Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Berantem di depan umum


__ADS_3

"Kamu tidak memiliki bukti apa-apa Celo, jadi istrimu aman denganku." David bergumam dengan tersenyum miring.


Beberapa hari berlalu, David sungguh bermain cantik sehingga keberadaannya tidak dapat di lacak anak buah Celo maupun Alex.


Celo nampak frustasi, dia terus saja memanggil Indira, di kamarnya banyak botol botol minuman ketika dia merindukan istrinya Celo melampiaskan rasa rindunya dengan minum minuman keras. Keadaannya sangat kacau sama seperti Alex saat ditinggal Nita dulu.


Mama yang melihat Celo jadi cemas, dia sangat sedih. "Mama berharap kamu kuat Celo, kalau kamu begini Indira nggak akan ketemu," kata mama


"Celo sudah melakukan berbagai cara untuk menemukan Indira tapi Indira masih belum ketemu," sahut Celo lalu menenggak minumannya.


Gilang yang kabari Alex juga ikut membantu mencari Indira, Nindi yang merupakan teman Indira juga sangat khawatir.


"Kita berdoa ya sayang semoga Indira segera ditemukan, kasian Kak Celo," pinta Gilang


"Iya mas, kamu juga bantu cari Indira ya," sahut Nindi


"Iya pasti mas," timpal Nindi


"Mas aku kok pengen...." Belum sempat melanjutkan kata-katanya Gilang sudah memotong


"Sayang saat ini Omicron dimana-mana, Eropa sedang berperang dan keluarga kita lagi dilanda musibah bisa nggak ngidamnya ditunda gitu, tunggu Rusia dan Ukraina berdamai, Omicron hilang dan Indira ditemukan, setalah itu kamu boleh deh ngidam sesuka hati kamu," kata Gilang yang membuat Nindi menatap suaminya dengan tatapan yang tidak biasa. Nggak ada hubungannya ngidam dengan perang maupun pandemi saat ini.


"Kalau menunggu semua kelar anakku sudah berada di luar perut," kata Nindi dengan kesal.


Gilang tertawa, dia sungguh gemas sekali dengan istrinya.


"Ya sudah kamu pengen apa?" tanya Gilang


"Aku...." belum sempat melanjutkan kata-katanya Gilang memotong


"Jangan yang aneh-aneh ya ," kata Gilang


"Kesel aku sama kamu, ngomong belum selesai udah main potong saja, kamu mau ta tongkat sakti kamu aku potong mas," gerutu Nindi dengan Nindi yang maju ke depan.


"Hehe, ya nggak dong sayang, kalau dipotong nanti kita gulatnya gimana, kan nggak seru," sahut Gilang dengan terkekeh.


"Mangkanya kalau orang ngomong itu jangan dipotong bebek angsa masak di kuali," timpal Nindi dengan kesal.


"Iya, ya udah sekarang bilang mau apa?" tanya Gilang


"Aku pengen naik balon udara mas," jawab Nindi


"Ya udah nanti akan aku ajak kamu naik balon udara," sahut Gilang

__ADS_1


"Tapi aku pengennya naik balon udara di Cappadocia mas," timpal Nindi


Gilang membolakan matanya, bagaimana bisa Nindi menginginkan hal itu, omicron masih menjadi momok manusia di seluruh dunia kini malah dia ingin pergi ke Turki hanya untuk naik balon udara.


"Bisa nggak ke Cappadocia nya setalah pandemi ini selesai, seperti yang aku jelaskan tadi, sekarang omicron lagi dimana-mana, minimal pikirkan anak dalam kandungan kamu, selain itu Indira hilang dan kak Celo seperti orang gila, jadi menurut kamu etis nggak kalau kita pergi senang-senang ke Turki sementara kakak ipar kamu hilang," jelas Gilang dengan kesal tingkat dewa.


"Iya ya mas, ya udah aku ngidam yang lain saja," kata Nindi lalu membuka buku catatannya.


Gilang hanya membola dengan sikap Nindi, kepalanya hampir pecah memikirkan ngidamnya sedangkan dia dengan santainya memikirkan ngidam lainnya.


"Ya udah aku pengen cincau saja, tapi kamu sendiri yang membuatnya," kata Nindi


"Bisa nggak pengennya gitu yang langsung beli tanpa aku melakukan prosesnya," sahut Gilang


"Sayangnya nggak mas, aku pengen kamu yang buat cincaunya, kamu yang buat santannya, kamu yang rebus gula merahnya terus racik tu dalam gelas jangan lupa es batunya," jelas Nindi dengan membayangkan Gilang membuatkan es cincau untuk dirinya.


Gilang mencari semua informasi tentang cara membuat cincau, lalu dia menghubungi Veri untuk mencarikan daun cincau.


"Dimana pak cari daun cincau," kata Veri di dalam sambungan teleponnya.


"Entahlah Ver, pokoknya cari cepat dan bawa ke sini ya, gaji kamu aku tambah lagi bulan depan," sahut Gilang lalu memutuskan sambungan telponnya.


Veri di tempatnya hanya bisa mengusap rambutnya dengan kasar, dia gemas sekali dengan Gilang terlebih Nindi.


Veri melakukan pencarian di Gugel, setelah mendapatkan informasi, Veri langsung berangkat untuk mencari daun cincau.


Setalah mendapat daun cincau, Veri segera pergi ke rumah Gilang.


"Ini pak daunnya." Veri menyodorkan daun cincau yang tadi dia petik di stand tukang bunga.


"Oh ya besok jangan lupa transfer uangnya, tadi belinya pakai uang aku dulu," imbuh Veri


"Ok Ver, memangnya berapa? sepuluh ribu kan?" tanya Gilang


"Suka mengada-ngada, uang sepuluh ribu sekarang buat apa? buat beli nasi saja kurang," jawab Veri dengan kesal.


"Kamu pelit sekali sih mas sama asisten, pak Veri kan sudah bantu kamu ngambil daun cincau masak iya kamu cuma beri sepuluh ribu, ditambahi dong," sahut Nindi


"Nah, tu contoh istri yang nggak pelit," timpal Veri


"Berapa sayang?" tanya Gilang


"Dua belas ribu mas," jawab Nindi

__ADS_1


Veri membolakan matanya, nggak suami nggak istri sama-sama pelit, nambah ya cuma dua ribu. Padahal tadi beli daun cincau tujuh puluh lima ribu.


Nindi tertawa melihat Veri yang kesal, lagian dia hanya bercanda. Nindi kemudian mentransfer uang lima ratus ribu pada Veri, itung-itung biaya lelahnya.


************


Di sisi lain, keadaan Indira sungguh lemah, dia benar-benar tidak mau makan dan ini membuat David cemas.


"Sampai kapan kamu mau seperti ini Indira?" tanya David


"Aku kangen dengan mas Celo mas," jawab Indira dengan menangis.


David menghela nafas, karena tidak ingin terjadi apa-apa dengan Indira akhirnya David berbohong.


"Kalau kamu mau makan, aku akan mengantar kamu pulang," kata David


Indira membolakan matanya, dia sangat bahagia karena David mau mengantarnya pulang.


"Kamu serius mas?" tanya Indira dengan wajah yang sumringah


"Iya serius, tapi kamu makan dulu. Makan yang banyak supaya saat Celo ketemu kamu, kamu nggak kurus gini," jawab David


"Iya mas," sahut Indira lalu dia makan semua makanan yang David berikan.


Entah kenapa David merasa sakit hati melihat Indira yang sangat bersemangat untuk bertemu Celo.


Setelah menunggui Indira makan, David kembali ke kamarnya, sudah tiga hari ini Farah sudah tidak menjadi teman ranjang David, dia kini memutuskan untuk kembali ke pekerjaannya yaitu penari stripping.


Keesokannya tak sengaja David bertemu dengan Celo di sebuah mini market,


Bugh


Celo yang marah dengan David segera menjatuhkan bogeman di pipi David.


"Kembalikan istriku David, brengsek kamu!" maki Celo


"Kamu yang brengsek Celo, kenapa tiba-tiba memukulku.


Bugh


David memukul Celo kembali, dan mereka berdua saling baku hantam sehingga petugas keamanan datang untuk melerai mereka.


"Kalian berdua ini apa-apaan, apa nggak malu dilihat orang, sudah besar berkelahi di depan umum," maki petugas keamanan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2