Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Siasat Alex


__ADS_3

"Indira bisakah kamu keluar sekarang," kata Celo meminta Indira keluar.


Namun naas saat Indira hendak keluar dia terpeleset dan untunglah Celo segera menangkap tubuh Indira dan tanpa sengaja pegunungan besar Indria menempel dia tangan Celo sehingga membuatnya panas dingin tak karu-karuan.


Indira yang merasa nggak enak memilih segera keluar, dia segera mandi dan berganti pakaian.


Karena insiden barusan membuat Celo tidak tahan dan segera melakukan ritualnya apalagi kalau nggak bersolo karir dengan bantuan sabun.


"Astaga pegunungan Indira keras dan sintal sekali, nampak kalau belum pernah dijamah," kata Celo sambil membayangkan pegunungan Indira yang nampak masih ori.


Celo membayangkan tubuh Indira dan pegunungan Himalaya milik istrinya tersebut sehingga membuat Celo menumpahkan cairannya dengan cepat.


"Lama-lama aku bisa gila," gumam Celo lalu mandi dan bergegas ke rumah Alex rencananya dia akan menemui klien dengan Alex untuk itu Celo menjemput Alex terlebih dahulu.


Setibanya di rumah Alex, Celo langsung duduk di ruang tamu, pikirannya masih terbang ke Indira, bahkan Celo memegangi tangan yang tadi bersenggolan dengan pegunungan Himalaya Indira.


Alex yang tidak tau kalau Celo datang jadi kaget, karena di ruang tamunya dia melihat adiknya melamun.


"Akhir-akhir ini aku sering melihat kamu melamun bahkan di kantor kamu juga melamun memangnya ada apa?" tanya Alex


"Nggak ada apa-apa kak," jawab Celo berbohong.


"Teruslah berbohong Celo, dan jangan anggap aku ini kakak kamu," sahut Alex.


Celo nampak berfikir, lalu dia menghela nafasnya dengan kasar.


"Begini kak, akhir-akhir ini aku memikirkan Indira, aku tak sengaja melihatnya polos dan itu mengganggu pikiranku sekali, bahkan tongkat sakti aku selalu berdiri tegak saat bertemu dengannya." Celo menceritakan semua pada Alex tanpa ada yang ditutup-tutupi.


Mendengar cerita Celo membuat Alex tertawa keras, bagaimana bisa adiknya sebodoh ini, "Lalu kamu lebih memilih merintis solo karir di kamar mandi dengan bantuan sabun daripada berduet dengan istri kamu itu," tebak Alex yang membuat Celo mengangguk.

__ADS_1


Alex menggelengkan kepala bisa-bisanya adiknya bodoh begini, padahal Celo bukanlah seorang awam yang belum kenal se*x sama sekali.


"Kenapa kamu nggak minta istri kamu sih Celo?" kata Alex heran.


"Aku kan tidak menganggap dia istri kak," sahut Celo


"Lantas wanita yang sebelumnya kamu tiduri juga nggak kamu anggap istri kan, lalu mengapa dengan Indira kamu nggak berani," timpal Alex


Celo nampak mencerna kata-kata kakaknya, "Benar juga ya kak," kata Celo


Alex pun masuk ke dalam untuk mengambil minuman dan dia sedikit memasukkan obat perangsang dalam minuman adiknya supaya malam ini adiknya bisa pecah duren dengan istrinya mungkin dengan bantuan obat ini mau nggak mau Celo harus meminta hak nya pada Indira.


"Minum dulu," kata Alex dengan menyodorkan orange squash pada Celo dan tanpa curiga Celo menghabiskan minumannya.


Beberapa detik kemudian obat tersebut mulai bersaksi.


Tanpa bicara apa-apa Nita menurut dan pamit ke kamar pada Celo.


Alex cuma nggak mau saja Celo melirik kakak iparnya.


"Kak apa yang kamu masukkan dalam minuman aku?" tanya Celo dengan tangan yang memegang tengkuknya karena dia kini merasakan panas yang amat luar biasa.


"Segeralah pulang dan minta hak kamu pada Indira, daripada kamu galau terus setiap hari," kata Alex dengan tersenyum


"Brengsek kamu kak," umpat Celo


"Sudah sana pulang, jangan lupa ucapan terima kasihnya besok di kantor," sahut Alex.


"Lalu bagaimana dengan klien kita?" tanya Celo

__ADS_1


"Batal, mereka membatalkan acara malam ini," jawab Alex.


"Ooo," sahut Celo


Celo yang sudah tidak tahan memutusakan segera pulang, tak perlu waktu lama untuk sampai di rumahnya. Celo segera masuk ke dalam rumahnya dan segera naik ke atas untuk mencari Indira.


Kebetulan sekali pintu kamar Indira tidak dikunci sehingga Celo langsung saja masuk.


Dia duduk di kamar tidur Indira dan ini membuat Indira kaget.


"Ada apa mas?" tanya Indira


"Tolong aku," jawab Celo


"Tolong apa?" tanya Indira lagi


"Lakukan kewajiban kamu sekarang," jawab Celo, "Please layani aku," pintanya dengan suara yang berat karena sudah menahan api yang membara dalam tubuhnya.


"Tapi," belum sempat melanjutkan aksinya Celo langsung mencium bibir Indira dengan rakus.


Indira sungguh tak sanggup mengimbangi nafsu Celo.


"Mas sebentar mas," kata Indira yang membuat Celo berhenti.


"Kenapa?" tanya Celo


Aku ke kamar mandi dulu, karena aku ingin buang air kecil.


Dengan frustasi Celo membiarkan Indira pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2