
"Papa lelah sayang, ingin istirahat," imbuh Alex dengan menggendong bayi cantiknya.
Setelah bayinya tenang, Alex menidurkan bayinya tepat di sampingnya, ternyata bocah kecil ini belum ingin tidur, dia mengajak Alex untuk mengoceh. Alex yang sudah amat sangat mengantuk membiarkan anaknya mengoceh sendiri hingga Dania merasa bosan lalu menangis.
Dengan mata yang lengket Alex mencoba menenangkan bayinya.
"Sayang, ampuni papa. Ayo kita tidur," kata Alex namun Dania malah menangis.
Mau nggak mau Alex menggendongnya dengan daya setengah Watt.
Mengurusi proyek jauh lebih mudah dari menidurkan seorang bayi. Alex mengurusi proyek saat tubuhnya fit, berbeda dengan kali ini mencoba menenangkan bayi saat matanya benar-benar tinggal setengah wat, apalagi fisiknya yang sudah amat sangat lelah.
Sungguh perjuangan menidurkan Dania selama satu jam, setelah Dania tidur Alex langsung saja tidur.
Entah berapa kali Dania bangun dalam semalam, sehingga keesokannya mata Alex menghitam dan dia sungguh lelah sekali.
Alex meminta Celo untuk meminjamkan istrinya, karena hari ini ada meeting yang penting.
"Ya udah aku ajak Indira ke kantor, kak Alex aja Dania ke kantor nanti di sana biar Indira yang yang jagain," kata Celo lewat pesan singkat yang dia kirim.
Alex segera memandikan Dania lalu dia mandi bebek setelah semua siap di meminta art menyiapkan keperluan Dania seperti popok, susu dan lain-lain.
Dengan putri cantiknya Alex datang ke kantor.
Dia meminta sopirnya untuk membawakan perlengkapan Dania.
Saat masuk banyak mata yang memandang Alex dan Dania.
"Ya ampun pak Alex, penyanyang banget," kata pegawainya
"Iya," sahut yang lainnya.
Setelah di ruangannya, Alex memangku Dania sambil dia mengecek berkas-berkasnya.
Namanya juga bayi, dia mengambil berkas Alex dan hendak memasukkan ke dalam mulutnya.
"Dania sayang, nggak boleh ya," kata Alex lalu mengambil berkas yang dibawa Dania.
__ADS_1
Seketika bayi ini menangis dan ini membuat Alex frustasi.
"Sayang, pulanglah," kata Alex
Dania semakin menangis saat Alex menjauhkannya dari meja, tak berselang lama Celo dan Indira datang.
"Indira tolong jaga Dania," pinta Alex lalu menyerahkan Dania.
"Mbak Nita mana kak?" tanya Indira.
"Dia ada masalah dengan cafenya, kafenya kebakaran jadi dia harus menyelesaikan semuanya," jawab Alex
"Baby sitter Dania?" tanya Celo
"Ceritanya panjang, sudah jangan banyak bertanya lebih baik siapkan berkas-berkasnya, lalu kita siap-siap meeting," jawab Alex.
Alex yang sangat lelah dan kurang tidur menjadi sangat mengantuk saat Celo menjelaskan program dan progres mereka. Celo seakan mendongeng untuk Alex dan benar saja Alex meletakkan kepalnya dia meja dan sebentar saja dia tertidur.
"Jadi begitu, pak. Mungkin pak Alex bisa menambahkan?" tanya Celo
Celo menggelengkan kepala, "Mungkin pak Alex kurang tidur, jadi dia tertidur sekarang, saya mohon maaf atas ketidakprofesionalan kakak saya, jadi untuk meeting kita tunda dulu, kita beri waktu pak Alex untuk istirahat," kata Celo membubarkan meeting.
Untung klien mereka bisa paham, karena mereka lah yang kemarin meeting online dengan Alex lewat apliaksi video chat.
Semua meninggalkan Alex tidur di ruang meeting seorang diri, dia kembali ke ruangannya untuk menemui Indira dan Dania.
"Lo kok sudah selesai mas?" tanya Indira
"Kak Alex ngorok," jawab Celo
"Kok bisa?" tanya Indira lagi
"Kelihatannya dia ada masalah, kak Alex nggak pernah seperti ini sebelumnya," jawab Celo.
Dania sangat senang sekali, dia bermain tanpa rewel dalam pengawasan Indira.
Indira juga amat sangat menyayangi keponakannya tersebut.
__ADS_1
"Aku kok belum hamil ya mas," kata Indira dengan raut wajah yang sedih
"Sabar lagian pernikahan kita baru beberapa bulan, mungkin Tuhan masih membiarkan kita pacaran dulu mengingat kita dulu kan nggak pacaran," hibur Celo.
"Iya mas mungkin," sahut Indira.
Di sisi lain, Nita yang sudah pulang mencari Dania dan Alex, dia mengira kalau Alex nggak pergi ke kantor.
"Jadi Tuan pergi ke kantor?" tanya Nita
"Iya nyonya," jawab art
Nita segera mengambil kunci mobil dan tasnya lagi, dia bergegas pergi ke kantor suaminya.
Sesampainya di kantor, Nita langsung bergegas ke ruangan suaminya, namun kosong, akhirnya Nita pergi ke ruangan Celo, Nita yang sebelumnya manager dia perusahaan Alex tentu sudah paham ruangan di sana.
Saat dia masuk dia melihat Indira bermain dengan Dania, sedangkan Celo fokus dengan pekerjaannya.
"Mas Alex mana?" tanya Indira lalu menggendong bayinya, dia sungguh kangen dengan buah hatinya tersebut.
Dania jadi menangis seolah bayi ini ingin bilang pada mamanya betapa rindunya dia.
"Kak Alex tidur di ruang rapat Nita," jawab Celo
Nita memberikan Dani pada Indira kembali, kemudian dia menuju ruang rapat untuk mencari Alex.
Di sana nampak Alex masih tidur, Nita tersenyum dia tau pasti Dania rewel dan itu membuat Alex harus sering bangun.
"Mas aku sudah pulang," kata Nita sambil menggoyang bahu Alex
"Sayang, pulanglah. Maafkan aku." Alex mengigau dan itu membuat Nita memeluk suaminya yang sedang tidur.
"Aku sudah pulang mas," kata Nita
Perlahan Alex membuka matanya, dia mengangkat kepala, nampak Nita di sampingnya lalu Alex memeluk Nita.
"Maafkan aku, ampuni aku sayang. Aku sadar kini kalau pekerjaan ibu rumah tangga itu nggak mudah, kalian para wanita adalah mahkluk hebat seperti karang di lautan. Maafkan aku,"
__ADS_1