Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Hubungi suami kamu


__ADS_3

Beberapa episode terakhir


"Celo sebentar lagi akan menjemput kamu," kata David


Indira nampak tersenyum sinis, "Sudahlah mas, nggak perlu membohongi aku, berpisah dengan mas Celo membuat aku pasrah akan hidupku saat ini," sahut Indira


David kini serba bingung, apa dia harus merelakan Indira bahagia bersama Celo atau terus mengikatnya seperti ini?


"Nggak, aku nggak akan bohong. Aku akan menghubungi Celo supaya menjemputmu," kata David


Indira nampak ragu, apa omongan David bisa dipercaya atau tidak.


"Buktikan dulu," tantang Indira.


David pergi ke kamarnya, dia melihat sudah tidak ada Farah di sana, David mengambil ponselnya dan ponsel Indira yang sebelumnya dia matikan


David duduk di tepi ranjangnya, dia kini dilema kembali ke kamar Indira dengan membawa ponsel miliknya atau tetap bersikukuh menahan Indira dengannya.


"Aku mencintaimu Indira," gumam David


Kelihatannya malaikat menang kali ini, bisikan iblis kalah dengan bisikan malaikat.


David beranjak dari tepi ranjangnya dan pergi ke kamar dimana Indira berada.


"Ini ponsel kamu, kalau kamu makan aku berjanji akan mengaktifkannya dan kamu bisa menghubungi Celo," kata David


Indira nampak sumringah, namun dia lemas kembali, dia curiga kalau David membohonginya.


"Aku bersumpah nggak akan bohong," kata David dengan meletakkan tangannya ke kepala Indira.


"Dulu kamu juga bersumpah seperti ini mas tapi nyatanya kamu membohongi aku, kamu bermain wanita di depan mataku," sahut Indira.


"Itu semua supaya kamu membenci aku Indira, orang tuaku mengancam akan mencelakai kamu jika aku masih melanjutkan hubungan denganmu," timpal David dengan mata basah.


"Asal kamu tau, aku juga tersiksa saat itu. Oleh karena itu aku ingin memujudkan mahligai pernikahan kita yang tertunda. Namun aku sadar kini, kamu milik Celo, cinta kamu bukan untuk aku lagi melainkan untuk Celo," imbuh David


Indira nampak sedih mendengar ucapan David, dia mencoba menatap David berusaha mencari kebohongan namun yang terlihat hanya kejujuran dan Indira mempercayainya.


"Seharusnya kamu bilang mas," kata Indira


"Keselamatan kamu lebih penting dari perasaanku," sahut David dengan tersenyum.


"Sudah ayo minum dulu, terus makan dan minum obat setelah itu hubungi Celo." David mengelus rambut Indira.


Indira mengambil gelas yang berisi air kelapa, kemudian dia menghabiskannya, setalah itu dia makan makanan yang disediakan David.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian semua makanan ludes tak bersisa bahkan Indira bersendawa sangat keras sehingga David tertawa.


"Setelah kamu kembali pada suami kamu bolehkah aku meminta dua permintaan padamu?" tanya David


"Kamu mau meminta apa mas?" tanya Indira


"Jangan pernah bilang pada Celo kalau aku menculik kamu, yang kedua masih bisakah kita berteman. Aku tau aku tidak pantas mendapatkan maaf kamu, tapi aku sungguh ingin berteman dengan kamu," jawab David dengan menunduk.


Dia cukup tau malu untuk meminta hal itu pada Indira.


"Aku keberatan dengan permintaan kamu mas, kamu sudah melakukan kejahatan jadi kamu harus mendapatkan hukuman," sahut Indira


"Aku kebal hukum Indira, kalaupun aku ditangkap pasti dengan segera aku bisa keluar, aku cuma nggak ingin kerja sama antara perusahaan aku dan perusahan suami kamu jadi putus yang dimana perusahaan suami kamu harus membayar ratusan milyar pada perusahaan milikku, kalau aku sih tidak masalah tapi tidak dengan perusahan suami kamu," jelas David


Indira nampak berfikir, apa dia harus melakukan apa yang David bilang atau tetap bersikeras melaporkan David.


Akhirnya dia memutuskan untuk tidak bilang kalau David yang menculiknya.


"Baiklah mas," kata Indira yang membuat David tersenyum


"Terima kasih, nanti kalau anak buah Alex dan Celo bertanya kamu mengelak saja," sahut David.


Kini keadaan Indira segar kembali meski dia nampak kurus.


"Ini ponsel kamu, hubungi suami kamu," kata David lalu membalikkan badannya.


"Mas David," panggil Indira


David membalikkan badannya lagi, "Iya," balas David


Indira beranjak dari tempat tidurnya lalu dia memeluk David


"Terima kasih mas," kata Indira.


"Maafkan aku," sahut David


David menikmati momen indah bersama Indira, mungkin ini adalah pelukan terakhir.


Puas berpelukan David melepas pelukannya.


"Sampai bertemu besok di kantor suami kamu Indira," kata David lalu keluar.


Indira segera mengaktifkan ponselnya, dan sekali aktif banyak pesan masuk, dan banyak panggilan tak terjawab.


Di sisi lain Celo yang sibuk minum mendengar suara dering dari ponselnya dan betapa kagetnya dia Indira yang menelpon.

__ADS_1


"Sayang," katanya lalu segera menerima panggilan dari istrinya.


"Mas jemput aku," kata Indira dengan menangis.


Celo juga menangis mendengar suara istrinya, suara yang amat sangat dia rindukan,


"Sayang, sayang jangan menangis aku akan menjemput kamu sekarang, diam lah supaya penculikannya nggak mendengar suara tangisan kamu, cepat share lokasi kamu sekarang," kata Celo.


Dia mengira kalau Indira menghubunginya secara sembunyi-sembunyi, dia takut kalau sampai Indira ketahuan.


"Sudah sayang, matikan telponnya. Aku segera kesana saat ini juga," ucap Celo dalam panggilan teleponnya.


"Nggak, aku ingin mendengar suara kamu mas, sampai kamu datang." Indira tetap bersikeras


untuk tidak mematikan ponselnya dan ini tentu membuat Celo cemas.


"Baiklah tapi hati-hati ya," sahut Celo.


Kini Celo sudah membawa mobilnya tak lupa dia menghubungi anak buahnya. Dan ternyata anak buah Alex dan Gilang sudah ada di villa David.


Mereka langsung saja masuk, sebenarnya mereka cukup curiga karena tidak ada satu pengawal pun.


"Aneh, sama sekali tidak ada penjagaan," kata salah satu anak buah Alex


"Iya, apa jangan-jangan nona Indira dipindahkan," sahut lainnya.


"Cerdik juga mereka, tau kalau kita sudah bisa melacak mereka," timpal lainnya.


"Tidak, lihatlah GPS nona Indira masih di sini, itu artinya ponselnya sudah aktif."


Karena tak ingin banyak ngomong mereka semua masuk, mereka ngecek satu persatu ruangan dengan hati-hati takutnya ini adalah jebakan dan akhirnya sampai juga mereka di kamar dimana Indira berada.


Melihat ada orang berbaju hitam-hitam membuat Indira takut. Dia takut kalau David berubah pikiran dan membawanya pergi namun ternyata dia salah, orang berpakaian hitam-hitam adalah anak buah Alex dan Gilang.


"Nona baik baik saja kan?" tanya anak buah Alex


"Iya aku baik-baik saja," jawab Indira.


Sambil menunggu Celo, sebagian mengobrol dengan Indira meminta penjelasan terkait penculiknya, dan sebagian lagi berjaga di luar siapa tau ada serangan mendadak.


Di sisi lain untuk mempersingkat waktu Celo menggunakan helikopter untuk pergi ke villa David, karena kehilangan sinyal, panggilannya mati.


Dia berharap kalau istrinya baik-baik saja.


"Tunggu aku sayang, sebentar lagi aku akan sampai." Celo mengirim pesan pada Indira.

__ADS_1


__ADS_2