
"Kalian berdua ini apa-apaan, apa nggak malu dilihat orang, sudah besar berkelahi di depan umum," maki petugas keamanan tersebut.
Celo dan David memandang petugas keamanan tersebut dan berteriak
"Diam,"
Sontak petugas keamanan tersebut terdiam, dia membiarkan Celo dan David saling bogem.
"Lanjutkan wes," kata Petugas tersebut yang merupakan orang Jawa dilihat dari logat bicaranya.
Beberapa warga yang melihatnya langsung ambil sikap, mereka melerai Celo dan David
"Kenapa hanya dilihat sih pak, bukannya melerai," maki salah satu warga.
"La mereka membentak aku," sahut Petugas keamanan tersebut
"Astaga, bapak lagi datang bulan ya kok sensi, tugasnya kan menjaga keamanan pak kenapa lihat orang saling bogem hanya diam," kata Warga yang kesal dengan Celo maupun David.
Kini mereka berdua dibawa petugas keamanan ke kantor.
"Kalian ini sudah besar kenapa saling baku hantam, apa nggak malu dilihat orang," kata petugas keamanan yang bernama pak Bokir tersebut.
"Nggak," sahut Celo dan David barengan.
Mendengar sahutan dari Celo dan David, pak Bokir jadi kaget.
"Untung aku nggak punya riwayat sakit jantung, coba kalau iya aku pasti sudah wasalam," timpal Pak Bokir.
"Wasalam ya dikubur pak," ucap Celo.
Pak Bokir melemparkan tatapan mautnya pada Celo maupun David.
"Sudah, sudah mari kita serius daripada masalah ini nggak kelar-kelar," kata pak Bokir
Beliau mengambil sebuah surat pernyataan namun sebelumnya dia menginterogasi Celo maupun David.
"Dilihat dari pakaian kalian jelas kalian bukan orang sembarangan, kalian ini terlihat seperti bos," ujar pak Bokir
"Memang kami bos," sahut David dan Celo barengan
"Kalian berdua dari tadi sangat kompak, kenapa nggak ikut paduan suara," timpal Pak Bokir.
Celo dan David melemparkan tatapan mautnya pada pak Bokir.
"Ok ok maaf," ucap Pak Bokir.
"Sebenarnya apa sih yang membuat kalian berkelahi?" tanya Pak Bokir sesudahnya
"Dia menculik istriku," kata Celo
"Waduh," sahut pak Bokir dengan tatapan muka yang nggak biasa.
__ADS_1
"Siapa yang menculik istri kamu, kalau nggak ada bukti jangan asal menuduh," timpal David
Kini Celo dan David mulai cek cok, dan pak Bokir yang kesal pun menggebrak meja.
"Sudah sudah," teriak pak Bokir
"Coba pikir pak, jika istri bapak diculik orang, wajar nggak kalau bapak memukuli penculiknya?" tanya Celo mencoba mencari pembelaan.
"Wajar banget itu, kalau istri diculik ya nggak hanya aku pukuli penculiknya tapi aku smackdown juga," jawab Pak Bokir
"Nah kan," ucap Celo
"Tapi kalau nggak ada buktinya dan salah membogem orang juga nggak wajar pak," sahut David
"Benar juga itu, harus ada bukti yang jelas dan akurat dulu sebelum main bogem," timpal Pak Bokir
"Sek sek, ( tunggu, tunggu) kamu menculik istrinya apa nggak?" tanya pak Bokir
"Nggak," jawab David
"Ojo bohong mas, dosa," sahut pak Bokir
Lama mengobrol kesana kemari yang nggak jelas akhirnya Pak Bokir bisa mendamaikan mereka meski Celo dan David tidak mungkin damai.
Setalah menandatangi surat penyataan mereka pergi dari kantor dan kembali ke mini market untuk mengambil mobil mereka masing-masing.
Dengan wajah bonyok, Celo dan David kembali ke kantor masing-masing.
Farah yang datang pun melihat Celo kesulitan mengobati lukanya.
"Kamu kenapa Celo?" tanya Farah
"Nggak kenapa-kenapa," jawab Celo
"Sini aku bantu," ucap Farah
"Nggak usah, aku bisa sendiri," sahut Celo.
Celo meminta Farah untuk pergi, dia malas sekali dengan Farah.
"Pergilah aku malas bertemu siapa pun hari ini," usir Celo
Melihat Celo yang marah membuat Farah pergi dari ruangan Celo dan meninggalkan tasnya, saat berada di loby dia baru ingat akan tas miliknya.
"Ah, bagaimana aku bisa lupa," kata Farah
Farah kembali lagi ke ruangan Celo untuk mengambil tasnya.
Saat hendak masuk Farah melihat Celo menangis sambil melihat ponselnya, yang kemungkinan dia melihat foto Indira.
"Kamu dimana sayang, lihatlah keadaan aku saat ini, kacau tanpamu," ucap Celo
__ADS_1
Farah yang melihatnya jadi iba dan kasian sama Celo, meskipun Celo adalah teman ranjangnya namun Celo sangat lembut pada dirinya sempat Farah mempunyai perasaan pada Celo namun karena sadar diri kalau dirinya adalah seorang wanita penghibur Farah mencoba menghapus perasaannya.
"Maafkan aku Celo," batin Farah lalu masuk ke ruangan Celo.
"Maaf Celo, tas aku ketinggalan," kata Farah lalu dia mengambil tas miliknya dan keluar.
Pikiran Farah jauh menerawang, dia kepikiran Celo.
di sisi lain anak buah mereka mulai menemukan titik terang, anak buah mereka mendapatkan informasi kalau David sering bolak balik ke villanya.
Villa yang awalnya hanya ada beberapa pelayan kini ada banyak pengawal seakan mereka sedang menjaga seseorang.
"Apa mungkin itu Indira Gilang," kata Alex yang menemui Gilang di kantornya
"Bisa jadi kak, karena menurut info yang aku dapat Indira adalah mantan kekasih David dulu. David sempat menjanjikan mahligai pernikahan namun karena orang tua yang tidak setuju akhirnya David membuat Indira membencinya dengan bergonta ganti wanita," ungkap Gilang
"Tapi Indira bukan satu-satunya wanita kan?" tanya Alex
"Tidak sebelumnya dia juga mencintai wanita namun ditinggal menikah dengan lelaki tua," jawab Gilang.
"Kasian juga dia," sahut Alex.
"Lebih baik kita meminta anak buah kita menyelidiki dari jauh, atau menyusup masuk ke dalam rumah, apa benar Indira atau bukan yang David sekap," tampak Gilang.
"Aku juga ingin begitu Gilang," ucap Alex
Alex sengaja tidak ingin memberi tahu Celo, karena keadaan Celo saat ini tidak stabil, takutnya rencana yang matang bersama Gilang hancur karena emosi Celo, toh ini juga masih praduga.
Seperti biasa Celo minum-minum di kamarnya, jika minumnya habis Celo akan membanting botol minuman yang telah kosong.
"Celo jangan siksa dirimu nak," kata Mama dengan menangis
Alex yang berada di situ nampak sedih, "Aku dan Gilang akan membawa Indira kembali Celo bersabarlah," batin Alex yang sedih melihat adiknya seperti ini.
Mama memohon pada Alex untuk segera menemukan Indira.
"Kerahkan semua untuk menemukan Indira Alex," kata Mama dengan menangis
"Pasti ma," sahut Alex dengan memeluk mamanya, dia berusaha menenangkan wanita terhebatnya dalam pelukannya.
Di sisi lain, Farah datang untuk mengunjungi David.
Dia langsung saja masuk ke dalam kamar David dengannya.
"David," panggil Farah
"Ada apa kamu kesini, bukankah kita sudah putus kontrak," kata David
"Tenang aku kesini hanya ingin berbicara empat mata padamu," sahut Farah lalu duduk di tepi ranjang David.
"Apa?" tanya David lalu dia berjalan mendekati Farah
__ADS_1
"Lebih baik kamu lepaskan Indira David," kata Farah yang membuat David mencengkram pipi Farah.