Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Boyband abal-abal


__ADS_3

Celo membuang bunga dan cincin yang dikirim oleh orang iseng tersebut yang tak lain adalah David.


"Brengsek kau David,"


Indira merasa bersalah pada Celo, kalau saja dia tidak bertemu David mungkin hal ini tidak akan terjadi.


"Sabar mas," kata Indira mencoba menenangkan suaminya.


"Sabar gimana, ada maling yang ingin mengambil istriku bagaimana aku bisa sabar," sahut Celo dengan marah.


"Mas, mas! dengerin aku. Cintaku hanya untuk kamu, sayangku hanya untuk kamu jadi tolong jangan ragukan itu, biarkan David bilang apa. Jangan terpengaruh dengannya mas," hibur Indira


Celo nampak tenang sekarang, dia sungguh takut jika orang yang dia cinta direbut orang lain.


"Apa sih mas mau kamu," batin Indira kesal.


Kini Celo dan Indira masuk ke dalam rumah, tak jauh dari sana ada Sri yang melihat, dia nampak melihat Celo membuang bunga yang dikirim oleh kurir.


"Astaga, cincin dan bunga indah begini dibuang. Lebih baik aku ambil saja," kata Sri lalu dia mengambil cincin yang dibuang Celo.


Dua hari berlalu, meski banyak teror dari David tapi Indira dan Celo menganggapinya dengan santai.


Hal ini membuat David merasa kesal, bahkan Indira tidak datang menemuinya.


"Brengsek kalian, awas kamu Indira setelah kamu aku dapatkan, kamu tidak akan aku lepaskan," kata David dengan melempar botol minuman.


Farah yang saat itu bersama David jadi kaget, lalu dia memeluk David dari belakang.


"Aku tidak tau apa penyebab kamu marah tapi tugasku di sini untuk meredam amarahmu," hibur Farah lalu mencium bibir David.


Terjadilah gulat di antara David dan Farah, dimana mereka menghabiskan Minggu pagi mereka dengan bergulat.


Di sisi lain, Celo dan Indira siap pergi ke rumah Gilang begitu pula dengan Alex dan Nita.


"Ngidam Nindi ada-ada saja," kata Indira


"Iya sayang, jangan-jangan besok kamu juga seperti itu," sahut Celo


Ya nggak tau mas, kalau kamu pengennya aku ngidam apa?" tanya Indira


"Kalau aku pengennya bergulat setiap hari dengan kamu," jawab Celo


"Dasar," sahut Indira dengan membuang pandangannya keluar jendela.


Tak berselang lama mereka sampai di rumah Gilang, Gilang dan Veri sudah berpenampilan layaknya boyband.


"OMG," kata Alex


"Dulu aku dibingungkan dengan ngidam kak Alex sekarang Gilang, nasib aku sungguh tragis ya," sahut Celo


"Nasib kita sama pak, tapi setidaknya pak Celo sudah memiliki pasangan sedangkan saya belum," timpal Veri

__ADS_1


"Kamu cari dong Ver," ucap Alex dengan tertawa.


Kini keempat pebisnis hebat berubah jadi boyband yang tampan, meski sudah berumur tapi mereka masih sangat pantas menjadi boyband.


"Kalian cakep sekali sih, persis seperti Westlife," puji Nindi


Kini Nindi meminta mereka untuk menyanyikan lagu-lagu Westlife.


"Kamu tau lagu-lagu weslife itu seperti apa sih Celo?" tanya Alex


"Mana aku tau kak, aku ini bukan pecinta musik tapi pecinta wanita," jawab Celo dengan tertawa.


"Hey, Gilang kamu tau lagu-lagunya my life atau tidak?" tanya Celo


"Westlife pak Celo bukan my life." Veri mencoba membenarkan Celo


"Nah itu maksud aku," kata Celo


"Kalau kita nggak tau lagunya bagaimana kita bisa menyanyikan lagu mereka?" tanya Alex


"Entahlah kak, kita nyanyi lagu yang lain saja," jawab Celo


"Lagu apa?" tanya Veri


"Ikuti aku," jawab Celo.


Celo menyapa para istri, seolah mereka adalah penggemar.


Gilang dan Alex serta Veri saling pandang,


"Apa-apaan dia," kata Alex


"Woy kak Celo, tujuh belasan masih lama," sahut Gilang.


Celo lalu menghentikan lagunya, "Lagu apa dong?" tanya Celo


Para pendengar yang tak lain para istri jadi gemas dengan fa*ke boyband di depannya.


Bisa-bisanya menyanyikan lagu kebangsaan.


"Mas Gilang, buruan dong nyanyi, jangan nyanyi lagu kebangsaan," kata Nindi dengan sedikit berteriak.


"Baik sayang," sahut Gilang.


Veri yang merasa kesal akhirnya menyanyikan lagu barat yang berjudul Everything i do, i do it for you


Semua nampak menatap Veri yang menjiwai lagu yang dibawanya.


"Ternyata suaranya bagus juga," puji Alex


"Benar," sahut Celo

__ADS_1


Setelah selesai tepuk tangan terdengar riuh terdengar, dan Veri tersenyum puas.


"Kalau nyanyi sendiri-sendiri namanya bukan Boyband tapi solo karier," kata Celo


Mereka berempat bukannya menyanyi malah bingung mau nyanyi lagu apa akhirnya mereka bernyanyi lagu random, ada yang menyanyi lagu anak-anak hingga lagu religi namun meskipun begitu mereka berempat cukup menghibur.


Dan saat terakhir mereka menyanyikan lagu i wanna grow old with you lagu yang dipopulerkan oleh Shane westlife.


Dengan memegangi perutnya Nindi berucap


"Meskipun abal-abal namun keinginan kalian kini sudah terpenuhi.


Konser mereka kini telah usai, Gilang mengucapkan banyak terima kasih pada kedua kakaknya yang mau menolongnya.


"Sama-sama, ya sudah kami pulang dulu," pamit semua.


Selepas kepulangan mereka Gilang bertanya pada Nindi, apa dia kini sudah puas? dan Nindi cukup puas dengan penampilan fa*ke boyband yang beranggotakan empat orang tersebut.


Setelah dari rumah Gilang, entah mengapa tiba-tiba Indira tidak enak badan, dia merasakan pusing dan mual.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Celo


"Nggak tau mas, tiba-tiba aku mual," jawab Indira


Mama yang tak jauh dari situ menyahut


"Bisa jadi istri kamu itu hamil Celo, lebih baik kamu percepat peresmian kalian supaya saat anak ini lahir, dia bisa memiliki akte dan lain-lain," pesan mama


Mendengar sahutan mama membuat Celo membola, dia tak percaya kalau kini dia akan menjadi seorang ayah.


Dengan segera, Celo membawa Indira ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungannya.


"Menurut hasil USG, tidak ada janin di dalam perut istri anda, mohon maaf tapi saat ini istri anda belum mengandung," kata Dokter yang membuat Indira sedih. Dia sungguh menginginkan anak, enam bulan bukan yang sebentar untuk mendapatkan momongan.


"Kita masih bisa mencobanya sayang, sudah jangan bersedih," hibur Celo


"Iya mas," sahut Indira.


Seusai dari dokter, Celo dan Indira pergi makan malam di restoran dan kebetulan sekali mereka bertemu dengan David dan Farah.


"Halo Celo," sapa Farah


Celo tidak membalas sapaan Farah.


David kini gantian yang menyapa Indira dan sama seperti Celo, Indira tidak membalas sapaan David dan ini membuat David kesal, bagaimana bisa Indira mengabaikannya.


"Pak Celo kita makan bersama, biar saya yang traktir," kata David


"Nggak usah pak David, kami ingin menikmati waktu kami jadi kamu menginginkan sedikit privasi, lagipula Farah pasti menginginkan privasi pula dengan anda." Celo menolak traktiran David.


Meski kesal tapi David tidak bisa berbuat apa-apa,

__ADS_1


"Farah bagaimana kalau kita kerja sama memisahkan mereka,"


__ADS_2