Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Bertahan sakit pergi tak mampu


__ADS_3

"Jadi kamu mas yang menabrak ayah waktu itu," kata Nindi dengan air mata yang jatuh.


Gilang hanya diam dia bingung harus bagaimana, Nindi sudah dipastikan sangat marah padanya.


"Kenapa hanya diam, jawab mas!" teriak Nindi


"Aku tidak sengaja menabrak ayah sayang, waktu itu ayah...." belum sempat menyelesaikan kata-katanya Nindi sudah menyela


"Jahat mas kamu, aku benci kamu mas!" teriak Nindi, "Sekarang pergilah, pergi!" bentak Nindi.


Gilang tidak ingin meninggalkan istrinya, dia menemani Nindi bahkan kini dia memeluk istrinya dengan erat mencoba menenangkannya namun Nindi memberontak.


"Tak ada alasan lagi bagiku untuk bertahan dengan kamu, pergilah! pergi!" teriak Nindi.


Gilang terus memeluk istrinya, apa yang dia takutkan kini jadi kenyataan, dimana Nindi tidak mau memaafkannya.


"Kamu kan penggila wanita cantik dan sempurna, kini lihatlah! aku sekarang lumpuh, aku juga yang membuat anak kamu meninggal lalu kenapa kamu masih di sini, seharusnya sana pergilah ke pengadilan dan ceraikan aku," kata Nindi


"Aku mohon jangan bilang begitu, aku tau aku salah maafkan aku, ini semua sudah takdir sayang," sahut Gilang


Nindi tertawa sinis mendengar kata-kata Gilang


"Takdir ya, lalu beberapa hari ini kenapa kamu mengjudge aku atas kematian anak kita, dan sekarang ayah aku kamu tabrak dan meninggal dengan mudahnya kamu bilang ini takdir dan berharap aku maafin kamu gitu. Nggak waras kamu mas," timpal Nindi


"Maafkan aku," ucap Gilang


"Kemarin-kemarin kemana kamu hah! ketika aku ngemis-ngemis maaf ke kamu, bahkan aku kesakitan di cafe kemarin apa kamu peduli padaku, lantas sekarang kamu tiba-tiba peduli padaku," kata Nindi


"Aku tau aku salah, aku hanya ingin ngasih kamu shock terapi supaya kamu paham akan kesalahan kamu, supaya nurut sama suami," sahut Gilang.


"Apa? shock terapi?" tanya Nindi dengan penuh penekanan.


"Iya," jawab Gilang.


"Bearti sekarang aku juga nggak salah dong ngasih kamu shock terapi juga supaya nggak egois dan mau belajar dari kesalahan," sahut Nindi.


**********


Bayi Nita kini sudah sehat bahkan BB-nya naik jadi sudah diperbolehkan untuk pulang.

__ADS_1


Lengkap sudah kebahagiaan Nita dan juga Alex setalah sekian lama mereka saling tersiksa kini akhirnya mereka bahagia meski nanti tetap saja ada prahara dalam rumah tangga.


"Kita beri nama siapa ya mas?" tanya Nita


"Bagaimana kalau Ata singkatan dari Alex dan Nita," jawab Alex


"Jangan dong mas, Ata itu nama cowok seperti nama yutuber terkenal itu," sahut Nita kurang setuju.


"Siapa sih, aku kok nggak pernah dengar," timpal Alex


"Kamu kan selalu sibuk dengan dunia bisnis jadi nggak kan tau seluk beluk dunia keartisan," kata Nita dengan terkekeh.


Meraka berdua berfikir kira-kira nama anaknya siapa,


"Gimana kalau Dania mas," Nita memberi ide.


"Bagus juga, ya udah namanya Dania," sahut Alex setuju dengan Nita.


Mereka menidurkan anaknya di kamar bayi yang sebelumnya sudah disiapkan, Nita dan Alex juga menggunakan jasa baby sitter untuk menjaga anaknya.


"Anak biar dengan baby sitter kamu dengan aku," bisik Alex.


"Iya sayang, tapi aku mau mandi dan menyiapkan makan malam dulu ya, baru kita nanti bergulat," bisik Nita balik


Saat Nita membersihkan diri dia sudah meminta art untuk menyiapkan susu, buah, daging, sayur, telur kerena Alex ingin berstamina saat memberi nafkah batinnya untuk yang pertama dengan status mereka yang sudah sah menjadi suami istri.


Begitu pula dengan Nita yang sudah memakai wangi-wangian di seluruh tubuhnya tak lupa dia meminum obat perapet area sensitifnya supaya Alex terasa nikmat saat masuk ke dalam goa miliknya.


Saat yang ditunggu-tunggu telah tiba, Alex yang sudah tidak sabar mencium rakus bibir istrinya.


Saking rakusnya Nita sampai kewalahan mengimbangi permainan suaminya.


Puas di bibir Alex langsung menyerang leher, akibat dari serangan brutalnya leher Nita kini penuh dengan warna merah.


Bibirnya turun ke bawah dan ini adalah area favorit kedua, lidah Alex lihai sekali memainkan dua benda kenyal milik istrinya yang kini sedikit mengeluarkan ASI hingga Alex tidak bisa menghisapnya.


Kini saat yang ditunggu-tunggu, yaitu melakukan penyatuan namun sebelumnya tangan Alex sudah bermain hingga bagian sensitif Nita basah sekali.


"Aaaaaaahhhhhh," Alex mengerang dengan keras betapa nikmatnya setelah sekian lama tidak berkunjung.

__ADS_1


Begitu pula dengan Nita, lama tidak dijamah membuatnya merasakan kenikmatan yang luar biasa juga. Sampai dia memejamkan matanya menikmati tongkat besar Alex yang mengobrak abrik goa pribadi miliknya.


Desa han dan erangan menjadi alunan musik, ditambah suara decakan dua benda yang menyatu ikut mengiringi.


Nita dan Alex bergulat dengan panas, entah berapa kali Nita mendapatkan pelepasannya. Alex sungguh luar biasa, ini semua karena sudah disiapkan oleh Alex jauh-jauh hari sebelumnya karena dia ingin Nita puas di bawahnya.


"Mas aku lelah," bisik Nita di sela-sela desa hannya.


"Bentar sayang, masih belum mau keluar aku. Tunggu ini keluar nanti kita udahan yang" sahut Alex dengan keringat yang membanjiri tubuhnya, suhu kamar terbilang cukup rendah namun Alex terus membakar tubuhnya dengan terus memompa Nita hingga sampailah dia pada pelepasannya.


Karena lelah akhirnya mereka berdua memutuskan untuk tidur dengan saling peluk.


**********


Nindi terus saja menangis sehingga membuat Gilang frustasi, saat bingung apa yang harus dilakukan dan datanglah Celo dan papa Gilang.


Papa Gilang mengajak Gilang ngobrol di luar, sedangkan Celo mengobrol dengan Nindi.


"Nin," panggil Celo


Nindi segera menghapus air matanya lalu menoleh


"Gimana kabar kamu?" tanya Celo


"Baik kak," jawab Nindi singkat.


"Aku turut prihatin ya Nin," sahut Celo


"Maksih kak," timpal Nindi tanpa melihat Celo.


Nindi memalingkan wajahnya, hal ini membuat Celo tersenyum. Dia cukup tau apa yang Nindi rasakan.


"Tadi aku diberitahu mama Gilang kalau kamu kecelakaan dan dirawat di sini, saat itu aku masih di kantor lo Nin dan segera datang kemari namun betapa kecewanya saat berada disini kamu malah memalingkan wajah yang seolah tak suka aku datang," kata Celo yang membuat Nindi menatapnya.


Celo dari awal bertemu Nindi, dia sudah tertarik bahkan saat itu dia ingin tidur dengan Nindi namun dia harus kecewa saat Nindi adalah


istri adiknya. Dan semenjak saat itu Celo menyimpan sendiri perasaan untuk Nindi.


Meskipun begitu tidak ada terbesit niatan untuk mengambil Nindi dari Gilang.

__ADS_1


"Maaf kak," kata Nindi dengan menangis, melihat Nindi menangis Celo pun jadi bingung ingin sekali menenangkannya namun nggak enak dengan Gilang.


"Jangan menangis ya Nin," kata Celo sambil mengelus rambut Nindi.


__ADS_2