Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Membenci dan mencintai orang yang sama


__ADS_3

Halo kak, makasih udah mampir.


Mungkin judulnya buat bingung ya, istri kok jadi selingkuhan gimana tuh, untuk itu aku kasih visualnya ya kak, nanti minta komentarnya apa Gilang salah nggak kalau nggak ngenalin istrinya. hehehe.



Visual Gilang dan Nindi ya saat rambutnya udah nggak di kepang😁



Gilang dan Rara(Nindi setelah bertransformasi)



Nindi


Perlahan Nindi/Rara membuka matanya, kepalanya masih pusing karena pengaruh alkohol kemarin dengan memijat kepalanya dia melihat sekitar ternyata ada Gilang yan terbaring disampingnya.


Memorinya berkelana mengingat apa yang terjadi semalam. "Aaa aku mabuk semalam dan mas Gilang membawaku," gumam Nindi.


Nindi tersenyum, keinginannya telah terwujud kalau dia ingin tidur seranjang dengan Gilang.


Dia terus saja menatap wajah suaminya tersebut, bahkan tangannya tergerak menyusuri wajah Gilang


Mendapat pergerakan dari Nindi membuat Gilang membuka mata lalu menangkap tangan Nindi.

__ADS_1


"Pagi Ra," sapa Gilang.


"Pagi pak, maaf sudah lancang," kata Nindi pura-pura tak enak.


"Nggak papa kok," sahut Gilang.


Tanpa aba-aba Gilang langsung saja memeluk Nindi, Nindi hanya membolakan matanya dan terpaku mendapat serangan peluk dari Gilang.


"Aku mencintai kamu Ra, tak ku sangka kamu juga mencintai aku," kata Gilang


Nindi bingung, darimana Gilang tau kalau dia mencintainya? lalu Nindi melepas pelukan dari Gilang.


"Apa maksud pak Gilang?" tanya Nindi


"Tapi pak, saya sudah menikah,' sahut Nindi.


"Tinggalkan laki-laki yang tidak mencintai kamu, untuk apa mengharapkan laki-laki yang brengsek seperti itu, menikahi tapi mengabaikan," timpal Gilang kesal.


"Dan lelaki itu adalah kamu sendiri mas," batin Nindi dengan menatap Gilang sendu.


"Entahlah pak, kita lihat saja nanti," ujar Nindi lalu pergi ke kamar mandi.


Kebetulan hari ini adalah hari Minggu jadi Gilang ingin mengajak Nindi untuk jalan-jalan.


Awalnya Nindi menolak tapi Gilang terus saja memaksanya.

__ADS_1


"Ini perintah dari atasan Ra, jadi jangan membantah," ancam Gilang


Nindi mencibirkan bibir, "Bisa-bisanya menggunakan jabatannya untuk mengancam ku," batin Nindi dengan menatap Gilang lekat.


Setalah sarapan mereka cek out dari hotel lalu pergi ke sebuah mall, Gilang membelikan Rara sebuah kalung dan cincin, ternyata dia juga membelikan untuk Nindi yang berada di rumah tentu ini semua bukan karena cinta melainkan rasa bersalah karena telah berselingkuh.


"Itu buat istri kamu ya?" tanya Nindi.


"Iya kasihan dia," jawab Gilang.


Mendengar jawaban dari Gilang membuat Rara tersenyum miring, "Ingat juga dengan aku yang di rumah," batin Nindi.


Lelah berkeliling Gilang dan Nindi mencari tempat duduk, "Setelah dari mall kita kemana Ra?" tanya Gilang


Rara nampak bingung, "Maksudnya?" tanya Rara balik


"Aku masih malas pulang, aku ingin menghabiskan waktu aku dengan mu," jawab Gilang.


"Kamu nggak kasian sama istrimu mas, pasti dia menunggumu di rumah," sahut Rara.


Gilang nampak frustasi, "Ra, please kalau kita bersama jangan bahas istriku, aku tidak mencintainya," pinta Gilang


Rara yang mendengarnya hanya bisa meneteskan air mata, "Kamu telah membenci dan mencintai orang yang sama sekarang," batin Rara.


Rara dan Gilang sibuk dengan pikiran masing-masing, terbesit rasa bersalah untuk istrinya tapi bagaimana lagi, cinta tidak bisa dipaksa sekeras-kerasnya Gilang mencoba mencintai Nindi tapi memang kenyatannya dia tetap tidak bisa, apalagi kini muncul Rara yang telah menjadi ratu di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2