Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Bertengkar


__ADS_3

"Tega kamu mas," gumam Indira.


Indira menangis di depan Bank tempatnya meminta mutasi rekening bank Celo, kemudian dia berjalan tak tentu arah seperti orang gila.


Air matanya terus jatuh hingga membasahi bajunya.


Dia teringat kembali akan janji-janji indah Celo, kini janji tinggal janji. "Yang aku butuhkan bukan janji manis kamu mas, tapi bukti dan sekarang yang kamu buktikan ke aku adalah kamu selingkuh, di saat usia pernikahan kita baru seumur jagung," kata Indira.


Lelah berjalan Indira memutuskan untuk berhenti sejenak di salah satu mini market, dia membeli minuman dan coklat untuk menenangkan pikirannya. Nggak tanggung-tanggung Indira membeli coklat merk SQ satu box kecil yang berisi sepuluh buah coklat.


Seusai membayar tagihan belanjaannya, Indira memakan coklat coklatnya.


Tak jauh dari tempatnya ada anak kecil yang sedang melihatnya memakan coklat.


Anak itu terus memperhatikan Indira sesekali dia menelan salivanya. Indira yang melihatnya melambaikan tangan, dan anak itu mendekati Indira.


"Kamu mau?" tanya Indira


"Mau kak," jawab anak kecil tersebut.


Indira memberikan tiga batang coklat miliknya.


"Ini, dimakan ya," kata Indira sambil mengelus rambut anak kecil tersebut.


Puas makan coklat Indira memutuskan pulang, dia harus menyiapkan mental dan fisik untuk menyambut Celo pulang.


Indira memesan taxi online dan segera pulang, dan beberapa saat kemudian sampailah dia di rumah.


Dia melihat mobil Celo sudah terparkir rapi di halaman yang artinya Celo sudah pulang.


Indira menghela nafas lalu masuk rumah, jantungnya berdegup kencang, amarah yang meredam muncul kembali bahkan ingin sekali mencakar wajah tampan Celo.


Ceklek, Indira membuka pintu dan terlihat Celo duduk di sofa dengan wajah yang terlihat bahagia.


"Pengen rasanya aku mencakar wajah kamu mas, kamu sumringah dan aku bermuram durja karena perselingkuhan kamu," batin Indira.

__ADS_1


Celo yang melihat Indira langsung berdiri dan mendekati istrinya.


"Sayang aku rindu sekali," kata Celo dengan memeluk Indira


"Cih, jangan bilang rindu padaku, karena di dalam hati kamu ada wanita lain. Akting kamu bagus sekali mas, Reza Rahardian saja kalah, kelihatannya kamu pemenang piala Oscar tahun ini," umpat Indira dalam hati.


Indira yang tidak membalas pelukan dari Celo membuat Celo heran, apa apa dengan istrinya?


"Kamu marah ta sayang sama aku?" tanya Celo


"Menurut kamu, aku marah apa nggak mas," jawab Indira.


"Maaf sayang, aku nggak mengabari kamu. Saat aku sudah sampai di lokasi aku baru tau kalau ponsel aku mati, aku kira kehabisan baterai lalu aku mencharge ponselnya sambil aku tinggal meeting dan beberapa jam kemudian aku kembali untuk melihat ponselnya beberapa kali aku aktifkan namun nggak bisa, jadi yang sudah. Aku pikir ingin membeli yang baru tapi aku urungkan," jawab Celo dia mencoba menjelaskan namun Indira yang dasarnya sudah marah tidak mempercayai jawaban Celo.


"Bagus sekali mas alasannya, wow. Amazing," sahut Indira.


Mendengar kata Indira membuat Celo bingung dan menatapnya, dia sungguh heran dengan sikap Indira.


"Kamu kenapa?" tanya Celo


"Pikir sendiri mas, aku cukup bersabar dan mencoba membuang jauh rasa curigaku, menanamkan sugesti bahwa kamu adalah suami yang setia, suami yang cinta istri dan suami yang ter ter pokoknya namun aku salah, kamu selingkuh mas di belakangan aku," jawab Indira dengan sedikit berteriak.


"Aku tau aku salah, tapi jangan tuduh aku sayang. atas dasar apa kamu tuduh aku selingkuh?" tanya Celo dengan raut wajah yang berubah.


Indira tersenyum miring, gemas sekali dengan Celo yang pura-pura bodoh dan pura-pura nggak tau apa-apa.


Di luar Sri yang hendak membersihkan lantai atas mendengar cekcok Celo dan Indira, pintu yang sedikit terbuka tentu membuat Sri bisa mendengar pertengkaran majikannya tersebut.


"Wah, berita hot super hot ini, endul surendul top markotop. Bisa jadi deadline di gosip Sri hari ini," gumam Sri lalu dia mendekatkan kupingnya di pintu.


"Bentar aku minum dulu," kata Indira lalu mengambil minum di meja.


Setelah minun Indira mengambil bukti mutasi rekening Celo di dalam tasnya.


"Ini apa mas, siapa itu Farah misqueen? namanya ada dimana-mana lo, kamu sering mentransfer uang ke dia Lo mas yang jumlahnya nggak sedikit," teriak Indira dengan menunjukkan bukti mutasi rekening Celo.

__ADS_1


Celo membolakan matanya, bagaimana dia bisa tau perihal tentang Farah padahal Celo menyembunyikannya rapat-rapat bahkan Celo sendiri meminta Farah untuk tidak mengganggu Indira.


Di luar, Sri juga membolakan matanya


"Oh nama selingkuhan pak Celo Farah misqueen, bagus sekali namanya," gumam Sri dengan tertawa kecil.


"Kamu mendapatkan mutasi rekening aku dari mana?" tanya Celo


"Dari mana bukan jadi soal, sekarang kamu jelaskan pada aku, siapa itu Farah Misqueen?" jawab dan tanya Indira balik.


Celo menghela nafas, dia mencoba memeluk Indira namun Indira menolak, saat ini dia tidak ingin dipeluk Celo, hatinya sungguh sakit. Melihat ekspresi Celo nampak jelas kalau dia menyembunyikan sesuatu. Lidah mungkin bisa berbohong namun bahasa tubuh tidak bisa.


"Farah misqueen adalah teman ranjang aku dulu," jawab Celo.


Indira tersenyum ketir mengetahui kebenaran dari Celo kalau Farah misqueen adalah teman ranjangnya dulu.


"Apa sekarang kamu ingin mengenang kisah kalian yang telah lalu? pantas selalu pulang malam tanpa konfirmasi kemarin pergi ke luar kota alasan meeting padahal ingin liburan berdua kan? Wow, hebat sekali mas kamu," sahut Indira


Mendengar kata-kata Indira membuat Celo marah, kemudian dia mencengkeram lengan Indira,


"Aku nggak seperti yang kamu tuduhkan Indira sayang," maki Celo.


"Semua sudah jelas kamu masih bisa mengelak mas, kamu ingat saat kamu pulang malam saat itu yang kamu alasan lembur, aku menemukan gambar bibir wanita di jas kamu," kata Indira


"Dan nggak cuma sekali tapi dua kali, itu gambar bibir Farah misqueen itu kan?" tanya Indira dengan nada yang semakin tinggi.


Celo melepaskan cengkeraman tangan Indira, raut wajahnya berubah sekarang, otaknya traveling saat Farah memeluknya.


"Oh sh*it," umpat Celo yang membuat Indira lagi dan lagi tersenyum miring, Celo ketahuan lagi berbohong.


"Sudah ada beberapa bukti kamu bisa mau mengelak lagi mas?" tanya Indira.


"Ok Ok fine, itu semua memang Farah misqueen, gambar bibir itu memang milik Farah misqueen serta uang yang aku kirim itu juga untuk Farah misqueen tapi aku tidak...." belum sempat melanjutkan kata-katanya Indira sudah menyela


"Tega kamu mas, kamu tega berselingkuh saat usia pernikahan kita masih seumur jagung," sela Indira dengan menangis.

__ADS_1


"Bisa nggak kamu diam biar aku menjelaskan semua," sahut Celo dengan berteriak


"Semua sudah jelas mas, jadi nggak usah kamu jelaskan, di sini juga kamu mentransfer uang 30 miliar lo, yang aku sendiri tak tau kalau kamu punya tabungan sebanyak itu,"


__ADS_2