Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Seperti orang gila


__ADS_3

"Aku nggak suka mas kamu menemui Rio lalu mendoktrin dia dan bilang yang nggak nggak pada Rio!" maki Nita


Rian menatap Nita dengan sinis, "Apa maksud kamu aku mendoktrin Rio," sahut Rian


"Pikir saja sendiri apa yang kamu katakan pada Rio," timpal Nita.


Rian menghela nafas, ternyata Nita sulit untuk ditaklukkan tapi dia tidak mau menyerah bagi Rian Nita adalah harapannya untuk hidup bahagia tanpa susah payah bekerja, Nita lah yang akan menjadi ATM berjalannya.


Rian menghampiri Nita yang duduk di sofa dengan memegang kepalanya, dia sungguh kesal sekali dengan Rian.


Untuk meyakinkan Nita, Rian duduk di hadapan Nita dengan berjongkok. Dia memegangi tangan Nita dan mengecupnya namun segera ditepis oleh Nita.


"Pergilah, aku malas melihatmu mas," ucap Nita


Rio berakting dengan berpura-pura bersedih hingga membuat Nita tak kuasa melihatnya yang seperti itu.


"Aku menyesal Nita, sangat menyesal. Ijinkan aku menebus kesalahanku. Aku ingin membahagiakan kamu dengan Rio beserta bayi ini," kata Rian yang mampu membuat Nita terdiam.


Rian terus mengeluarkan ajian mautnya sehingga Nita dibuat diam olehnya, bahkan Nita menangis sekarang. Dia nampak berfikir dengan kata-kata Rian.


Setalah berbicara banyak Rian menepuk bahu Nita. Rian berfikir kalau kali ini Nita akan masuk perangkapnya, dengan percaya diri Rian keluar ruangan Nita dengan senyum liciknya.


"Setelah ini kamu akan menerima aku Nita," batin Rian.


Di sisi lain Nita terdiam dan tiba-tiba saat dia hendak berdiri dia merasakan sakit di perutnya, Nita berjalan dengan menahan sakit menuju meja kerjanya mengambil telponnya untuk menghubungi pegawai.


Pegawai Nita segera datang ke ruangan Nita, saat membuka pintu mereka sangat panik karena Nita sudah kesakitan dengan memegangi perutnya.


"Anda kenapa Bu?" tanya pegawainya


"Tolong bawa saya ke rumah sakit," jawab Nita dengan memekik kesakitan.


Pegawainya segera membawa Nita ke rumah sakit, tak sengaja dia melewati Alex yang sedang makan di sana.

__ADS_1


Alex nampak melihat Nita tapi dia tidak bereaksi begitu pula dengan Nita, di sela-sela sakit yang dia rasakan Nita menatap Alex, namun Nita menganggapnya hanya halusinasi saja karena saking rindunya dia dengan Alex.


Alex melanjutkan makannya, "Aku seperti tidak asing dengan wajah wanita tadi," gumam Alex yang masih belum menyadari kalau itu adalah Nita.


Nita sudah dibawa pergi ke rumah sakit oleh pegawainya dengan menggunakan mobil Nita.


Seketika bola mata Alex melotot seperti akan keluar, "Nita," teriaknya sehingga membuat pelanggan cafe Nita melemparkan tatapan mereka semua ke arah Alex.


Alex nampak gugup, dia langsung berlari meninggalkan semua bendanya termasuk kontak mobil dan ponselnya.


Saat hendak membuka pintu mobil dia baru ingat kalau kunci mobilnya ketinggalan, lalu Alex berlari masuk kembali, dengan segera dia pergi dan melupakan bill makanannya.


Pegawai Nita mengejar Alex dikira Alex kabur, "Pak anda belum membayar," kata Pegawai


"Astaga," gumam Alex lalu dia mengambil dompetnya dan memberikan beberapa lembar uang warna merah pada pegawai.


"Kebanyakan pak," kata pegawai Nita, kemudian dia menyodorkan bill pada Alex, yang ternyata kelebihan lima lembar.


"Ambil saja," sahut Alex lalu dia buru-buru masuk ke dalam mobil.


"Tadi yang sakit ibu Nita kan?" tanya Alex


"Iya pak," jawab pegawainya.


"Bu Nita dibawa kemana?" tanya Alex


"Ke rumah sakit lah pak, masak iya ke mall," jawab pegawai Nita yang membuat Alex melemparkan tatapan mautnya, dia bertanya lagi Nita dibawa ke rumah sakit mana.


Setalah mendapatkan informasi Alex segera berlari ke mobilnya lalu menuju rumah sakit.


Alex seperti orang gila yang berlarian di cafe Nita.


Alex sangat bahagia kini, dia sudah tidak sabar untuk bertemu Nita.

__ADS_1


"Akhirnya aku menemukan kamu Nita," gumam Alex.


Setibanya di rumah sakit Alex bertanya pada resepsionis dimana Nita, dan mereka mengatakan kalau Nita dibawa ke ruang UGD.


Alex berlari menuju UGD, hingga dia menabrak suster yang membawa brankar, "Lihat-lihat dong," omel suster tersebut.


"Maaf, maaf," kata Alex.


Setibanya di depan ruang UGD, dia tidak menemukan Nita dan ini membuat Alex frustasi.


"Nita kamu dimana?" gumam Alex


Alex hendak berlari menuju resepsionis namun ada suster di lorong jadi Alex bertanya pada suster tersebut, "Sus mana pasien yang beberapa waktu lalu masuk UGD?" tanya Alex


"O, pasien yang hamil tadi?" tanya suster balik


"Iya sus," jawab Alex


"Dia dibawa ke ruang bersalin pak." Suster menjawab pertanyaan Alex sebelumnya.


Tanpa mengucapkan terima kasih Alex berlari lalu dia kembali lagi karena dia tidak tau dimana ruang bersalin berada.


"Suster tunggu!" teriak Alex


"Ada apa lagi pak?" tanya kedua suster dengan menatap Alex.


"Dimana ruang bersalin?" tanya Alex balik


"Lorong ini lurus kemudian belok kanan terus belok kiri nah di deretan situ pak," jawab Suster.


Alex langsung berlari lagi, dia seperti orang gila berlarian dalam rumah sakit karena dia tidak sabar untuk bertemu Nita.


Di depan ruang bersalin nampak dokter sedang berdiskusi dengan pegawai Nita.

__ADS_1


Alex langsung saja membuka pintu ruangan bersalin dan berteriak


"Nita....,"


__ADS_2