Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Pingsan


__ADS_3

"Lebih baik kamu lepaskan Indira David," kata Farah yang membuat David mencengkram pipi Farah.


Farah sungguh kesakitan karena cengkeraman David begitu kuat, tangannya meronta supaya David melepaskan tangannya.


"Sakit David, lepaskan!" pinta Farah.


"Tau kalau sakit kenapa mulut kamu seenaknya berucap, sudah payah aku merencanakan penculikan ini dan setelah berhasil kamu meminta supaya Indira aku lepas," teriak David.


Kilatan-kilatan amarah terlihat jelas di wajah David namun Farah tidak takut sama sekali.


"Dimana otak kamu hah!" hardik David lalu melepas cengkeraman tangannya dengan kasar sehingga tubuh Farah sedikit terdorong.


Farah merintih kesakitan bahkan pipi Farah nampak merah-merah karena bekas tangan David.


"Percuma kamu memilikinya tapi dia tidak mencintai kamu bahkan kini dia begitu membenci kamu," kata Farah dengan tersenyum sinis


"Biar asal aku tetap bersamanya tak akan jadi soal, lama-lama cinta pasti akan tumbuh," sahut David


"Sadarlah David, apa yang kamu lakukan ini membuat Indira semakin tersiksa," timpal Farah.


"Kalau benar-benar kamu mencintainya kamu nggak akan mungkin membuatnya seperti ini," imbuh Farah.


David yang kesal membuang semua benda yang ada di atas mejanya sambil mengumpat


"Brengsek kamu Farah, ja*Lang seperti kamu mana tau arti cinta."


Mendengar umpatan David membuat Farah tersenyum.


"Aku memang menyukai antara pangkal paha lelaki, aku merayu setiap lelaki kaya supaya menjadikan aku taman ranjangnya tapi aku cukup tau arti cinta David," sahut Farah


David tertawa keras mendengar sahutan Farah, "Apa! wanita rendah sepertimu paham dengan cinta? wow amazing," ejek David dengan tertawa keras


"Aku memang rendah, murah, brengsek, bejad lantas apa menurut kamu, pria seperti kamu itu suci? mulia? nggak kan. Kalian lebih bejad dari wanita-wanita seperti aku," ucap Farah yang membuat David murka.


"Beraninya kamu mengjudge aku Farah, kamu memang tak tau terima kasih, aku telah menolong dirimu dan membayar kamu dengan tinggi, tak ingat kah kamu yang saat itu merengek-rengek minta aku untuk menjadikan kamu ja*langku," timpal David dengan menatap Farah dengan lekat.


"Iya aku yang memintamu untuk menjadikan aku ja*langmu tapi bukan bearti kamu bisa menghina dan merendahkan aku," teriak Farah yang juga menatap balik David.


David tertawa mendengar teriakan Farah,


Tanpa aba-aba David mendorong tubuh Farah ke tempat tidur, dia merobek semua penutup tubuh Farah, dia melakukan hal itu pada Farah dengan kasar bahkan sesekali dia menampar pipi Farah, tak hanya ini dia juga menarik rambut Farah. David yang dikuasai amarah sungguh menyiksa Farah dalam permainannya.

__ADS_1


"Akan aku tunjukkan bagaimana rendahnya kamu," bisik David.


"Sakit David," kata Farah mencoba melepaskan diri dari David namun apa yang dilakukannya jelas sia-sia semakin dia meronta David semakin senang.


David membolak balikkan tubuh Farah, mulai dari dia di atas, Farah di atas, nung*ging, dari samping, duduk dan lain-lain.


Farah juga dipaksa untuk memainkan tongkat saktinya dengan lidahnya.


"Lihatlah betapa rendahnya dirimu Farah, ja*Lang seperti kamu pantas mendapatkan perlakuan seperti ini," bisik David.


"Biadab kamu David," umpat Farah


David tertawa mendengar umpatan Farah, beberapa waktu kemudian David mendapatkan pelepasannya.


Dia menyodokkan tongkat saktinya dengan keras dan ini cukup membuat Farah kesakitan.


"Brengsek kamu David, kenapa kamu menumpahkannya di dalam," maki Farah


"Kenapa? takut hamil?" tanya David dengan tertawa


"Kalau hamil gugurkan saja, gitu aja repot," imbuh David.


Kata-kata David sungguh melukainya, sedari tadi dia berusaha untuk tidak menangis namun kali ini pertahanan matanya runtuh juga banyaknya debit air mata yang diproduksi oleh mata Farah, membuatnya mengalir dengan deras.


"Dasar ja*lang," umpat David lalu beranjak dari tubuh Farah. Dia pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri setelahnya David memakai pakaiannya.


Setelah memakai pakaiannya, tiba-tiba anak buah David mengetuk pintu. Tanpa memperdulikan keadaan Farah yang masih polos, David langsung saja membuka pintu.


"Tuan, nyonya Indira pingsan, tadi kami melihatnya berusaha kabur namun baru sampai di pagar depan dia pingsan." Anak buah David memberi laporan.


"Datangkan dokter dengan segera," titah David lalu pergi melihat keadaan Indira.


Farah yang masih merasa kesakitan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu dia mencari pakaian di lemari, untung masih ada bajunya di sana.


Seusai memakai baju, Farah pergi menemui David di kamar dimana Indra disekap.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Farah


"Seperti yang kamu lihat," jawab David dengan sedih


"Apa kamu menunggunya kehilangan nyawa baru kamu lepas David?" tanya Farah tanpa menatap David

__ADS_1


"Apa maksud kamu Farah?" tanya David balik


"Dia merindukan suaminya, sudahlah lepaskan dia. Semakin kamu mengurungnya di sini, dia semakin membenci kamu," jawab Farah.


David cukup mencerna kata-kata Farah saat ini, dia menatap Indira lalu mencium tangan lemah Indira.


David berbeda dengan tadi, kini dia lebih lembut apa mungkin karena dia melihat Indira yang lemah.


"Bagun lah Indira," kata David


Farah duduk di sofa melihat David yang duduk menunggui Indira yang memejamkan matanya.


Tak selang beberapa lama, dokter datang. David memintanya untuk langsung memeriksa Indira yang terbaring lemah di tempat tidur.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya David antusias karena tidak sabar ingin mengetahui keadaan Indira.


"Dia mengalami dehidrasi pak, apa dia tidak makan?" tanya Dokter tanpa menatap David


"Iya, dia jarang makan," jawab David berbohong, padahal kenyatannya Indira tidak makan sama sekali. Hanya sekali itupun karena David membohonginya.


"Tolong perhatikan, jika hal ini berlangsung terus nyawanya akan terancam, karena bagaimana pun juga tubuh membutuhkan nutrisi," pesan dokter dengan menghela nafas. Dokter melepas stetoskop yang dipakainya kemudian dia menuliskan obat untuk Indira.


"Tebus obat ini segera, dan segera minumkan saat dia sadar tapi kalau bisa makan dulu," pesan dokter dengan menyodorkan resep pada David kemudian beliau pamit.


"Terima kasih dokter," sahut David dengan menerima resep yang dokter berikan.


David meminta anak buahnya untuk mengantar dokter dan menebus obat.


Kini David kembali ke tempatnya semula yaitu di tepi ranjang sambil memegangi tangan Indira.


"Berikan air kepala padanya, biar dehidrasi Indira terobati," saran Farah.


"Kenapa air kepala?" tanya David


"Air kelapa mengandung ion, bagus untuk mengatasi dehidrasi," jawab Farah


"Renungkan lah kata-kata aku David, lepaskan dia sebelum hal yang lebih buruk terjadi padanya," pesan Farah lalu dia pergi meninggalkan David dan Indira.


Beberapa saat kemudian Indira siuman, David langsung memberinya air kelapa yang sebelumnya dia meminta anak buahnya untuk mengambilkan kelapa di samping villanya.


"Minumlah," titah David dengan lembut

__ADS_1


"Nggak, lebih baik aku mati! daripada hidup seperti ini," sahut Indira


"Celo sebentar lagi akan menjemput kamu,"


__ADS_2