Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Membeli mobil baru


__ADS_3

Alex yang kesal terus membogem wajah Rian hingga Rian kini terkulai lemah tak berdaya, wajahnya pun seperti badut yang siap untuk pentas.


Alex saja untuk mendapatkan uang satu milyar dia harus menangani proyek yang membuat otaknya pecah belum lagi deadline dari papanya, sedangkan Rian dengan enaknya meminta uang satu milyar padanya.


Dengan lemah Rian masih sanggup tertawa.


"Kenapa? kamu pasti nggak punya uang ya, atau jangan-jangan kamu juga mau menumpang hidup pada Nita, terus mobil kamu itu mobil rental." Rian mengolok Alex dan itu membuat Alex marah.


"Brengsek kamu Rian, aku tidak sebrengsek itu, aku bukan dirimu yang hanya seorang pengacara, dan ingin menumpang hidup pada Nita," sahut Alex dengan marah.


"Tentu, uang satu milyar itu tidak banyak dong bagi kamu," sahut Rian.


Ternyata kata-kata Rian sanggup membuat Alex resah dan gelisah.


"Ya sudah besok akan aku siapkan uangnya namun setelah itu jangan pernah datang pada kami, lupakan Nita dan Rio untuk selamanya, karena kamu nggak pantas jadi seorang suami ataupun seorang ayah," ujar Alex lalu pergi meninggalkan Rian yang masih terkulai lemah di lantai.


"Ingin rasanya aku membunuh tikus got itu," gumam Alex lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi.


Rian dengan menahan sakit dia bangun dan duduk di sofa, "Brengsek si Alex," umpatnya dengan memegangi wajahnya yang bonyok.


Dia sungguh senang sekali karena habis ini dia akan mendapatkan uang yang banyak. Dia berencana akan membeli mobil dan memamerkannya pada teman dan juga tetangganya.


Sesampainya di rumah, Alex langsung masuk kamarnya dan ternyata udah ada Nita di dalamnya.


"Kamu dari mana mas? kenapa pergi nggak bilang-bilang," tanya Nita dengan sedikit kesal.


Alex yang tau kalau Nita kesal pun memeluk calon istrinya, "Maaf sayang, aku pergi menemui tikus got itu," jawab Alex dengan berbisik.


"Ngapain?" tanya Nita


"Memberi pelajaran lah, memang ngapain lagi. Aku sudah muak dengannya," jawab Alex. "Dan kini aku mau memberi kamu pelajaran sayang," imbuh Alex.


Nita jadi merinding, pasti pelajaran yang dimaksud adalah pelajaran ranjang.


"Aku masih nifas mas," kata Nita


"Sudah tau," sahut Alex lalu menyambar bibir Nita, dia membawa Nita ke tempat tidur tanpa melepas pautannya.


Apa yang terjadi selanjutnya hanya mereka yang tau yang pasti mereka tidak melakukan hubungan badan mengingat Nita masih dalam masa nifas.


***********


Keesokan harinya, Alex datang ke rumah Rian dengan membawa cek sebesar 1 milyar.


"Mana uangnya Alex?" tanya Rian


"Sebentar kita menunggu seseorang dulu," jawab Alex.


Tak selang berapa lama empat orang dengan pakaian hitam-hitam datang. Mereka membawa berkas yang dibutuhkan Alex.

__ADS_1


"Ini bos berkasnya," kata salah satu anak buah Alex.


Alex menerima berkas tersebut dan meminta Rian untuk tanda tangan di atas materai.


"Tanda tangan di sini," kata Alex


"Ini apa?" tanya Rian


"Ini perjanjian kita, bahwa setelah kamu menerima uangnya kamu harus menjauhi Nita dan Rio untuk selamanya, jika kamu berani menampakkan batang hidung kamu, mereka nggak segan untuk menghabisi kamu jadi jangan mencoba macam-macam," jawab Alex.


Setalah Rian tanda tangan Alex memberikan cek sebesar satu Milyar pada Rian lalu dia pergi.


Alex sungguh lega karena sudah tidak ada urusan lagi dengan tikus got seperti Rian.


Setalah mendapatkan uang dari Alex, Rian segera pergi ke bank untuk mencairkan uangnya sekalian dia membuat rekening baru.


"Aku sekarang jadi orang kaya," kata Rian lalu keluar dari bank, pertama-tama yang dia tuju adalah dealer mobil, dia ingin membeli mobil.


Setalah melakukan trasaksi Rian pulang karena nanti mobil akan dikirim.


Setalah membeli mobil dia datang ke rumah tetangganya untuk membayar hutang,


"Berapa hutang aku?" tanyanya dengan sombong


"Totalnya semua lima juta," jawab tetangganya.


"Halah, lima juta kecil," sahutnya dengan sombong.


Setelah menyelesaikan hutang dengan tetangganya dia merebahkan dirinya di kamar tidur, dia sudah tidak sabar menunggu mobilnya datang karena dia ingin segera mendatangi teman-temannya untuk pamer.


Beberapa jam kemudian mobil Rian datang, mobil jenis city car terbaru menjadi pilihannya.


Setelah menandatangani serah terima dia pergi ke tempat nongkrong teman-temannya.


"Mobil kamu ganti lagi Rian?" tanya salah satu temannya.


"Iya, ini mobil baru aku, yang kemarin rusak," jawab Rian berbohong.


"Wah enak sekali dia, hidupnya mulia karena calon bininya orang kaya," sahut yang lain.


"Iya, aku bilang minta mobil dia langsung memberi uang satu milyar," timpal Rian.


Mereka semua sungguh iri melihat Rian, enak sekali bisa nebeng pada wanita apalagi sampai diberi uang satu milyar.


Karena sudah malam Rian pamit untuk pulang, rencananya dia akan makan di restoran.


***********


Besok adalah Nindi terakhir ngajar tari karena sudah ada tentor yang akan menggantikan dirinya.

__ADS_1


Siang ini dia sudah selesai dan Nindi langsung saja menuju kantor Gilang.


Saat hendak menuju ruangan Gilang tanpa sengaja Nindi bertemu Celo yang juga akan ke ruangan Gilang.


"Halo Nin," sapa Celo


"Halo kak Celo," balas Nindi


"Mau ke ruangan Gilang ya," katanya


"Iya kak," sahut Nindi


Sepanjang jalan menuju ruangan Gilang mereka mengobrol hingga Gilang yang baru dari ruang meeting melihat mereka.


"Kak Celo" teriaknya


Gilang lalu menghampiri istrinya dan juga kakaknya, dia langsung saja menarik Nindi dengan posesif.


"Dia istriku kak," kata Gilang


"Aku sudah tau Gilang," sahut Celo


"Lalu kenapa kak Celo dekat-dekat dengannya," timpal Gilang.


Celo dan Nindi memijat pelipisnya, tak disangka Gilang posesif sekali, padahal mereka berdua tadi tak sengaja bertemu.


"Astaga mas, tadi itu kami kebetulan bertemu di bawah karena tujuan sama akhirnya berjalan bareng." Nindi mencoba menjelaskan.


"Iya," sahutnya lalu mereka bertiga masuk ke dalam ruangan Gilang.


Celo memberitahukan pada Gilang kalau Alex akan kembali dua Minggu lagi untuk itu dia merasa harus mengadakan rapat membahas posisi di kantor mengingat Gilang adalah Presdir asli di Admadja Grup.


"Posisi tetap seperti semula kak, kak Alex presdirnya dan kak Celo wakilnya nggak ada yang berubah," kata Gilang


Celo nampak tersenyum, Gilang sudah sangat baik pada dia dan juga kakaknya lagi-lagi rasa sesal menghampirinya.


Karena sudah tidak ada yang dibahas Celo pamit undur diri.


Selepas Celo pergi mereka makan siang bersama karena sebelum datang ke kantor Gilang, Nindi membeli makanan terlebih dahulu.


"Besok aku terakhir ngajar mas," kata Nindi


"Bagus dong, akhirnya kamu bisa istirahat," sahut Gilang.


Nindi tersenyum melihat suaminya yang nampak senang sekali karena dia sudah tidak bekerja.


********


Keesokan harinya seperti biasa Nindi mengajar untuk yang terakhir, dia juga ikut mengajar dance hingga tiba-tiba perutnya sakit.

__ADS_1


"Auww kenapa perutku sakit sekali," pekik Nindi yang membuat tentor yang lain ikut panik.


__ADS_2