Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Di ganggu nomor tak dikenal


__ADS_3

Nita menatap benci pria yang memanggilnya, kenangan masa lalu datang kembali.


Kenapa dia harus datang di saat Nita ingin hidup tanpa bayang-bayang dirinya.


Nita masih terpaku di tempatnya, sehingga membuat Pria tersebut berjalan mendekat.


Dia ingin memeluk Nita namun secepat kilat Nita menghindar.


"Nit, aku ingin kita seperti dulu, menghabiskan setiap malam bersama," kata pria tersebut.


"Cih, belum puas kamu menyakiti aku mas, kenapa kamu datang kembali saat aku sudah tidak ingin melihat kamu lagi," sahut Nita kesal.


Pria tersebut adalah mantan suami Nita dulu yang dengan teganya meninggalkan Nita dan juga anaknya.


Dia beberapa kali datang ke cafe Nita tapi baru tahu seminggu yang lalu kalau Nita adalah pemiliknya. Dia mencari informasi terkait mantan istrinya tersebut, dia ingin kembali lagi karena Nita sudah sukses sekarang lebih tepatnya dia ingin menumpang hidup pada Nita.


"Terlambat aku sudah menikah, tidakkah kamu lihat kalau aku mengandung sekarang," kata Nita dengan mengelus perutnya yang buncit.


Mantan suaminya yang bernama Rian tersebut tertawa, dia sudah tau kalau Nita hamil di luar nikah dan siapa ayah biologis anak dalam perutnya hanya Nita yang tau.


"Nita, Nita. Aku sudah tau kalau itu anak di luar nikah bahkan ayahnya tidak pernah terlihat," ucap Rian yang membuat Nita bingung tak tau harus berkata apa.


"Sudahlah dengan kita bersama kembali status anak itu akan jelas, begitu pula dengan Rio apa kamu tidak kasian dengan Rio, anak seusia Rio tentu membutuhkan ayahnya," imbuh Rian kemudian.


Nita menatap Rian dengan sinis, "Baru kali ini kamu peduli dengan Rio kemarin-kemarin kamu kemana mas, saat Rio mengejar kamu hingga terjatuh mana hati nurani kamu!" ungkap Nita dengan mata yang basah.


"Aku menyesal Nita," katanya memelas supaya Nita memaafkannya.

__ADS_1


Nita tidak terpengaruh sama sekali dengan Rian, dia meminta satpam untuk membawa Rian keluar.


Setelah kepergian Rian, Nita duduk di ruangannya dia menangis mengingat kehidupannya nanti.


Memang yang dikatakan Rian benar adanya tapi Nita tidak sudi kembali lagi pada Rian.


Kini hati kecilnya menjerit memanggil Alex, dia amat sangat mencintai Alex saat ini.


Di sisi lain Alex baru saja masuk kota B, kota dimana Nita berada. Meski dia tidak tau keberadaan Nita namun dia tidak akan menyerah saat ini, Alex yakin dia pasti akan menemukan Nita meski harus mencari Nita di kota yang lumayan besar ini.


Dengan berbekal foto Nita Alex mulai mencari Nita, "Aku tidak sabar bertemu denganmu Nita, "maafkan aku," gumam Alex dengan menatap foto Nita yang dipegangnya.


Lelah seharian mencari Nita Alex memutuskan untuk istirahat di sebuah hotel. Dia lanjut mencari Nita keesokan harinya.


"Kamu dimana sih Nita," gumam Alex.


Karena sangat rindu Nita mencoba menghubungi Alex, dan Alex mengangkat panggilan Nita.


~Halo~ Alex


Nita hanya terdiam, dia sangat rindu sekali dengan suara Alex, dia membungkam mulutnya dengan rapat karena tangisnya pecah.


Betapa rindu dirinya dengan Alex.


~Ini siapa?~ Alex


Karena tidak ada suara Alex pun mematikan sambungan panggilannya.

__ADS_1


Nita terisak sambil memegangi ponselnya, ingin sekali dia menemui Alex tapi dia takut kalau Alex mencelakai bayinya, seperti yang telah Alex katakan dulu jika dia sampai hamil, Alex meminta Nita untuk menggugurkannya atau menjebak Gilang supaya bertanggung jawab akan benihnya.


Alex yang merasa dipermainkan menjadi marah, pasalnya dia asik memikirkan Nita tiba-tiba diganggu oleh nomor tidak dikenal.


Di rumahnya Gilang dan Nindi mengobrol bersama di balkon, Gilang sangat sedih karena harus meninggalkan Nindi.


"Sayang kalau aku kangen gimana?" tanya Gilang dengan lemas


"Kangen ya pulang dong mas kalau nggak gitu kita bisa video call," jawab Nindi


"Kalau pengen gimana?" tanya Gilang lagi


"Ditahan dong mas Gilang sayang," jawab Nindi dengan menatap suaminya.


Gilang memeluk Nindi dengan erat, enggan sekali pergi ke luar negri.


"Di sana cuma dua Minggu kan?" tanya Nindi


"Iya," sahut Gilang lemas.


Karena ingin berpisah selama dua Minggu untuk itu Nindi memberi pelayanan VVIP lagi untuk Gilang. Dengan permainan yang super agresif dia memimpin Gilang.


"Pelan-pelan kasian baby yang di dalam sayang," bisik Gilang.


Lalu Nindi memperlambat permainannya dan kini gantian Gilang yang memimpin.


Seusai melakukan gulat mereka, Nindi dan Gilang membersihkan diri rencananya mereka akan keluar untuk membeli keperluan Gilang besok serta membeli keperluan Nindi jadi selama ditinggal Gilang Nindi tidak perlu belanja.

__ADS_1


__ADS_2