
"Semua sudah jelas mas, jadi nggak usah kamu jelaskan, di sini juga kamu mentransfer uang 30 miliar lo, yang aku sendiri tak tau kalau kamu punya tabungan sebanyak itu." Indira menunjukkan bukti transfer ke Celo dan seketika raut wajah Celo berubah, dia ingin sekali marah pada Indira.
"Kamu mengirim uang itu pada salah satu agen property Pondok Indah, yang dimana kamu tau rumah Pondok indah itu adalah rumah impianku, dimana aku ingin hidup bersama kamu dan anak-anakku di sana, it's my dream mas! my dream! tapi kenapa kamu malah membelikan rumah itu untuk Farah Misqueen itu daripada aku istri kamu. Diantara kawasan elit di sini kenapa harus Pondok Indah, ada kemang ada lain kenapa harus Pondok Indah mas! kenapa! is Fu*cking Pondok Indah now," teriak Indira.
Celo nampak menatap Indira, raut wajahnya berubah, dia bingung harus bagaimana menjelaskan pada Indira, asumsi Indira sungguh pas dan saling terkai, "Semua itu benar tapi kamu salah paham, aku nggak ada hubungan apa-apa dengan Farah," kata Celo mencoba menjelaskan namun tentu Indira tidak percaya begitu saja.
"Mas bukti sudah ada lo, kenapa sih kamu masih saja mengelak dan berbohong. Kamu nggak lelah berbohong terus? aku sendiri capek Lo dibohongin kamu terus, diabadikan kamu terus, selalu menunggu kamu yang kamu sendiri pulang malam alasan lembur, nggak pulang alasan hp mati besok-besok nggak pulang dengan alasan nabrak kodok hingga kodoknya mati terus harus dievakuasi dulu gitu," sahut Indira.
Celo mengepalkan tangannya, dia sangat marah dengan Indira saat ini.
"Kamu itu sudah diperbudak oleh asumsi jelek kamu sendiri!" seru Celo
"Nggak, kamu yang bohong," sahut Indira
Celo mengusap rambutnya dengan kasar,
"Aku jelaskan dari awal, kamu bilang aku bohong, aku ngeles terserah kamu! karena kamu itu bermain sendiri dengan asumsi-asumsi kamu yang dimana itu nggak benar.
Ya aku akui, Farah datang ke kantor. Dia memelukku dan mungkin dia juga yang meninggalkan jejak bibir di jas aku. Tapi aku nggak menanggapinya meski dia merayuku karena bagi aku, sudah ada yang halal di rumah ngapain aku cari yang haram di luar, uang yang aku kirim beberapa kali aku transfer itu uang tutup mulut supaya dia tidak mengirim video aku dengannya dulu kepadamu, karena jika aku nggak memberinya uang dia akan mengirim video panas aku dengannya kepada kamu. Awal aku memberinya 50 juta, kamu bisa cek. kemudian sepuluh juta tiap minggu dan sebulan ini aku mengirimnya empat kali jadi total semua sembilan puluh juta, kamu kroscek sendiri benar apa nggak," jelas Celo dengan panjang kali lebar.
__ADS_1
Indira mengecek print out mutasi rekening milik Celo dan memang yang dikatakan Celo benar adanya.
Celo berjalan mengambil tas jinjingnya dan mengeluarkan beberapa berkas, lalu dia memberikannya pada Indira.
"Lihatlah," titah Celo dengan menyodorkan berkasnya pada Indira.
Indira menerima berkas yang Celo sodorkan dan langsung membacanya.
Mata Indira membola saat membaca tulisan di depan berkas tersebut, Sertifikat ya itulah kata yang dia baca saat menerima berkas yang diberikan Celo.
"Kamu cek, atas nama siapa sertifikat ini," suruh Celo
Indira kemudian membuka berkas tersebut dan betapa kagetnya dia namanya yang tertulis di sana bukan Farah.
Karena sudah nggak ada keributan, Sri bergegas pergi takut kalau ketahuan.
Dia segera berlari ke bawah untuk menyebarkan gosip yang terhot tersebut.
Mata Indira basah, dia tak menyangka kalau dia salah paham dengan Celo, tenyata Celo mewujudkan impiannya.
__ADS_1
"Aku kemarin pergi ke luar kota untuk mengurusi ini semua, aku bohong karena aku ingin memberi surprise padamu namun malah aku yang kamu beri surprise dengan asumsi-asumsi negatif kamu, pengennya hari ini, aku ngajak kamu kesana dan melihat-lihat isi dalamnya tapu sudahlah, aku merasa apa yang aku lakukan itu sia-sia, aku pikir aku pulang aku bisa bermanja-manja dengan kamu setelah itu aku ajak kamu kesana ternyata setelah di rumah aku malah kamu tuduh yang bukan-bukan," ucap Celo.
Tangannya mengambil ponsel di saku tangannya, lalu memberikan pada Indira.
"Ini ponsel aku yang mati, kamu cek beneran mati atau hanya akal-akalan aku saja yang nggak mau menghubungi kamu," katanya lalu Celo mengambil kunci mobilnya.
"Oh ya, ini kunci rumah kamu, kamu bisa pergi sendiri ke sana untuk melihat impian kamu yang telah aku wujudkan," imbuh Celo lalu pergi.
Indira segera mengejar Celo,
"Mas, mas maafkan aku mas," kata Indira
"Simpan saja maaf kamu," sahut Celo
"Maaaaaassss," teriak Indira lalu berlari dan memeluk Celo dari belakang.
"Lepas," pinta Celo
"Nggak, aku tau aku salah karena telah menuduh kamu yang bukan-bukan, tapi ini semua karena aku cinta sama kamu mas, aku merasa kalau kamu itu berubah, apalagi aku melihat gambar bibir di jas kamu," sahut Indira.
__ADS_1
"Aku sakit kamu tuduh aku sedemikian rupa seperti itu, aku pulang malam, kerja keras buat kamu tapi kamu malah menuduhku bermain dengan wanita. Aku dapat bonus sebesar 25 miliar dan sisanya aku pakai tabungan aku untuk membelikan kamu rumah bukannya terima kasih dan kata manis malah sebuah tuduhan yang memilukan hati," timpal Celo.
"Lalu apa yang harus aku lakukan supaya kamu memaafkan aku,"