
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, rasa cinta semakin besar, dan aku tak kausa menghindar," gumam Celo dengan melihat Nindi dari tempatnya sekarang.
Semua yang melihat Celo jadi bertanya-tanya, "Kak Celo kenapa kak?" tanya Gilang
"Mungkin pusing dengan urusan kantor, daritadi memang galau dia," jawab Alex berbohong.
Tak tega melihat adiknya menyendiri membuat Alex menghampiri Celo.
"Boleh gabung?" tanya Alex lalu duduk di samping bangku Celo.
"Iya kak," jawab Celo
"Kamu kenapa?" tanya Alex
"Pusing dengan kerjaan kantor kak, hingga nggak fokus aku dengan acara makan malam ini," jawab Celo.
Alex tersenyum miring, "Jika aku jadi kamu, aku akan pergi mencari wanita," saran Alex
"Kenapa wanita?" tanya Celo
"Supaya tidak galau," sahut Alex.
__ADS_1
Celo menatap kakaknya dengan tertawa, " Kak Alex mengada-ngada siapa bilang aku galau?" kilah Celo lalu meminum minuman yang dia bawa.
"Nggak usah bohong, aku ini kakak kamu kita selalu bersama dalam segala kondisi tentu aku tau mana kamu yang galau dan mana kamu nggak pusing dengan urusan kantor," ucap Alex dengan tersenyum
Celo hanya tersenyum, karena memang dia tidak akan bisa membohongi kakaknya.
Nita dari tempatnya sudah memanggil Alex dan dia harus kembali.
Alex beranjak dan menepuk bahu Celo.
Celo yang frustasi memutuskan pergi keluar, sebelumnya dia pamit pada keluarga besarnya kalau ada urusan.
Celo mengemudikan mobilnya tak tentu arah dia hanya ingin memenangkan dirinya hingga Celo memutuskan berhenti di sebuah taman namun karena malam taman tersebut jadi sepi.
"Aku memang sudah gila, come on Celo singkirkan rasa ini, rasa ini salah tidak pada tempatnya." Celo bermonolog dengan dirinya sendiri.
Di sisi lain mama Gilang ijin ke kamar mandi dan papa Gilang yang mengantarnya.
Melihat mama Gilang berpenampilan anggun membuat papa Gilang tertarik dengan istri pertamanya. Tiba-tiba papa Gilang memeluk mama Gilang.
"Aku sangat merindukan kamu," bisik papa Gilang
__ADS_1
"Mas, kamu apa-apaan nggak enak dilihat anak-anak," sahut mama Gilang mencoba menguraikan pelukan papa Gilang.
"Bertahun-tahun kenapa tiba-tiba kamu bilang rindu padaku mas," protes mama Gilang dengan menangis
"Setiap hari selama ini aku selalu dirundung rasa sesal, ingin sekali berlaku adil namun kamu tidak mengijinkan aku untuk itu," ucap papa Gilang
"Hati aku tidak bisa mas, karena kamu telah menghianati aku," sahut mama Gilang, "Sudahlah kita lebih baik seperti ini, rukun damai dan tentram itu lebih dari cukup meski mengabaikan rasa cinta," imbuh mama Gilang lalu masuk kamar mandi.
Papa Gilang yang mendapatkan penolakan mama Gilang kembali lagi ke halaman belakang dengan rasa kecewa. Mama Gilang berkali-kali menolak jika papa Gilang ingin mendekatinya.
Beberapa waktu kemudian saatnya untuk keluarga Gilang pulang,
"Sering-sering kesini ya mbak?" kata Mama Alex dan Celo
"Pasti," sahut mama Gilang.
Mereka semua berpelukan begitu pula dengan papa Gilang yang memeluk mama Gilang setelah itu keluarga Gilang pulang.
Waktu menunjukkan pukul satu dini hari namun Celo belum juga kembali sehingga membuat Alex cemas pasalnya tadi Celo keluar dengan keadaan yang tidak baik-baik saja.
Alex mencoba melihat ponselnya dan betapa kagetnya dia kalau Celo berkali-kali menghubunginya namun dia tidak tau. Alex mencoba menghubungi adiknya balik dan syukurlah Celo mengangkatnya.
__ADS_1
"Kak Alex bisa nggak kesini, aku ada masalah," kata Celo dari seberang panggilannya.