Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Berubahnya Alex


__ADS_3

Hari terus berlalu, tak terasa kehamilan Nita memasuki usia tujuh bulan yang artinya dia akan segera melahirkan dua bulan lagi.


Di meja kerjanya Nita nampak berfikir apa yang harus dia lakukan, bagaimana nasib anaknya setelah lahir nanti.


"Pak Alex andaikan anda mau bertanggung jawab sungguh bahagianya aku," gumam Nita dengan mata yang basah.


Meskipun diawali tanpa cinta namun sekarang benih cinta untuk Alex bersemayam di hati Nita, setiap hari dia selalu merindukan Alex, dia juga sangat rindu dengan sentuhan Alex.


Di sisi lain Alex juga memikirkan Nita, "Nita kamu dimana? aku sangat merindukan kamu. Kembalilah lalu kita menikah setelah buah hati kita lahir nanti," gumam Alex.


Di tempat berbeda kedua insan ini saling merindu, mereka saling memendam rasa yang sama-sama mereka miliki.


Alex merindukan Nita dan Nita merindukan Alex.


Karena hari libur Nindi dan Gilang pergi ke rumah papanya untuk menjenguk Alex, dia mendapat kabar kalau Alex jatuh sakit karena tidak kuat menahan kerinduan yang mendalam pada Nita selain itu tubuhnya sangat lemah selama beberapa bulan Alex terus saja mual dan muntah meski sudah minum vitamin, obat bahkan susu hamil.


Gilang dan Nindi sangat iba melihat Alex yang terlihat tua berbeda dengan Alex sebelumnya yang muda, tampan dan segar apalagi otot tubuhnya sangat berisi karena dia gemar olahraga.


"Kak Alex sampai kapan kak Alex seperti ini," kata Gilang saat duduk di samping kakak tirinya.


"Aku sudah menyerah Gilang, kamu tak tau apa yang aku rasakan, aku hanya ingin Nita," sahut Alex dengan mata yang basah.


"Seandainya aku bilang dimana Nita apa kak Alex mau kembali seperti dulu lagi?" tanya Gilang yang membuat Alex menatap Gilang dengan Lekat.


"Kamu tahu dimana Nita?" tanya Alex dengan wajah yang sumringah.


Gilang menggeleng, dan itu membuat Alex loyo kembali.


"Tapi aku tau sedikit informasi terkait kota Nita," ucap Gilang


Alex lagi-lagi menatap Gilang dengan lekat, dia memohon pada Gilang untuk diberitahu dimana Nita berada.


"Tapi ada syaratnya," kata Gilang


"Apa?" tanya Alex


"Berubah lah jangan menyerah dengan keadaan kak Alex, apa kak Alex tidak malu bertemu Nita dengan keadaan seperti ini," jawab Gilang.


Gilang mengambil cermin dan menyerahkan pada Alex," Lihatlah wajah kak Alex sangat tua, jelek, kurus nggak ke urus. Apa kira-kira Nita mau dengan kak Alex?" imbuh Gilang

__ADS_1


Alex menatap dirinya, memang benar apa yang dikatakan oleh Gilang dirinya sungguh berubah, berbeda dengan dirinya yang dulu yang selalu menjaga penampilannya.


Alex beranjak dari tempat tidurnya, dia menatap cermin besar di meja riasnya, "Baiklah Gilang aku akan semangat ini semua demi Nita dan anak kami," kata Alex.


Setalah selesai mengobrol dengan Alex Gilang turun ke bawah. Di ruang tamu semua keluarganya berkumpul.


"Alex bagaimana Gilang?" tanya papa


"Sebentar lagi turun pa," jawab Gilang.


"Tumben mau turun dia, biasanya nggak mau," sahut Celo.


Kini mereka bercanda bersama di ruang keluarga hingga mata mereka tertuju pada Alex yang berjalan menghampiri mereka semua.


"Pagi semua," sapa Alex


"Pagi," sahut semua.


Alex tersenyum dan duduk di samping Gilang, "Nah kan kalau gini cakep, tinggal makan yang banyak supaya gemuk kembali," kata Gilang.


Mereka semua heran kenapa dalam sekejap Alex mengikuti perkataan Gilang padahal mereka semua beberapa bulan ini tidak ada yang mampu menghadapi Alex.


Semua yang mendengar keinginan Alex lagi-lagi membolakan mata, apa yang dikatakan Gilang sehingga Alex berubah seperti ini.


"Terlihat cinta kamu sangat kuat kak pada Nita, hingga dalam hitungan menit kamu bisa mengatasi semuanya," batin Gilang dengan tersenyum.


Seusai makan, Alex berkumpul lagi dengan keluarganya, rencananya dia ingin bekerja kembali dan ini membuat Gilang lega sehingga Gilang bisa melepas perusahaan papanya yang belum di akuisisi oleh Gilang.


"Semangat kak," kata Gilang.


"Terima kasih Gilang," sahut Alex lalu memeluk adiknya tersebut.


Kini dia sadar apa yang dia lakukan hanya menyiksa dirinya dan juga orang sekitarnya, dengan dia berdiam diri Nita nggak akan ketemu, untuk itu dia ingin segera mengembalikan tubuhnya seperti dulu lalu bulan depan dia akan mencari Nita, dia berharap akan segera menemukan Nita.


Nindi dan Gilang juga memberitahukan pada keluarganya kalau Nindi hamil dan mereka sangat bahagia sekali karena akan ada dua bayi di tengah-tengah mereka tinggal Celo yang harus segera mencari jodoh.


Karena hari sudah siang Gilang dan Nindi pamit pulang, sebenarnya mereka semua ingin kalau Nindi dan Gilang menginap di rumah mereka namun Gilang beralasan kasian mamanya sendirian di rumah.


"Kak Alex sangat mencintai Nita ya mas," kata Nindi melerai keheningan diantara mereka.

__ADS_1


"Iya sayang, dalam sekejap dia langsung mau bangkit," sahut Gilang dengan tatapan yang masih ke depan.


"Bagaimana calon bayiku di dalam?" tanya Gilang yang kini menatap istrinya.


"Baik mas," jawab Nindi.


"Apa nggak sebaiknya kamu keluar dari pekerjaan kamu sayang," saran Gilang


"Nggak bisa mas, kasian kak Ratna jika aku keluar, lagian kan aku nggak ngapa-ngapain mas boring sendirian di rumah," sahut Nindi


Gilang yang paham tidak ingin memaksa istrinya, selama itu tidak menganggu kehamilannya saja.


***********


Beberapa hari kemudian Gilang harus mengurusi pembangunan Cabang baru yang berada di luar negeri.


Untuk itu dia meminta Nindi untuk ikut dengannya namun Nindi menolak selain kandungannya masih rentan saat naik pesawat, Nindi juga harus bekerja dan itu membuat Gilang kecewa.


"Aku lama Lo sayang," kata Gilang


"Nggak papa mas, kan di rumah ada mama. Kamu kan seorang bos pasti sering melakukan perjalanan kemana-mana, apa ya aku selalu harus ikut mas," sahut Nindi mencoba menjelaskan pada Gilang.


"Ya sudah, secepatnya aku selesaikan ya sayang, habis itu aku akan segera pulang," timpal Gilang.


Rencananya Gilang akan berangkat lusa, oleh sebab itu dia ingin menghabiskan waktu dengan istrinya sebelum dia pergi ke luar negeri.


Alex yang mendapatkan clue dari Gilang mencoba mengorek informasi terkait Kota orang tua Nita dan kini dia sudah mengantongi Informasi.


Rencananya Alex akan mulai mencari Nita besok pagi, meski belum tau informasi lebih tapi Alex tidak menyerah dia ingin segera menemukan Nita.


Beberapa bulan terakhir ini dia telah menderita karena jauh dari Nita.


Di sisi lain Nita dengan disibukkan dengan ramainya pengunjung di kafe nya.


Meski hamil tua Nita tetap semangat berkerja, dia ingin menjadi wanita sukses supaya bisa memberikan kehidupan yang layak untuk Rio anaknya.


"Nita," terdengar seseorang yang memanggil Nita


Nita yang sedang berbicara dengan pegawainya pun menoleh dan betapa kagetnya dia.

__ADS_1


__ADS_2