
"OMG, ide kamu luar biasa Ver," gumam Gilang dengan tertawa.
Setelah mendapatkan mangganya, Gilang meminta Veri untuk menangkapnya.
"Ver tangkap mangganya," teriak Gilang dari atas
Veri segera menangkap buah mangga yang dilempar Gilang, dan Nindi segera mengambil buah mangga dari tangan Veri.
"Pak Veri, pinjam pisaunya dong," pinta Nindi
Lalu Veri meminta art untuk mengambil pisau.
Saat hendak mengupas mangga, Nindi melihat sebuah stiker kecil yang menempel di buah mangga.
"Tunggu, tunggu. Ini kenapa ada label di buah mangganya?" tanya Nindi heran.
Veri nampak memucat, bagaimana dia bisa lupa untuk tidak membuang label di setiap buah mangga dan juga art juga nggak mengambil label di setiap mangga.
Gilang meminta Veri untuk menangkap buah mangga dan setelah mengambil lima buah mangga Gila g turun.
Nindi yang penasaran segera mengecek mangga-mangga yang dibawa Veri dan betapa kagetnya dia kalau semua memang berlabel.
"Sayang, ayo makan mangganya, aku sudah capek-capek manjat Lo," kata Gilang
"Kenapa kalian bohongi aku, ini buah mangga yang dibeli di supermarket kan," ucap Nindi dengan mata yang basah.
Gilang dan Veri nampak saling pandang, akibat kecerobohannya rencana yang begitu epik harus berantakan gara-gara label.
Nindi pun menangis padahal dia sudah membayangkan makan mangga yang masak dari pohonnya namun bos serta asistennya malah menipunya dengan membelikan mangga dari supermarket.
"Nin, maafkan aku," kata Veri menyesal
"Nggak, aku sungguh sakit hati karena dibohongi, nggak hanya aku tapi kedua bayi kembarku juga kalian bohongi," kata Nindi
"Ya sudah kami carikan mangga yang lain ya," bujuk Gilang.
"Udah nggak mood mas," sahut Nindi dengan menangis.
"Gimana nih Ver, kamu sih. Kok nggak nyari buah mangga beneran kenapa malah beli di supermarket," bisik Gilang
"Lagi nggak musim pak, kita cari muter-muter ke seluruh Indonesia kalau nggak musim ya nggak akan ada," bisik Veri balik.
"Lalu gimana nih Ver?" tanya Gilang balik
"Entah pak, saya belum pernah punya istri yang hamil jadi nggak tau," jawab Gilang
"Kamu kenapa nggak segera cari pendamping sih," kata Gilang
__ADS_1
"Belum dapat pak," sahut Veri
Nindi yang melihat suami dan asistennya saling berbisik membuatnya kesal sendiri
"Kalian kenapa berbisik sendiri," teriak Nindi yang kesal
Gilang dan Veri kemudian diam, mereka menatap Nindi bersamaan.
"Maaf sayang," kata Gilang.
"Ok, tapi sekarang aku ingin makan mie ayam," sahut Nindi
"Siap sayang, ayok Ver kita cari," ucap Gilang semangat karena keinginan Nindi sangat mudah dicari saat ini.
"Tunggu, aku inginnya kalian yang masak bukanya beli," kata Nindi yang membuat Veri dan Gilang membatu.
"Matilah kita," ucap Veri lirih.
Sebaiknya kalian belanja, dan buatkan aku mie ayam, dan untuk mangga-mangga ini olah jadi jus dan puding.
Veri dan Gilang jadi melemas, "Nggak ikut punya istri tapi ikut susah," ucap Veri
"Sudahlah Ver, jangan mengeluh anggap saja latihan," kata Gilang.
Kini mereka bertiga pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan mie ayam, setelah mendapatkan bahan-bahannya mereka pulang sebenarnya di rumah Gilang ada persediaan bahan-bahan makanan namun mereka membeli lagi takutnya kalau nggak ada.
"Kami mau masak mie ayam ma," jawab Gilang
"Tu mantu mama ngidam," bisik Gilang
Mama yang paham jadi tertawa, memang begitu kalau orang hamil banyak maunya, apalagi ini kehamilan kembar.
Veri dan Gilang siap berkutat di dapur, awal-awal mereka membuat mie nya terlebih dahulu.
Lalu mereka membuat ayam bumbunya.
"Kamu yang bersihkan ayamnya, aku yang kupas-kupas mentimunnya," titah Gilang.
"Nggak fair dong pak, Nindi kan bukan istriku," protes Veri karena menurutnya dia mendapatkan bagian yang berat.
"Sudahlah Ver lakukan saja nanti gaji kamu aku tambah, anggap saja ini lembur kamu," sahut Gilang dengan terkekeh.
Veri menghela nafas, "Sejak dulu beginilah nasib asisten, penderitaannya tiada berakhir." Veri mau nggak mau membersihkan daging ayam dan mencincangnya.
Setelah membuat ayam bumbu mereka membuat acar, pangsit dan juga kuah mie ayamnya. Gilang dan Veri berguru dari yutub karena mereka tidak paham sama sekali cara membuat Mie ayam.
Dapur yang bersih kini jadi seperti kapal pecah, aneka panci dan peralatan dapur lainnya kotor semua tak hanya itu tepung ada dimana-mana, seusai membuat Mie ayam, Gilang dan Veri membuat Jus dan juga puding.
__ADS_1
Art yang melihat keadaan dapur menggelengkan kepala, karena malam-malam harus membersihkan dapur lagi.
Setelah siap, Gilang memanggil Nindi di kamar.
"Sayang, mie ayamnya sudah jadi, jus dan pudingnya juga," kata Gilang sambil menggoyang bahu Nindi
"Mas aku ngantuk kamu saja yang makan," sahut Nindi tanpa membuka matanya.
"Kamu ni apa-apaan sayang, lebih dari tiga jam kami buat itu semua dan kini kamu biang kalau kamu mengantuk dan nggak mau makan gitu," omel Gilang.
"Mas mas, ngerti dong keadaan bumil, sisakan saja buat aku," ucap Nindi
"Kalau kamu nggak makan semua akan aku buang, dan aku nggak mau menuruti semua keinginan kamu," ancam Gilang
Nindi yang kesal akhirnya bangun, lalu dia keluar kamar untuk makan masakan Gilang dan Veri.
Melihat Mie ayam, jus dan puding membuat Nindi menelan salivanya.
"Kelihatannya enak," kata Nindi lalu meminta Gilang untuk menyuapinya.
"Gimana sayang?" tanya Gilang
"Enak, ayo mas Gilang dan mas Veri makan bersama," ajak Nindi
"Ok," sahut Veri dan Gilang.
Mereka kemudian makan hasil karya mereka sendiri, kan saat mereka memasukkan mie ke dalam mulut mereka, mereka memuntahkannya kembali.
"Rasanya sungguh tidak enak kenapa kamu bilang enak," protes Gilang
"Enak kok," sahut Nindi lalu dia melanjutkan makannya kembali.
Gilang pun reflek memegangi tangan Nindi dan melarang Nindi memakan mie ayam yang dibuatnya
"Jangan sayang, aku takut kalau anak kita akan keracunan," kata Gilang
"Apaan sih mas, enak kok mie ayamnya, aku suka," sahut Nindi yang tetap memakan mie ayam buatan Gilang dan Veri.
"Dan untuk kalian, makan tu mie ayam sampai habis," titah Nindi yang membuat Gilang dan Veri melemas.
Gilang dan Veri memakan mie ayam buatannya sambil tahan nafas, ayamnya sangta asin, acarnya sangat asam dan pangsitnya sangat hambar dan mienya nggak kenyal sama sekali.
Nindi yang usai makan pergi ke kamar untuk mengambil vitaminnya, saat Nindi nggak ada Gilang dan Veri segera membuang mie ayam mereka, "Buang ke closet ,buruan sebelum dia kembali," kata Gilang lalu Veri segera mengambil mangkok mie ayam miliknya dan juga Gilang.
Saat Veri kembali Nindi sudah ada di ruang makan kembali
"Darimana?"
__ADS_1