Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Lebih suka cingur kamu


__ADS_3

"Farah bagaimana kalau kita kerja sama memisahkan mereka," kata David


"Memisahkan bagaimana maksud kamu David, mereka berdua itu saling cinta, agak sulit memisahkan mereka," sahut Farah


"Apapun caranya, aku sungguh tertarik dengan istri Celo," timpal David


Mendengar kata David membuat Farah agak kesal dengan Indira karena lelaki yang dekat dengannya menyukai Indira namun bagus juga jika Celo dan Indira pisah, Farah bisa mendekati Celo kembali. David dan Celo jauh berbeda, Celo dalam bermain lebih lembut tidak seperti David yang sedikit kasar.


Apa mungkin Farah adalah ja*langnya, sehingga David kasar dalam permainannya atau karena memang David suka kasar dalam berhubungan Entahlah.


**********


Gilang yang dibuat bingung dengan ngidam yang aneh pun mencoba bernegosiasi dengan kedua calon bayinya.


"Sayangnya papa, please dong nak jangan minta yang aneh-aneh, kalau papa sakit kepala gimana mikir keinginan kalian yang aneh-aneh," kata Gilang yang membuat Nindi tertawa.


"Kamu tu, bisa saja mas," sahut Nindi.


"Kira-kira kamu ngidam apalagi sayang, aku sudah siap memenuhi keinginan kamu yang aneh-aneh," timpal Gilang.


"Kali ini aku ingin makan lontong balap mas, makanan khas Surabaya, biar anak kita di dalam bisa balapan," kata Nindi dengan tertawa


"Memangnya ada makanan seperti itu. Baru tau aku ada lontong balap, apa jangan-jangan yang dimasak motor dan mobil," sahut Gilang dengan tertawa.


"Aku juga tau tadi apa lihat mukbang di yutub mas, sayur kecambahnya, kuahnya, apalagi ada gorengan kecil yang mereka sebut lento, terus sambal petisinya membuat otakku traveling mas, ni mulutku tu terus menelan saliva, belikan ya?" pinta Nindi


"Di sini ada nggak?" tanya Gilang


"Ada kok mas, banyak jadi mudah didapat," jawab Nindi


"Oh ya sekalian rujak cingur ya," imbuh Nindi


Tiba-tiba Gilang tersenyum licik, "Baik lah nanti aku akan menyuruh pelayan untuk membelikannya tapi sekarang aku juga mau rujak cingur," kata Gilang


"Ya suruh pelayan dulu mas," sahut Nindi


"Nggak aku maunya cingur kamu," timpal Gilang lalu melahap bibir Nindi, mereka saling berpaut dan menyesap, bagi Gilang tak ada cingur yang enak selain cingur Nindi.


"Bagi aku cingur terenak itu cingur kamu sayang," kata Gilang dengan mengusap sisa salivanya di bibir Nindi

__ADS_1


"Brengsek kamu mas, menyamakan mulut aku dengan cingur sapi," umpat Nindi


Gilang hanya tertawa, karena gemas dengan istrinya Gilang langsung saja mengajak Nindi bergulat, meski dokter sudah melarang mereka untuk tidak sering berhubungan tapi tidak menyurutkan semangat Gilang, mereka tetap bergulat.


Setelah bergulat, Gilang turun ke bawah meminta pelayan untuk membelikan lontong balap dan rujak Cingur untuk Nindi.


"Isti kamu ngidam lagi Gilang?" tanya Mama


"Iya ma, tapi ini mending ngidamnya minta makanan yang mudah didapat, daripada kemarin-kemarin ngidamnya membuat Gilang puyeng," jawab Gilang.


"Sabar, dia hamil kembar jadi banyak maunya, ingat pesan mama, jangan mengulangi kesalahan yang dulu," pesan mama


"Iya ma, Gilang masih merasa bersalah untuk itu kali ini Gilang akan memenuhi semua keinginannya," t


ucap Gilang dengan tersenyum.


Mama Gilang lega, karena Gilang nampak cukup dewasa sekarang, dia banyak belajar dari kesalahannya dulu yang hampir kehilangan istrinya.


Di sisi lain, David menyusun rencana yang sangat matang, rencananya dia akan meminta asistennya mengajak Celo untuk meninjau lokasi yang benar-benar nggak ada sinyal, lalu dia berhubungan dengan Farah dan memotretnya kemudian mengirimkannya pada Indira namun sebelumya dia edit terlebih dahulu, supaya terlihat Celo yang berhubungan dengan Farah.


"Aku akui ide kamu brilian David," puji Farah.


Keesokannya Indira dan Celo mengobrol sebentar sebelum Celo berangkat.


"Memangnya kenapa?" tanya Celo


"Entah mas, aku kok merasa akan terjadi sesuatu dengan kita," jawab Indira


"Mungkin perasaan kamu saja sayang, banyak berdoa ya semoga apa yang aku kerjakan hari ini lancar semua," ucap Celo lalu mengecup kening istrinya.


"Aku berangkat ya, ingat jangan kemana-mana. Di rumah saja," pesan Celo lalu berangkat.


Indira melambaikan tangannya setelah mobil Celo sudah tidak terlihat Indira masuk ke dalam kamarnya.


Dia kini mulai berkemas, karena sebentar lagi dia akan pindah ke rumah impiannya yaitu rumah mewah di pondok indah yang Celo hadiahkan untuknya.


Indira yang lelah merebahkan dirinya di sofa sebentar, dia akan melanjutkan kemas-kemas barang nanti lagi.


Indira melihat tayangan di televisi, dia melihat film dia chanel ikan terbang.

__ADS_1


"Pasti film di chanel ini isinya ku menangis," kata Indira lalu mengganti Chanel lainnya. karena tidak ada yang bagus dia memutuskan melihat film di apliaksi berlangganannya.


"Ini saja," kata Indira yang sudah menemukan tontonan yang pas sesuai keinginan hatinya.


"Duh so sweet banget sih, seperti aku dan mas Celo," katanya dengan tertawa.


Indira membayangkan kalau dia dan Celo adalah pemeran dalam film yang ditontonnya.


Satu jam berlalu, Indira semakin terhanyut dalam film beserta konflik yang ada dalam film tersebut.


Saat asik asiknya ada sebuah pesan masuk, Indira sebenarnya malas melihatnya tapi karena nada deringnya berbunyi akhirnya mau nggak mau, Indira melihat ponselnya.


"Nomor siapa ini, kenapa missed call?" Indira heran dengan nomor baru yang hanya missed call.


Saat membuka pesan betapa kagetnya Indira melihat gambar yang dikirim oleh nomor asing tersebut.


"Mas Celo dan Farah," kata Indira dengan mata yang berkaca.


Indira mencoba tenang, siapa tau ini adalah jebakan, akhirnya Indira mengubungi Celo dan ternyata nomor Celo berada di luar jangkauan.


Beberapa saat kemudian, nomor asing tersebut mengirim pesan lagi.


"Nomor Celo nggak aktif karena aku menonaktifkan ponselnya," isi chat yang dikirim Farah


Indira yang kesal membalas chat Farah.


"Mas Celo nggak mungkin selingkuh sama wanita ja*lang seperti kamu," balas Indira


"Tapi dia kini panas-panasan bersama aku, gimana dong," balas Farah


"Bohong," balas Indira lagi


"Kalau kamu nggak percaya coba datang di alamat xxx , mari kita buktikan kamu salah apa tidak," balas Farah.


Indira yang kesal mencoba menghubungi Celo namun lagi-lagi nomornya nggak aktif dan ini membuat Indira resah dan gelisah.


Sedikit demi sedikit hasutan Farah masuk dalam otaknya sehingga kini dia tidak bisa berfikir jernih.


Indira mengambil tasnya, dia ingin pergi ke alamat yang dimaksud Farah.

__ADS_1


Mama dan papanya yang dari kemarin pergi keluar kota membuat supir nggak ada di rumah, sehingga Indira memutuskan untuk naik taksi online namun sebelum ke alamat rumah yang diberikan Farah, Indira pergi ke kantor, namun dia tidak menemukan Celo, Indira bertanya pada Alex dan Alex juga nggak tau dimana Celo.


"Apa benar mas, kamu bersama Farah saat ini?"


__ADS_2