
Setelah di kamar, Gilang segera meletakkan Nindi di tempat tidur. Dia sudah tidak sabar untuk segera menengok goa milik istrinya. Saat asik foreplay tiba-tiba terdengar suara cacing konser dari perut Nindi.
Tentu hal ini membuat Gilang dan Nindi ngakak, "Astaga sayang, aku sudah menggebu untuk menyalurkan hasrat sedangkan cacing di perut kamu malah udah konser," kata Gilang dengan tertawa
"Maaf mas, tadi di taman kan aku memang pengen jajan malah kena razia," sahut Nindi
"Ya sudah ayo makan dulu," ajak Gilang lalu turun dari atas tubuh Nindi.
"Lalu gimana dengan itu, nggak apa-apa ta," sahut Nindi sambil menunjuk tongkat Gilang yang masih berdiri tegak
"Mau gimana lagi, daripada kamu pingsan," timpal Gilang lalu memakai pakaiannya kembali.
Gilang juga mengambil pakaian Nindi yang tadi dia lempar kemudian memakaikannya kemudian mereka berdua keluar untuk makan di ruang makan, mama yang juga hendak makan akhirnya ketemu lagi di ruang makan.
"Loh Gilang Nindi, katanya mau sunah rosul?" tanya mama
"Makan dulu ma, biar nggak pingsan kalau pas sunah rosul," jawab Gilang asal.
Mama hanya tertawa melihat tingkah Gilang, anaknya kenapa jadi begini. Melihat tingkah Gilang sebenarnya mama teringat akan papa Gilang dulu.
Meskipun statusnya dan papa Gilang masih suami istri namun semenjak papa Gilang menikah lagi dengan mama Alex dan Celo, mama Gilang tidak pernah tidur dengan papa Gilang.
"Nanti jangan lupa ya, kita pergi ke rumah papa kamu," kata mama Gilang.
"Woke ma, oh ya memangnya acara apa di rumah papa?" tanya Gilang lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Syukuran atas kembalinya Alex dan juga Nita serta kelahiran anak Alex tapi acaranya hanya kita saja sih, nggak ngundang-ngundang orang," jawab mama Gilang
"Oh gitu," ucap Gilang.
Suasana hening terjadi, obrolan berhenti hingga kata-kata Nindi menguraikan keheningan di meja makan tersebut.
"Oh ya, kemarin Kak Alex, Nita dan juga kak Celo kemari," kata Nindi
"Oh ya," timpal Gilang.
"Iya mas, tapi kamu dan mama belum pulang," ucap Nindi
"Sayang ya kakak kamu kesini malah mama nggak di rumah," kata mama
"Mereka sekarang sudah berubah ya mas, terlebih kak Celo sudah tidak sejahat dulu," ucap Nindi yang membuat Gilang tersedak.
"Iya sayang, sangat berbeda dan Alhamdulillah banget lo," sahut Gilang dengan senyuman yang dipaksakan.
Lalu mereka lanjut makan tanpa ada obrolan cuma suara denting sendok dan garpu yang terdengar.
Seusai makan Gilang melupakan sunah rosul karena dia harus memantau perusahaan di ruang kerjanya bahkan Gilang diajak meeting dengan Veri menggunakan salah satu aplikasi berbayar yang Gilang beli dari temannya di USA.
Gilang sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Nindi mengobrol bersama mama di teras.
"Bagaimana dengan terapinya?" tanya mama
__ADS_1
"Belum ada perubahan ma karena baru pertama mungkin beberapa pertemuan lagi baru ada perubahan," jawab Nindi
"Semoga kamu cepat pulih ya Nin," kata Mama
"Amin, semoga ya ma," sahut Nindi.
Banyak yang Nindi obrolkan dengan mama bunga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, kini waktunya untuk bersiap pergi ke rumah papa Gilang.
"Mandi bersama ya sayang," ajak Gilang
"Ok, mas, cus" sahut Nindi
Gilang sangat bersemangat sekali, dengan gercep dia melepaskan semua pakaian Nindi dan memasukkannya dalam keranjang pakaian kotor begitu pula dengan dirinya.
Dengan polos Gilang menggendong Nindi ke kamar mandi, setelah meletakkan Nindi ke dalam bathub Gilang memutar keran dan mengisi bathub dengan air hangat.
Gilang menggosok gosok tubuh Nindi dengan sabun, kemudian dirinya.
Akhirnya sunah rosul terjadi di kamar mandi, dua jam sudah berlalu namun Gilang dan Nindi masih asik di dalam kamar mandi hingga mama yang sudah siap harus menunggu mereka.
"Ini ngapain saja sih," gerutu mama sambil melihat jam berkali-kali
Mama yang kesal akhirnya mencoba membuka kamar Gilang namun mama tidak menemukan Gilang dan Nindi, "Kemana mereka," batin mama
Mama akhirnya masuk dan menuju kamar mandi saat di depan kamar mandi samar-samar mama mendengar Nindi berucap
__ADS_1
"Lebih cepat mas,"