Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Kamu mencintai aku apa tidak


__ADS_3

Mereka berempat masuk bersama, akhirnya makan malam romantis kini menjadi makan malam double date.


Gilang tentu masih dongkol pasalnya Celo menikah tanpa mengundang-undang mereka semua dan pernikahannya terkesan mendadak, pasti ada something wrong, itulah yang ada di benak Gilang.


"Ceritakan bagaimana kalian bertemu dan menikah mengapa nggak ngundang kami," kata Gilang.


Celo nampak bingung, dia bingung harus ngomong apa.


"Itu, aku jatuh cinta pada pandangan pertama jadi ya udah aku ajak nikah saja," ucap Gilang berbohong.


"Yakin begitu? nggak ada yang kalian sembunyikan kan?" tanya Gilang dengan tidak percaya


"Iya lah, oh ya Nindi sudah sembuh ya." Celo mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Iya kak, Alhamdulillah sudah sembuh. Ini semua tak lepas dari support kalian semua," kata Nindi dengan tersenyum.


Melihat senyuman Nindi yang begitu manis membuat Celo menatapnya lekat bahkan dia ikut tersenyum. Indira yang melihatnya curiga karena cara pandang Celo kepada Nindi berbeda dengan cara memandangnya.


Indira melihat cinta di mata Celo, dan ini membuat Indira sedikit tidak nyaman pasalnya Indira sudah ada rasa dengan Celo.


"Apa kamu mencintai Nindi mas?" tanya Indira dalam hati.


Kini pesanan makanan telah datang, Nindi mengambilkan makanan untuk Gilang begitu sebaliknya, begitu juga dengan Indira. Dia mengambilkan makanan untuk Celo namun berbeda dengan Nindi dan Gilang, Celo kurang peka dan hal ini membuat Indira sedikit sedikit sedih namun Indira bisa mengatasinya supaya tidak menimbulkan kecurigaan pada Gilang dan Nindi.


Nindi dan Gilang nampak memamerkan kemesraan mereka, dan hal ini membuat Celo sedikit kurang nyaman meski ada Indira ternyata Celo masih belum move on sepenuhnya.


"Kamu mau nambah mas?" tanya Indira.


"Nggak kok sayang," jawab Celo.


Celo tersenyum dengan mengusap rambut Indira sambil curi-curi pandang.


"Jadi kalian ini saudara ya?" tanya Indira


"Iya, dan ga nyangka kamu jadi Kakak ipar aku," jawab Nindi

__ADS_1


"Iya ya Nin, aku kira selepas kamu nikah dulu, kita nggak akan bertemu lagi dan takdir malah mempertemukan kita jadi saudara," sahut Indira


"Iya," timpal Nindi


"Jadi kalau kalian merasa boring karena ditinggal suami kalian bisa lo main bersama," ucap Gilang.


"Iya betul," sahut Nindi


Mereka fokus lagi ke makanan mereka hingga acara yang paling Gilang tunggu datang yaitu memberikan kalung yang tadi dibelikan oleh Veri.


Gilang mengeluarkan hadiahnya dan itu membuat Nindi terperangah.


"Apa mas ini?" tanya Nindi


"Sebuah hadiah terindah untuk yang terkasih," jawab Gilang.


Gilang membuka hadiahnya, nampak kalung berlian indah dan Nindi sangat terharu dengan hadiah Gilang.


Gilang melepas kalung yang dipakai Nindi sekarang lalu memakaikannya pada Nindi.


"Sama-sama, bandulnya adalah hati. Aku titip hati ini padamu," kata Gilang yang cukup membuat Indira iri.


Nindi memeluk suaminya bahkan tanpa rasa malu dia mengecup pipi Gilang.


"Thanks mas, i love you," ucap Nindi


"I love you more," sahut Gilang.


Lagi-lagi Celo merasa kurang nyaman namun meskipun begitu dia tidak ingin menunjukkan patah hatinya pada semuanya.


Celo akhirnya bertepuk tangan atas kebahagiaan Nindi dan Gilang.


"Gilang kamu membuat aku tersentuh," kata Celo


"Kak Celo mungkin bisa praktek juga membelikan Indira kalung seperti ini," sahut Gilang

__ADS_1


"Iya betul itu," sahut Nindi


Celo jadi kikuk pasalnya dia belum ada niatan untuk itu bahkan uang belanja saja Celo masih belum memberi istrinya jadi Indira di rumahnya tidak memegang uang sama sekali.


Mereka mengobrol lagi, hingga tak terasa waktu sudah semakin larut kemudian mereka memutuskan untuk pulang.


Sepanjang perjalanan pulang Nindi senyum-senyum sendiri sambil memegangi kalung yang dibelikan Gilang.


"Aku bahagia mas, terima kasih," kata Nindi lagi


"Ucapan terima kasihnya nanti di rumah saja saat kita bersua di atas kamar tidur jadi aku bisa langsung menyerang," sahut Gilang yang membuta Nindi mencibirkan bibir


"OOO jadi minta balasan nih," ucap Nindi


"Bukan upah tapi jatah sayang," timpal Gilang dengan terkekeh.


Berbeda dengan Nindi, Indira selama perjalanan pulang hanya diam dan ini membuat Celo heran, ada apa? pertanyaan yang ada di benak Celo.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Celo


"Lagi memikirkan sesuatu," jawab Indira


"Memikirkan apa?" tanya Celo lagi


"Kamu," jawab Indira


Celo semakin bingung, kenapa Indira memikirkannya.


"Aku? memangnya aku kenapa sayang?" tanya Celo


"Cara pandang kamu ke Nindi berbeda," jawab Indira yang membuat Celo kaget bahkan dia sampai mengerem mendadak, untuk di belakang mobil Celo tidak ada mobil coba kalau ada pasti terjadilah tabrakan.


"Berbeda gimana maksud kamu?" tanya Celo mencoba mengelak


"Kamu sendiri yang tau jawabannya mas, jadi seharusnya pertanyaan itu untuk diri kamu sendiri, dan kini satu pertanyaan dariku khusus untuk kamu,

__ADS_1


Sebenarnya kamu itu mencinta aku apa tidak?"


__ADS_2