Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Nikah


__ADS_3

"Kak Celo," panggil Nindi


"Pagi-pagi sudah melamun," kata Celo lalu dia ikut duduk meski belum mendapatkan ijin dari Nindi.


"Iya, Kak Celo ngapain di sini?" tanya Nindi


"Tadi aku ketemu Klien di bawah, lalu masuk karena ada yang dibeli," jawab Celo, "Oh ya Nin, aku turut berduka cita atas meninggalnya anak kamu ya, maaf aku baru dapat kabar dari mama jadi kemaren nggak menjenguk," imbuh Celo.


"Nggak apa-apa kok kak Celo.


Pertemuan dengan Celo pagi ini cukup menghibur Nindi, dia membuat Nindi tertawa dan melupakan sejenak masalahnya dengan Gilang.


Karena sudah siang Celo pamit begitu pula dengan Nindi.


Tak berselang lama, Nindi sampai di rumah, dia langsung saja masuk ke kamarnya.


Seperti Mak mak pada umumnya, Nindi merebahkan dirinya di tempat tidur sambil menonton TV kerena mengantuk sekarang gantian dirinya yang ditonton TV. Nindi tidur dengan nyenyak hingga Gilang pulang dia masih tidur.


Gilang membiarkan Nindi tidur, setelah dia membersihkan diri Gilang pergi ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya, dua jam kemudian Gilang kembali lagi ke kamar, saat masuk dia melihat Nindi memainkan ponselnya sambil senyum-senyum sendiri, Nindi yang sangat kesal dan kecewa dengan sikap Gilang memang sengaja mendiamkan Gilang.


Sesuai selesai dengan ponselnya Nindi turun ke bawah untuk makan setelah itu dia jalan-jalan di taman depan rumahnya untuk melepas penat.

__ADS_1


"Hmmm wangi sekali bunga sedap malam ini," Gumam Nindi.


Tiba-tiba dia teringat akan almarhum ayahnya, dia menangis jika ingat kenangan akan ayahnya.


Nindi menatap langit dan bintang-bintang yang berkilau,


"Halo ayah, bagaimana di sana?" gumam Nindi dengan menangis.


Mengingat sikap Gilang padanya membuat Nindi semakin terisak.


"Ayah, dulu ayah kenal mas Gilang dimana dan seberapa ayah percaya padanya sehingga meminta dia untuk menikah dengan Nindi yang tidak pernah dia cintai," Nindi bermonolog dengan dirinya sendiri.


Keesokan harinya Nindi bangun terlebih dahulu lalu dia membantu art untuk memasak.


Seusai masak Nindi pergi ke belakang, kebetulan art keluarga Gilang memanfaatkan tanah di belakang untuk berkebun sehingga Nindi kali ini ingin menyibukkan diri dengan ikut berkebun.


Mama yang melihat anak dan mantunya yang saling diam hanya bisa berdoa dan berharap semoga hubungan keduanya bisa baik kembali.


Jam 8 Gilang baru bangun, karena kesiangan Gilang segera mandi dan memakai baju kerjanya.


Setalah siap Gilang turun dan sarapan.

__ADS_1


"Kalian masih saling diam?" tanya Mama


"Iya ma, Gilang masih kecewa sama Nindi," jawab Gilang


"Sampai kapan?" tanya mama lagi


"Sampai rasa kecewa Gilang hilang ma," jawab Gilang.


Mama nampak sedih, kenapa jadi seperti ini. Seusai sarapan Gilang berangkat tanpa pamitan pada Nindi.


*********


Di sisi lain, Nita dan Alex akan melangsungkan pernikahannya hari ini, Nita memakai kebaya tanpa dibantu make up MUA.


Keluarga Alex juga nggak datang karena memang Alex hanya nikah di KUA saja.


Setalah resmi menjadi sepasang suami istri mereka pulang, namun untuk Malam pertama mereka hadir menunggu sampai masa nifas berakhir karena Nita masih mengeluarkan darah yang lumayan deras


"Malam pertamanya kita lakukan setelah kita pulang ya sayang," kata Alex


"Iya mas Alex sayang," sahut Nita yang gemas dengan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2