
"Alex Celo ini siapa?" tanya Mama
"Ini ma, tadi nggak sengaja ketemu di jalan, kebetulan dia mau cari pekerjaan," jawab Celo
Indira hanya terdiam, ternyata dia tidak dianggap oleh lelaki yang telah menjadi suaminya tersebut.
Alex juga diam tanpa ijin Celo dia tidak ingin berbicara pada mamanya terkait nikah karena grebek yang dilakukan warga pada Celo dan Indira.
"Oh ya sudah kebetulan kita kekurangan art," sahut mama lalu dia masuk.
"Maaf Indira, aku belum bisa memberitahu orang tuaku terkait status kita, kamu nggak papa kan kerja di sini sebagai art," kata Celo
"Nggak apa-apa kok mas, dengan begitu aku bisa menjalankan kewajibanku sebagai istri kamu," sahut Indira.
Celo menunjukkan kamar untuk Indira, sebuah kamar tamu bukannya kamar art dan mungkin ini akan membuat art lainnya iri.
Indira disuruh membereskan kamarnya kebetulan kamar Arcelo berantakan sekali.
Alex yang harus ke kantor pamit pada mama papanya, "Kami pamit ya ma, pa," pamit Alex
"Iya, hati-hati ya," sahut mama dan papa
Tak lupa mama mencium kedua cucunya Rio dan juga Dania.
Meskipun Rio bukan cucu kandungnya namun mama sangat menyayangi Rio.
Selepas kepergian Alex, Celo pergi ke kamarnya untuk bersiap ke kantor, dia melihat Indira sibuk melipat baju-bajunya yang kemarin dia keluarkan.
"Ini baju kamu kenapa keluar semua mas?" tanya Indira
"Aku lagi pengen ngeluarin baju, bereskan saja jangan banyak bertanya," jawab Celo
__ADS_1
Indira menghela nafas, kemudian melakukan pekerjaannya kembali.
Karena tidak membawa baju ganti Celo hanya melilitkan handuk di pinggangnya dan ini membuat Indira gugup.
"Mas seharunya memakai baju di dalam kamar mandi bukannya di sini," kata Indira dengan terbata.
"Tadi aku lupa nggak bawa baju ganti, balikkan badan kamu, aku mau ganti baju sebentar," sahut Celo
Indira segera membalikkan badannya, beberapa saat menunggu namun Celo tak kunjung selesai hingga Indira berinisiatif membalikkan badannya kembali.
Ternyata Celo sudah selesai dan kini dia menyiapkan berkas dan juga laptopnya.
"Kenapa nggak bilang sih mas kalau udah selesai," protes Indira
"Kamu nggak tanya," sahut Celo lalu berjalan hendak keluar kamarnya.
Sebelum Celo keluar kamar Indira memanggilnya, "Mas tunggu," teriaknya
Celo menoleh, "Apa?" tanya nya
"Dulu ibu dan ayahku selalu melakukan hal ini," kata Indira.
Celo tersenyum kecil lalu keluar kamarnya.
Kini Indira kembali lagi berkutat dengan pakaian Celo, setelah itu dia membersihkan tempat tidur suaminya dan mengambil baju-baju kotor milik suaminya.
Saat Indira di dapur beberapa art menanyainya.
"Kamu art baru?" tanya salah satu dari mereka.
"Iya," jawab Indira.
__ADS_1
Sikap Indira yang gampang bergaul membuatnya langsung akrab dengan semua art.
Karena harus mencuci baju Celo, Indira pamit terlebih dahulu.
********"
Beberapa hari berlalu, Pak Admadja harus pergi ke luar negeri selama enam bulan karena dia harus mengurusi perusahaannya yang di sana, ingin menyuruh anak-anaknya namun tidak mungkin karena anak-anaknya harus mengurus perusahaan yang ada di sini.
Selama di luar negeri pak Admadja ingin mengajak mama Gilang dia ingin memperbaiki hubungan intern mereka namun mama Gilang menolak dengan alasan Nindi tidak ada yang menjaga selama Gilang kerja dan akhirnya mama Alex dan Celo yang papa Gilang ajak untuk menemaninya selama di luar negeri.
Pagi sekali pak Admadja dan istrinya sudah bersiap, dan Celo sangat sedih ditinggal mama dan papanya.
"Hati-hati ya ma, pa. Cepat kembali," kata Celo dengan sedih.
"Iya Celo, cuma enam bulan," sahut mama kemudian memeluk anaknya.
Setalah acara pamitnya selesai mama papa naik mobil lalu berangkat.
Selepas mama dan papanya berangkat Celo pergi lagi ke kamar Indira karena dia ingin menyuruh Indira untuk membersihkan kamar mandinya, sudah beberapa hari tidak dibersihkan jadi agak licin.
Saat Celo masuk kamar Indira, dia mendengar Indira menyanyi di kamar mandi. Suaranya jelas karena Indira tidak menutup pintu kamar mandinya.
"Ternyata artis kamar mandi," gumam Celo dengan tertawa.
Celo duduk sambil menunggu Indira keluar kamar mandi, Indira yang lupa tidak membawa handuk keluar kamar mandi dengan tidak menggunakan apa-apa untuk menutupi tubuhnya.
Dan betapa kagetnya dia saat ada Celo,
"Aaaaaaaaa, mas Celo ngapain di kamar aku," teriaknya lalu segera menyambar selimut untuk menutupi tubuhnya.
Celo terdiam, meski sering melihat tubuh polos wanita namun entah kenapa kali ini dia sungguh gugup, bahkan Celo tidak sanggup bersuara.
__ADS_1
"Aku kembali dulu," kata Celo lalu dia bergegas keluar kamar Indira.
Sedangkan Indira sangat malu bahkan kini dia tidak mempunyai muka untuk menemui Celo.