Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Kalah pamor


__ADS_3

"Kamu siapa?" tanya pria tersebut yang tak lain adalah Rian.


Alex segera mendekat, "Aku adalah calon papa Rio," jawab Alex.


Rian menatap Alex dari atas ke bawah, nampak Alex sangat tampan, baju yang dipakai juga baju berkelas bahkan sepatunya adalah sepatu mewah, lalu dia menatap mobil yang terparkir nampak mobil mobil sport yang berlogo kuda jingkrak yang diperkirakan harganya selangit.


Dari situ Rian sudah kalah pamor, namun itu tidak membuat Rian menyerah.


Alex mendekati Rio, samar-samar Rio ingat kalau Alex dulu yang suka menginap di rumahnya.


"Om bukannya teman mama yang suka menginap di rumah mama dulu?" tanya Rio.


"Iya," jawab Alex, "Ayo sekarang ikut ke rumah sakit. Adel Rio udah lahir, om disuruh mama jemput Rio," kata Alex kemudian.


Rio nampak bingung dia melihat Alex dan Rian bergantian, melihat anaknya yang bingung membuat Rian berdrama.


"Rio ke rumah sakit dengan papa ya, nanti malam merepotkan om nya," kata Rian


Sontak Alex menatap Rian dengan sinis dia baru tahu kalau pria di depannya adalah mantan suami Nita.

__ADS_1


"Aku nggak repot, karena aku juga harus menjaga Nita dan bayi saya," sahut Alex


Rian kaget mendengar kata-kata Alex, kalau dia adalah ayah dari bayi Nita bearti sudah dipastikan dia akan kalah, karena dari segi manapun dia kalah dengan Alex.


"Bairkan saya yang mengantar Rio karena saya juga akan menjenguk Nita," ucap Rian.


Alex menatap sekitarnya namun dia tidak menemukan mobil Rian, Alex hanya menemukan sebuah motor matic yang kemungkinan milik Rian.


"Kamu mau membawa Rio naik motor?" tanya Alex


"Iya, kenapa memangnya?" tanya Rian yang mulai kesal.


"Ini sudah jam berapa, apa kamu nggak kasihan. dengan Rio, malam-malam kamu ajak bersepeda, angin malam nggak bagus Lo buat kesehatan," jawab Alex.


Rian nampak terdiam, dia kesal sekali namun yang dikatakan Alex benar adanya.


"Sudahlah saya harus segera kembali ke rumah sakit, kalau kamu ingin menjenguk Nita lebih baik besok pagi saja karena ini sudah malam lagipula jam membesuk pasien sudah habis," kata Alex yang membuat Rian hanya terdiam tak bisa berkata-kata.


"Brengsek, kali ini aku kalah namun lain kali kamu yang kalah," umpat Rian dalam hati.

__ADS_1


Alex masuk ke dalam rumah meminta art untuk menyiapkan baju Rio, supaya besok pagi ada ganti untuk Rio.


"Besok pagi den Rio harus sekolah tuan," kata Art Nita, meski mereka belum kenal Alex tapi mereka sudah merasa sungkan pada Alex, aura Alex sangat kuat sehingga mampu membuat Art sungkan berbeda dengan Rian.


"Ya sudah siapkan seragam Rio, tas serta buku-bukunya," sahut Alex sambil menunggu art Nita menyiapkan keperluan Rio besok dia kembali ke teras dimana Rian dan Rio duduk.


Rian berpura-pura sedih padahal itu hanya trik untuk membuat Rio bersimpati padanya.


"Ya sudah Rio sama calon papa baru Rio ya, papa pulang saja, maafkan papa yang nggak bisa mengantar Rio ke rumah sakit karena memang benar apa yang dikatakan calon papa Rio kalau mengantar kamu menggunakan motor itu nggak baik untuk kesehatan kamu," ucap Rian panjang kali lebar.


"Maafkan papa yang hanya mempunyai motor," imbuhnya dengan pura-pura sedih bahkan untuk meyakinkan Rio dia sampai pura-pura menangis.


Alex yang mendengarnya mengerutkan alis "Songong juga nih orang, untuk apa mencari simpati pada anak kecil," batin Alex yang mulai merasakan ada bau-bau nggak beres.


Rio memeluk papanya seraya berkata


"Papa jangan sedih, kan masih ada hari esok seperti papa akan meninggal saja,"


Alex nampak menahan tawa, karena mendengar jawaban Rio yang di luar ekspektasi Rian.

__ADS_1


Rain berharap kalau dengan dia berpura-pura bersedih Rio akan bersikeras datang ke rumah sakit dengannya namun jawaban Rio malah di luar dugaan.


__ADS_2