Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Firasat buruk


__ADS_3

Matahari menyapa dengan sinarnya, kehidupan akan segera dimulai setelah setiap manusia mengistirahatkan diri mereka saat malam hari.


Begitu pula dengan Nindi dan Gilang, mereka menyambut pagi dengan rasa syukur yang luar biasa atas nikmat yang telah mereka dapat.


Berbeda dengan sebelumnya Gilang kini lebih sensitif dari sebelumnya, mood nya juga berubah-ubah.


Berbeda dengan sebelumnya yang suka berpakaian warna-warni seperti pelangi kini dia memakai baju serba hitam, mulai kemeja, celana dan juga dasi bahkan pakaian dalam juga memakai yang warna hitam.


"Mas, ada yang meninggal ya?" tanya Nindi saat melihat Gilang memakai pakaian serba hitam.


"Nggak kok sayang, entah mengapa pakaian serba hitam jadi pilihanku kali ini," jawab Gilang.


"Nggak warna-warni lagi?" tanya Nindi


"Nggak, aku bosan. Ingin ganti suasana," jawab Gilang.


Nindi menaikkan kedua bahunya, kemudian setelah Gilang siap mereka turun ke bawah untuk sarapan.


Gilang kali ini ingin sarapan jus buah mangga dan juga roti dengan selai nanas.


Dia ingin makan yang segar-segar mungkin bawaan dari bayi yang tengah berada di perut istrinya.


"Siapa yang meninggal Gilang?" tanya mama


Warna hitam dalam berpakaian adalah simbol dari dukacita dan juga belasungkawa, yang mana awal mulanya mengadopsi dari etnik Amerika latin.


"Nggak ada ma, Gilang pengen saja memakai baju serba hitam," jawab Gilang.


Mama dan Nindi hanya menggelengkan kepala apa jangan-jangan anak yang dikandung Nindi adalah jelmaan peri pelangi dan jelmaan Ninja.


Setalah menghabiskan makananya Gilang pamit berangkat ke kantor tak lupa dia mencium punggung tangan mamanya dan sebuah kecupan untuk istri tercintanya.


Setibanya di kantor Gilang melihat para pegawai memakai baju warna-warni seperti yang dia umumkan sebelumnya, begitu pula Veri.


Melihat para pegawai yang memakai baju pelangi membuat Gilang kehilangan good moodnya.


"OMG, aku pusing sendiri melihat mereka berpakaian seperti ini," gumam Gilang.


Kemudian dia memanggil Veri untuk mengumumkan pada mereka semua jangan memakai baju warna warni.


"Kan itu peraturan dari anda sebelumnya pak, bahkan saya juga memakai baju seperti ini," protes Veri


"Iya tapi aku tiba-tiba bad mood melihat mereka semua.


Veri yang kesal hanya bisa mengumpat dalam hati, ingin sekali membogem pria yang ada di depannya supaya otaknya bergeser namun itu hanya keinginan yang tidak pernah mungkin kesampaian. Bisa kesampaian saat Veri sudah tidak memerlukan pekerjaan lagi.

__ADS_1


**********


Farah yang dihimpit oleh hutang, dan juga skin care yang harganya selangit menyusun strategi untuk mendapatkan uang dari Celo.


Pagi ini rencananya dia akan pergi ke kantor Celo, dia ingin menggoda Celo lagi.


"Halo Celo," sapa Farah saat masuk dalam ruangan Celo.


Farah menutup kembali ruangan Celo dan berjalan mendekati Celo yang sibuk dengan benda pipih persegi empat miliknya.


"Ada apa kamu kesini?" tanya Celo dengan datar


"Kamu merindukan kamu Celo, mangkanya aku kemari," jawab Farah.


"Maaf Farah tapi aku sedang sibuk, jadi pergilah," pinta Celo


"Nggak, aku ingin menemani kamu bekerja, apa kamu nggak ingat, dulu aku pernah menemani kamu berkerja." Farah mencoba memprovokasi Celo dengan mengingatkan kembali kenangan- kenangannya dahulu.


"Masak, aku udah lupa," sahut Celo yang membuat Farah kesal.


Farah berjalan memutar dengan memeluk Celo dari belakang, dan ini sangat membuat Celo tak nyaman.


Farah mencium punggung Celo sehingga meninggalkan jejak gambar bibir di sana. Dia berharap istri Celo melihatnya dan terjadilah salah paham.


"Farah jaga batasan kamu!" hardik Celo lalu melepaskan diri dari pelukan Farah.


"Pergilah!" bentak Celo


"Well aku akan pergi, tapi aku ingin memperlihatkan beberapa video padamu." Farah mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan Video panasnya dengan Celo dulu. Seketika Celo memucat, saat dia hendak mengambil ponselnya, Farah bergegas memasukkan ponselnya dalam dadanya.


"Ambil saja, kalau berani," tantang Farah.


"Dasar perempuan iblis," kata Celo


"Kalau aku iblis kamu apa? Dajjal? bukankah pemain dalam video panas itu kita berdua," sahut Farah.


"Kalau kamu tidak ingin Video ini sampai ke istri kamu, beri aku uang. Nggak banyak kok, cuma lima puluh juta saja dan aku akan menghapus video panas kita." Farah mencoba bernegosiasi.


"Baiklah tapi penuhi janjimu," kata Celo


Celo mengambil ponselnya lalu mentransfer uang sebesar lima puluh juta pada Farah.


Setelah uang masuk, Farah menghapus video panasnya dengan Celo.


Celo hanya tidak ingin Indira melihat video itu, meskipun video itu adalah video jadul namun tetap saja Indira akan sakit jika suaminya menggagahi wanita lain meski itu dulu sebelum bersamanya.

__ADS_1


Setelah mendapatkan apa yang dia mau, Farah pergi dari ruangan Celo.


Celo yang nampak frustasi mengusap rambutnya kasar, "sekali kamu menyakiti istriku tangan ini sendiri yang akan membunuhmu," ucap Celo lalu dia kembali lagi ke pekerjaannya.


Waktu bergulir dengan cepat, tak terasa jam kantor sudah berakhir.


Celo yang masih belum menyelesaikan pekerjaannya memilih lembur, karena berkas-berkas itu harus selesai hari ini juga.


Indira yang memiliki firasat tidak enak sedari tadi sangat galau saat Celo belum pulang, pesan dan telepon Indira juga nggak dibalas dan diterima.


"Kamu baik-baik saja kan mas," guman Indira dengan mondar mandir di teras.


Sri yang melihat Indira resah mencoba mendekatinya.


"Ada apa nyonya? kelihatannya anda sedang resah gelisah menunggu di teras," tanya Sri


"Iya ni Sri, mas Celo belum pulang. Aku khawatir terjadi apa-apa, apalagi firasatku nggak enak," jawab Indira.


"Hati-hati nyonya, kalau suami sering telat pulang dan panggilan telpon serta pesan nggak dibalas bisa-bisa suami memiliki cem ceman di luar sana." Sri mencoba mengompori Indira.


"Cem ceman tu apa Sri?" tanya Indira yang tidak paham dengan maksud Sri


"Astaga naga nyonya gaul dikit dong, Cem ceman itu sejenis pelakor yang mematikan di dunia," jawab Sri.


"Ngaco kamu, mas Celo itu setia ma aku," sahut Indira.


"Hem, pasti nggak pernah lihat layangan putus. Aris juga sayang banget lo ma Kinan istrinya tapi ternyata apa, di luar dia memiliki cem ceman yang istrinya nggak menyangka sebelumnya," timpal Sri yang mampu membuat Indira termakan omongan Sri.


"Coba deh lihat layangan putus, dan cek semua tu," imbuh Sri.


Indira nampak terdiam lalu dia bertanya pada Sri dimana bisa melihat film tersebut.


"Telegram bisa, nanti saya kirim linknya," jawab Sri.


Setelah mendapat link dari Sri Indira mulai menonton film tersebut, dua jam berlalu dia melihat pemeran si wanita mulai curiga dengan suaminya.


Saat lagi asik nonton Celo datang.


"Malam sayang," sapa Celo


"Malam mas," balas Indira, dia menghentikan nontonnya, lalu mencium Celo.


Indira membantu Celo melepas jasnya, kemudian dia menyiapkan air panas untuk mandi suaminya.


Saat Celo mandi, Indira mengecek jas suaminya dan dia menemukan lipstik wanita yang tak lain lipstik dari Farah.

__ADS_1


"Tega kamu mas,"


__ADS_2