-ganteng sekali, aku ingin bertemu dengan mereka," kata Nindi yang memperlihatkan boyband asal Irlandia, weslife .
Gilang yang tidak paham dengan dunia musik dan boyband mengambil ponselnya, dia melakukan pencarian di Mbah Gugel terkait boyband yang dimaksud oleh Nindi.
Gilang pun menghela nafas, "Mereka itu sudah pada tua sayang, sekarang sudah jelek-jelek," kata Gilang sambil menunjukkan foto-foto personil westlife yang sudah tua.
Gilang menatap sekilas istrinya, ingin sekali menabok istrinya yang bersikap seenaknya sendiri. Gilang mau nggak mau mengikuti keinginan istrinya yang mengesalkan tersebut.
Beberapa saat kemudian dia menunjukkan ponselnya pada Nindi, "Lihat mereka konser di negara kita dua tahun yang lalu," kata Gilang. "Dan mereka sudah nggak konser lagi," imbuh Gilang.
"Kalau begitu kita ke Eropa saja mas," sahut Nindi yang membuat Gilang semakin ingin menabok istrinya tersebut.
"Kamu nggak baca atau lihat berita ta sayang? keadaan Eropa saat ini lagi kacau, ada dua negara yang lagi berperang, kamu ingin kena dampak rudal mereka," omel Gilang kesal dengan istrinya
"Terkena dampak rudal kamu saja perutku sudah membengkak seperti ini apalagi rudal mereka," seloroh Nindi yang membuat Gilang menatapnya.
"Astaga sayang, kamu tadi makan apa sih?" tanya Gilang dengan mengusap rambutnya kasar
"Makan nasi lah masa iya aku makan menyan, kuntilanak dong aku," jawab Nindi yang semakin membuat Gilang ingin membenturkan kepalanya ke tembok.
"Kamu nggak makan mas?" tanya Nindi kemudian
"Nggak, udah kenyang karena kesal," jawab Gilang
"Baiklah, tapi tetap pikirkan tu bagaimana pun aku ingin bertemu dengan mereka," sahut Nindi lalu dia memainkan ponselnya lagi untuk mendengarkan lagu-lagu dari boyband tersebut.
__ADS_1
Gilang hanya bisa menggelengkan kepala, apa karena kehamilannya hingga istrinya kini menjengkelkan sekali.
"Kamu tu kalau nggak novel ya tok tok an, kalau nggak gitu yutub an, sesekali bacalah berita yang sekiranya menambah wawasan bukannya melihat hal-hal yang nggak penting seperti itu," saran Gilang.
Nindi melemparkan lirikan mautnya pada Gilang karena dia sedikit tersinggung dengan ucapan Gilang dan Gilang yang mencium bau-bau marah pun melarikan diri sebelum singa betina marah dan menerkamnya.
"Aku ke bawah dulu sayang," kata Gilang lalu ngacir keluar kamarnya.
Gilang segera turun dan tidak sengaja menabrak mamanya.
"Kamu tu kalau jalan hati-hati kenapa sih Gilang? mama segede gini kamu tabrak," omel mama
"Maaf ma, Gilang menghindari singa betina takut diterkam," sahut Gilang dengan tertawa.
Mama menggelengkan kepala bisa-bisanya menyebut Nindi singa betina.
"Kenapa lagi?" tanya Mama
"Ngidamnya ma, aneh-aneh. Pusing Gilang." Gilang mencoba menumpahkan kekesalan hatinya pada mamanya.
"Sabar orang hamil juga seperti itu apalagi kehamilan Nindi kan kehamilan kembar, hamil satu anak saja tuh dulu mama nggak nyaman sekali apalagi dua," hibur mama
"Iya ma, tapi kalau aneh-aneh Gilang nggak bisa memenuhi keinginannya," sahut Gilang
"Cari alternatif, mang menghadapi ibu bumil harus extra sabar dan harus kreatif," saran mama lalu meninggalkan Gilang.
Gilang nampak berfikir, bagaimana bisa memenuhi keinginan istrinya yang sulit tersebut.
Gilang lalu mengubungi Veri, biasanya Veri memiliki ide brilian untuk setiap masalahnya.
Gilang meminta Veri untuk datang ke rumahnya, karena kurang nyaman jika mengobrol di sambungan telpon.
Kurang dari satu jam Veri sudah datang ke rumah Gilang, kini mereka mengobrol berdua di ruang kerja Gilang.
"Bagaimana ini Ver, Nindi nyidam ingin ketemu dengan boyband Irlandia," kata Gilang yang memulai pembicaraan dengan Veri
Veri menggelengkan kepala, "Nindi sungguh merepotkan, aku punya istri gitu, aku lempar ke segitiga Bermuda pak," sahut Veri yang membuat Gilang menatapnya kesal, dia minta ide bukannya saran yang seperti itu.
"Haha." Veri tertawa ngakak lalu dia menaikan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Veri berfikir sekarang, begitu pula dengan Gilang. Bukannya tidak bisa membawa Nindi ke Eropa namun saat ini lagi musim pandemi ditambah dengan keadaan Eropa yang lagi dalam masa perang dua negara.
"Aku tau pak,"
__ADS_1