
"Beri aku waktu seminggu lagi, dan aku akan menyelesaikan semuanya." Rian mencoba membujuk tetangganya supaya memberi waktu seminggu lagi karena saat ini memang dia tidak memiliki uang sama sekali, untuk makan saja dia berhutang di warung.
"Baiklah, tapi awas jika meleset motor kamu akan aku sita," ancam tetangga Rian. Dia sungguh kesal sekali karena Rian selalu ngeles dan janji-janji saja.
"Iya, iya," sahut Rian lalu menutup rumah kontrakannya.
Di belakang pintu dia mengusap rambutnya kasar bahkan Rian kini berteriak, dia sungguh bingung saat ini. Rio yang mendengar papanya berteriak dan mengusap rambut jadi takut, ingin sekali dia pergi dari rumah Rian sekarang juga.
Rian lalu mendekati anaknya, "Kamu kenapa Rio?" tanya Rian yang heran melihat Rio ketakutan.
"Rio pengen pulang pa," jawab Rio dengan takut
"Ya sudah ayo pulang," timpal Rian
Rian dan Rio pergi meninggalkan rumah kontrakannya menuju rumah Nita sepanjang perjalanan Rio hanya diam, dia masih takut dengan Rian.
"Kamu kenapa Rio?" tanya Rian heran dengan anaknya yang diam saja, berbeda dengan biasanya yang selalu aktif bertanya.
"Rio takut melihat papa seperti tadi," jawab Rio
Rian sedikit tertawa sungguh dia tidak bermaksud menakuti anaknya.
"Maafkan papa Rio," sahut Rian.
__ADS_1
Tak berselang lama, Rian dan Rio sampai, sesampainya di rumah Rian menurunkan Rio lalu dia langsung pergi tanpa mampir, pikirannya bercabang kemana-mana jadi dia malas jika mampir dan bertemu Alex.
Waktu berjalan dengan cepat hingga tak terasa sore hari sudah menyapa, Nita dan Alex pulang ke rumah secepatnya karena khawatir dengan Rio, menurut art rumahnya Rio tidak seperti biasanya.
Sesampainya di rumah, Nita dan Alex melihat Rio yang murung di kamar, dia terlihat sangat berbeda tidak seperti biasanya.
"Kamu kenapa Rio?" tanya Nita khawatir dengan anaknya.
Rio segera memeluk mamanya, dia sungguh senang karena mamanya telah pulang.
"Tadi Rio nggak sekolah ma, papa mengajak Rio ke rumahnya, saat di rumah papa ada orang yang marah-marah pada papa dan itu membuat Papa berteriak sehingga membuat Rio takut," jawab Rio panjang kali lebar.
"Jadi tadi papa kamu nggak nganter ke sekolah?" tanya Alex dengan kesal.
"Keterlaluan Rian," kata Alex.
Dia mengepalkan tangannya, sedari awal memang Alex sangat membenci Rian, dia mencoba bersabar demi Rio dan Nita namun kali ini sikap Rian tidak bisa ditolerir. Bisa-bisanya membuat Rio bolos sekolah dan malah membawanya pulang ke rumahnya tanpa ijin Nita.
Tanpa bilang apa-apa pada Nita, Alex langsung pergi keluar. Dia yang sebelumnya telah menyelidiki Rian tentu tau dimana Rian tinggal.
Kebetulan sekali Rian ada di rumah, tanpa bilang apa-apa Alex langsung masuk rumah Rian yang kebetulan terbuka.
"Rian," teriak Alex
__ADS_1
"Ada apa? kamu ini punya sopan santun apa tidak, seharusnya salam dulu dan tidak main masuk saja," sahut Rian dengan kesal.
Bug
Sebuah bogeman mendarat sempurna di pipi Rian, tak hanya pipi Alex juga membogem mata Rian. Cukup lama dia menjadi orang baik, kini entah mengapa Alex ingin menjadi orang jahat kembali di hadapan Rian.
Rian kini terkapar di lantai, dia sungguh tak punya cela untuk membalas Alex,
"Aku sudah lama kesal dengan kamu, awalnya aku menganggap kamu ayah baik buat Rio tapi aku salah, kamu sungguh brengsek Rian bahkan bisa-bisanya memperalat anak yang masih dibawah umur untuk kepentingan kamu," ungkap Alex yang membuat Rian menatapnya, dia tak menyangka kalau Alex bisa tau semuanya.
"Aku tak tau maksud kamu Alex?" tanya Rian pura-pura tidak tau dengan maksud Alex
"Tak hanya brengsek ternyata kamu juga pandai bersandiwara Rian," jawab Alex
"Nita dan Rio adalah milikku Alex tapi kamu datang merusak semuanya," sahut Rian
"Jangan mimpi kamu Rian, Nita adalah milikku jadi jangan macam-macam kamu," timpal Alex.
Rian tak sanggup berkata-kata lagi karena tangannya diputar dan diplintir oleh Alex, "Aku tau kamu mendekati Nita karena uang kan" kata Alex yang membuta Rian terdiam.
"Berapa yang kamu butuhkan tapi jangan pernah muncul dihadapan kami lagi," imbuh Alex
"Aku butuh satu Milyar," ucap Rian yang membuat Alex membogem pipi Rian lagi.
__ADS_1
"Untuk mendapat uang satu milyar kamu itu harus bekerja, bukan bermalas-malasan. Kamu pikir uang itu datang dengan sendirinya," maki Alex.