Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Aku ini kamu anggap apa


__ADS_3

"Kamu nggak tau yang sebenarnya jadi diam lah!" sahut Indira


Indira segera berlari kembali ke kamarnya, hatinya sungguh sakit akan sikap Celo dan juga kata-kata Sri, dia bukan seorang wanita murah seperti yang diucapkan oleh Sri namun kembali lagi semua pasti akan bicara seperti itu, karena memang datang dari awal bukan diperkenalkan sebagai nyonya melainkan sebagai pembantu dan sekarang ketahuan tidur bersama pasti murah adalah asumsi pertama.


Apalagi setelah apa yang telah terjadi semalam Celo masih belum menganggapnya sebagai istri, bahkan di depan para pelayan rumahnya dia belum berani bilang kalau Indira adalah istrinya.


Indira menumpahkan rasa kecewanya dengan menangis, dia bingung kini apa bertahan di rumah Celo dengan menjadi budak se*x Celo atau pergi kembali ke rumah paman dan bibinya atau bertahan dulu hingga ada kesempatan pergi setidaknya dia sudah mendapatkan uang dari Celo itupun kalau Celo memberinya.


Indira mengurung diri di kamar, hingga jam makan siang datang dia baru pergi ke bawah untuk makan.


"Enak ya, pembantu dilarang ngapa-ngapain oleh majikan, pelet apa yang kamu pakai Indira," kata Sri


Indira tidak menggubris Sri, dia melanjutkan makannya meski dia kesal sekali dengan Sri.


"Atau gini saja Indira, kita gantian tidur dengan tuan Celo," kata Sri yang kali ini membuat Indira murka.


"Kalau mau tidur dengan lelaki sana cari lelaki yang lain jangan mas Celo," maki Indira


Sri hanya tertawa mendengar makian Indira, "Sejak kapan Tuan Celo jadi mas kamu," kata Sri


Indira bingung, dia tidak bisa menjawab apa-apa. Indira tidak menghabiskan makananya, dia segera kembali lagi ke kamarnya.


"Dimana aku berada nasib baik tidak pernah berpihak padaku," kata Indira.


Hingga Celo pulang Indira tidak keluar dari kamarnya, dia menyendiri di kamarnya sambil melamun di balkon.


Setelah mandi Celo mencoba mendatangi kamar Indira namun kamarnya di kunci dari dalam.

__ADS_1


"Tumben dikunci," gumam Celo


Celo yang masih ada urusan pergi ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Dua jam berlalu dia turun ke bawah untuk makan, nampak Sri curi-curi pandang berharap Celo meliriknya dan mengajaknya tidur.


"Indira belum makan?" tanya Celo


"Belum tuan," jawab Sri.


"Brengsek kenapa yang ditanya Indira bukan aku," umpat Sri dalam hati.


Celo nampak bingung, ada apa dengan Indira biasanya dia yang menyiapkan makan Celo tapi ini dia mengunci diri di kamar.


Setelah makan Celo pergi ke kamar Indira dia mengetuk pintu dan memanggil-manggil Indira tak berselang lama Indira membukakan pintu.


"Kamu belum makan?" tanya Celo


"O ya udah," sahut Celo.


Karena tidak ada yang dibicarakan Indira menutup pintu kembali.


Celo nampak galau sekarang padahal malam ini dia ingin mengulang gelut panas dengan istrinya.


Celo pun mengetuk pintu lagi, dan beberapa saat kemudian Indira membukakan pintu untuknya.


"Ada apa lagi mas?" tanya Indira

__ADS_1


"Boleh aku tidur disini lagi?" tanya Celo


Indira menghela nafas, mau nggak mau dia mengijinkan Celo untuk tidur di kamarnya.


"Masuk mas," kata Indira menyuruh Celo masuk.


"Yes," ucap Celo riang lalu dia masuk.


Melihat Indira memakai celana pendek dan juga kaos berbahan tipis membuat Celo menelan salivanya, tongkat saktinya juga bereaksi dengan cepat, bahkan sekarang sudah berdiri.


"Indira kita ulang lagi yuk gulat kita," pinta Celo


"Iya mas," sahut Indira dengan tersenyum.


Kegiatan panas mereka terulang lagi, hingga hampir tiga puluh menit Celo masih belum mendapatkan pelepasannya. Celo sangat menikmati sarangnya yang begitu menggigit dan sempit.


Indira meski belum berpengalaman tapi dia selalu mendengarkan cerita dari temannya kalau pria itu suka dijepit, katanya "sekali merasakan jepitanmu pasangan kamu nggak akan bisa jauh dari kamu jadi nggak mungkin selingkuh," kata teman Indira waktu itu.


Oleh karena itu Indira menjepit tongkat sakti Celo sehingga dia merasa di awan.


Bahkan Celo mengerang dengan keras merasakan kenikmatan yang luar biasa.


Beberapa saat kemudian Celo mendapatkan pelepasannya, kemudian dia tumbang dia samping Indira.


Mereka berdua mengobrol kesana kemari, Celo nampak senang karena dia nyambung dengan Indira.


"Mas aku boleh tanya sesuatu?" tanya Indira

__ADS_1


"Iya silahkan," Jawab Celo


"Aku ini kamu anggap apa sih mas???


__ADS_2