
Maaf ni kak up nya lama, promosi dulu soalnyaπππview semakin anjlok kak. eh, malah curhat.
Mungkin tanggal 21 ya kak aku bisa up lebih karena aku ikut crazy up di novel
"4 penguasa kampus," sambil nunggu up akulah istri dan selingkuhanmu bisa Lo mampir di 4 penguasa kampus.ππππ
"Oh lupa, perkenalkan saya teman hidup, teman tidur serta tulang rusuk mas Celo," kata Indira yang membuat Farah kesal.
"Ya ya aku tau kamu istri Celo," sahutnya.
Karena tidak ingin ada debat Celo mengajak Indira untuk masuk.
"Ayo kita masuk sayang," ajak Celo
Indira memeluk tangan Celo dengan erat
Merasa diabaikan Farah berteriak
"Tunggu, ada yang ingin aku bicarakan,"
Celo dan Indira berhenti lalu membalikkan badannya.
"Ada keperluan apa?" tanya Celo
Farah semakin kesal, bisa-bisanya Celo bertanya ada keperluan apa.
"Kita bicara ke ruangan mas Celo saja, dilihat pegawai nggak enak," ucap Indira
Lalu mereka bertiga berjalan menuju ruangan Celo, Celo dan Indira berjalan lebih dulu sedangkan Farah berjalan di belakang Celo dan Indira seperti bodyguard.
Saat di dalam lift Indira mencium pipi Celo, dia sengaja melakukan itu untuk memanasi Farah.
"Ups, aku lupa kalau ada Farah. Maklum ya Farah pengantin baru jadi bawaannya pengen ngecup terus. Nggak apa-apa kan?" tanya Indira.
"Nggak papa aku dulu sama Celo juga gitu, dimana-mana pasti gulat, bahkan Celo suka sekali sama goyangan aku," sahut Farah.
"Oh, ajarin aku dong Farah. Mas Celo suka goyangan apa. Goyang itik, goyang dumang atau goyang dua jari?" tanya Indira dengan sedikit tersenyum.
Nampak tersirat kesal di wajah Farah, entah jiwa Indira terbuat dari apa, kenapa tidak ada rasa cemburu sama sekali.
"Goyangan seorang stripper itu beda dengan goyangan seorang penyanyi dangdut," jawab Farah.
Karena debat sengit tak terasa kini mereka sudah di ruangan Celo.
"Duduk," titah Celo
"Kalian lanjut ngobrolnya, aku mau bekerja," kata Celo yang sedari tadi pusing dengan debat Indira dan Farah.
__ADS_1
Farah dan Indira menurut kata-kata Celo, mereka berdua duduk di sofa lalu melanjutkan debat mereka lagi.
"Perbedaanya dimana?" tanya Indira.
"Goyangan stripper itu lebih hot," jawab Farah
"Wow," sahut Indira
Farah kini mendekati Celo yang duduk di kursi kebesarannya.
"Celo jatah aku belum kamu kirim," kata Farah
"Maaf Farah aku tidak bisa mengirim lagi," sahut Celo
"Jadi kamu menantang aku?" tanya Farah
"Maaf Farah," jawab Celo.
Farah yang kesal mendekat lagi ke tempat dimana Indira duduk.
"Aku ada video bagaimana seorang stripper memanjakan pasangannya," kata Farah dengan melirik Celo.
Celo yang menatap Farah menggelengkan kepala, dia tidak ingin Indira melihat video panasnya dulu.
Tapi tentu itu tidak digubris Farah karena Celo tidak memberi apa yang Farah inginkan.
Farah mengambil ponselnya dan membuka Video panasnya dengan Celo.
Sesak rasanya melihat suami meraba menyentuh dan memainkan milik orang lain meski itu masa lalunya.
Farah tersenyum puas melihat raut wajah Indira berubah, "Kamu kenal siapa pemain pria di video panas itu?" tanya Farah
"Kenal, tubuh kamu molek sekali Farah, dada kamu juga besar nampak kamu sering tidur dengan pria ya, sintal punyaku lo," kata Indira dengan memegang bagian dadanya membandingkan punyanya dengan punya Farah.
Farah membola melihat Indira, dia bingung bukannya marah malah kini dia membandingkan kemolekan tubuhnya.
Indira melihat gaya-gaya dalam permainan Celo dan Farah, meski sakit dia harus bisa tenang.
"Apa kamu pernah melakukan gaya seperti itu?" tanya Farah
"Pernah saat mas Celo memainkan bagian sensitif aku dengan lidahnya, sampai aku terbang ke awan," jawab Indira dengan santai
"Memangnya itu gaya apa? biar nanti aku praktekkan," tanya Indira dengan menatap Farah.
Farah semakin kesal, lalu dia menunjukkan video lain saat mereka main di kolam renang.
"Mas kamu gitu, kenapa nggak ngajak kau main di kolam renang sih mas, nanti habis pulang kantor main di kolam ya mas, art kita suruh pergi semua," teriak Indira yang membuta Celo memijat pelipisnya namun dia suka gaya Indira.
__ADS_1
"Goyangan kamu luar biasa, bisa buat referensi nih. Praktek ah," kata Indira lalu berjalan mendekati Celo yang duduk di kursi kebesarannya.
Dia langsung saja mencumbu Celo, tangannya juga meraba dan membuka resleting celana Celo dan memainkannya di dalam.
"Coba kamu lihat, kira-kira begini nggak cara manjakan suami?" tanya Indira.
Farah sekali lagi dibuat shock oleh Indira, kini Indira menjongkokkan diri dia melahap tongkat sakti Celo yang belum berdiri sempurna namun tentu hal ini membelakangi Farah, Indira tentu tidak ingin memperlihatkan tongkat sakti Celo pada Farah.
Celo mengerang penuh nikmat, "Terus sayang," bisik Celo yang bisa di dengar Farah.
Farah yang kesal akhirnya pergi, dia jengkel sekali dia menunjukkan Video panas pada Indira supaya Indira sakit hati malah kini yang terjadi dia melihat aksi panas live Indira dan Celo.
"Brengsek wanita itu!" umpat Farah, hingga tak sengaja dia menabrak Alex yang hendak ke ruangan Celo.
"Hi Alex," sapa Farah
"Hi, bukannya kamu Farah, teman Celo?" tanya Alex
"Iya, lebih tepanya teman ranjang adik kamu," jawab Farah
"Kamu bisa saja," sahut Alex
"Aku butuh teman ranjang Alex," imbuh Farah.
"Nanti kalau teman aku membutuhkan teman ranjang aku kabari," kata Alex
Mereka mengobrol lalu Alex pamit begitu pula dengan Farah.
Di ruangannya Celo sungguh dibuat panas sepanas panasnya oleh Indira.
Celo menyuruh Indira menungging di meja, dia menyibakkan dress istrinya lalu perlahan memasukkan tongkat saktinya.
Indira memegangi sudut meja, dia menikmati setiap sodokan Celo yang sangat dalam.
"Nikmat sekali mas," kata Indira.
Saat bersamaan Alex masuk.
"OMG Celo? apa yang kamu lakukan?" tanya Alex yang berdiri di ambang pintu.
Celo yang hasratnya sudah di ubun-ubun menoleh lalu menutupi tubuh Indira dengan tubuhnya, karena posisi nungging jadi tentu tidak kelihatan apalagi mereka masih memakai pakaian lengkapnya.
"Kak A Alex pergi dulu, nanggung kak bentar lagi keluar," kata Celo yang sedikit-sedikit menyodok Indira, sedangkan Indira yang malu pada Kaka Iparnya memalingkan wajahnya sambil men"desa*h sedikit karena Celo masih menyodoknya.
"Ok-ok kalian lanjutkan, setelah itu ke ruangan aku," kaya Alex lalu pergi dan tak lupa dia menutup pintu.
Melihat adegan adiknya tentu Alex merasa panas pula, "Andai Nita di sini," batinnya.
__ADS_1
Alex segera masuk ruangannya dan ternyata di dalam ada Nita yang datang mengantar berkas Alex yang tadi tertinggal di meja makan.
pucuk dicinta ulam pun tiba, Alex langsung saja menyerang Nita.