Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Aku bahagia


__ADS_3

Alex mematung di ambang pintu, begitu pula dengan Nita yang seketika terdiam melihat Alex, seperti dalam film-film India Alex berjalan perlahan menuju bed Nita, matanya basah melihat orang yang beberapa bulan ini dia rindukan.


Begitu pula dengan Nita yang langsung menangis melihat Alex, pria yang sangat dia rindukan.


"Nita," panggilnya


"Pak Alex," sahut Nita


Alex langsung memeluk Nita yang terbaring di bed persalinan. Dia menciumi Setipa jengkal wajah Nita tak ada satu pun yang terlewatkan.


"I Miss you so much," kata Alex yang terus menciumi wajah Nita.


Dia menangis haru, sedangkan Nita hanya terdiam dengan menangis.


"Auwww sakit," pekik Nita.


Melihat Nita yang kesakitan membuat jiwa garang Alex keluar, dia berteriak pada dokter supaya mengecek keadaan kekasihnya tersebut.


Alex menggenggam tangan Nita dan menciumnya.


"Tenang, ada aku di sini," kata Alex.


Dokter melihat kalau kepala bayi sudah mau keluar lalu dokter meminta Nita untuk mengejan.


Dengan dipegangi Alex Nita mengejan, beberapa saat kemudian seorang bayi perempuan lahir.


Oek oek


Bayi perempuan tersebut menangis namun karena usia kehamilan Nita yang masih di bawah sembilan bulan membuat bayi Nita harus dirawat secara intensif supaya mampu bertahan.


"Selamat Pak, Bu. Bayi anda perempuan, namun karena dia lahir terlalu dini jadi diperlukan perawatan secara intensif," kata dokter lalu keluar ruangan.


Para perawat di sana membersihkan Nita setelah itu memindahkan Nita ke ruang perawatan.


Nita nampak bersedih dengan keadaan bayinya, dia takut terjadi apa-apa dengan sang buah hati.


"Jangan bersedih Nita, bayi kita akan baik-baik saja," kata Alex mencoba menghibur wanita tambatan hatinya.


Nita menatap Alex sesaat, banyak yang ingin dia tanyakan pada Alex, terkait sikap Alex padanya, terkait bagaimana Alex bisa menemukannya dan masih banyak lagi.


Merasa dilihat oleh Nita, Alex jadi kikuk. lalu dia bertanya untuk menguraikan rasa kikuknya.

__ADS_1


"Ada apa?"


Nita tersenyum, lalu tangannya tergerak untuk menyusuri wajah tampan Alex.


"Aku bingung pak," jawab Nita. "Kenapa pak Alex bersikap seperti ini, lalu pak Alex kenapa tiba-tiba ada di sini?" tanya Nita kemudian.


Alex tersenyum mendengat pertanyaan Nita, wajar sekali jika Nita bertanya seperti itu, Alex menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan dari Nita.


"Saat itu, aku datang ke rumah kamu Nit. Tapi kamu tidak ada. Aku menunggu namun kamu tak kunjung kembali lalu aku putuskan pulang. Aku sangat sedih saat tau kalau kamu memutuskan pergi, meninggalkan aku yang saat itu mulai mencintai kamu bersamaan itu aku sakit dan saat aku periksa ternyata aku mengalami kehamilan simpatik dan setiap pagi aku terus saja muntah-muntah hingga beberapa bulan ini Nit," jawab Alex dengan mata basahnya.


Mendengar jawaban Alex membuat Nita iba, betapa menderitanya dia saat dirinya meninggalkannya.


"Maafkan saya pak," kata Nita menyesal.


"Saya juga tersiksa pak, setiap hari saya harus menahan kerinduan yang mendalam pada bapak, setiap malam saya hanya bisa membayangkan bapak tidur di samping saya dengan mengelus perut saya," ungkap Nita dengan menangis.


Alex menenangkan Nita, menghapus air mata yang keluar dari mata wanitanya tersebut.


Dia juga tak menyangka kalau Nita juga tersiksa berpisah dengannya. Ternyata malam panas saat itu membuat Nita dan Alex saling jatuh cinta dan mereka telah menderita akan cinta mereka.


"Sekarang kita harus berfikir tentang anak kita Nita dan segera menikah," kata Alex yang membuat Nita lagi-lagi menatapnya.


"Pak Alex serius mau menikahi saya?" tanya Nita tak percaya


Nita menangis lagi, bahkan kini dia terisak betapa bahagianya dia saat ini karena Alex mau menikahinya.


Alex langsung saja memeluk Nita, dia sangat bahagia kini. Dia amat sangat bersyukur karena Tuhan masih kasian padanya sehingga mempertemukan dirinya dengan Nita.


*********


Malam hari pun tiba, Nita nampak bingung dengan memainkan ponselnya, dia memikirkan Rio pasti anaknya di rumah sangat cemas karena sudah malam tapi dirinya belum pulang.


"Ada apa Nit?" tanya Alex


"Aku kepikiran Rio pak," jawab Nita


"Rio anak kamu?" tanya Alex lagi


"Iya," jawab Nita.


Beri aku alamat rumah kamu, biar aku menjemput Rio," kata Alex.

__ADS_1


Nita membolakan matanya tak percaya Alex care pada anaknya.


"Nggak apa-apa ta pak? apa nggak merepotkan?" tanya Nita yang membuat Alex tertawa.


"Nggak papa, kamu kan calon istri aku, anak kamu juga anak aku jadi jangan sungkan," jawab Alex, "Oh ya satu lagi, jangan panggil aku pak, aku bukan atasan kamu lagi, jadi panggil lainnya saja," imbuh Alex.


Lagi-lagi Nita dibuat bahagia oleh Alex, dia sangat bersyukur Alex care dengan anaknya.


"Baiklah mas," ucap Nita yang membuat Alex tersenyum.


Lalu dia pamit untuk menjemput Rio, sebelum pergi Alex mencium bibir Nita dengan lembut, dia sangat merindukan bibir itu yang beberapa bulan yang lalu selalu dia nikmati setiap malam.


Nita juga membalas ciuman Alex hingga tak sengaja Dokter dan Suster masuk untuk mengecek keadaan Nita.


Mereka berdehem sehingga membuat Nita dan Alex melepas pautan mereka.


"Maaf ya Pak, Bu kami mengganggu romance time kalian, kami ingin mengecek keadaan ibu Nita," kata dokter yang membuat Nita dan Alex malu.


"Maklum dok, selama beberapa bulan kami tidak bertemu karena saya ada tugas di luar negeri," kata Alex berbohong.


"Nanti lanjut lagi ya pak, namun diingat Ibu Nita masih dalam masa Nifas jadi sabar dulu ya cuma empat puluh hari kok," sahut dokter yang membuat para perawat tertawa.


"Matilah aku, kuat apa nggak tongkat saya menahan selama itu," seloroh Alex yang membuat semua tertawa keras.


Nita hanya menggelengkan kepala, heran dengan Alex bisa-bisanya bicara seperti itu pada dokter.


"Astaga pak, ternyata anda mes um juga," sahut perawat.


"Bukannya mes um sus, cuma memang dia libur lama sekali," timpal Alex


Alex pun pamit untuk keluar, dia ingin segera menjemput Rio di rumah Nita, mengingat waktu sudah semakin malam.


Alex kini masuk kompleks Nita, dia tersenyum karena Nita bisa membeli rumah di kompleks elite seperti ini.


"Kamu pasti bekerja keras Nita untuk bisa membeli hunian mewah seperti ini," gumam Alex yang memelankan laju mobilnya untuk mencari rumah Nita.


Akhirnya Alex menemukan rumah Nita, dia mengetuk pagar dan beberapa saat ada art yang membukakan pagar untuk Alex.


Mobil Alex langsung masuk begitu saja hingga membuat Art heran dan bertanya-tanya.


Kini dia memarkirkan mobilnya dan nampak Rio dengan seorang pria duduk di depan teras.

__ADS_1


Alex segera turun dari mobil dan mendekati Rio.


"Kamu siapa?" tanya pria tersebut yang tak lain adalah Rian


__ADS_2