
Mata Gilang berbinar saat melihat makanan yang tersaji di meja, ingin rasanya dia memakan habis makanan di depannya.
Melihat Gilang Nita mengerutkan alisnya, dia heran apa memang begini reaksi orang yang minum obat perang sang?
"Nit, kamu kenapa malah bengong, ayo makan," ajak Gilang
Nita nampak berfikir apa dia salah memasukkan obat atau gimana?
apa begini tubuh Gilang saat bereaksi saat obat perangsang masuk ke tubuhnya.
Nita tidak berselera makan, otaknya masih traveling memikirkan reaksi Gilang setelah minum kopinya.
"Kamu nggak makan??" tanya Gilang yang membuyarkan lamunan Nita.
"Saya masih kenyang pak," jawab Nita
"Ya sudah, tak makan ya," sahut Gilang lalu memindahkan makanan Nita ke depannya.
Gilang melahap habis makanan Nita hingga membuat Nita melongo, seharusnya yang dimakan habis itu dirinya bukan makanan yang tersaji di piring.
Nita menggunakan tangannya untuk menumpu kepalanya yang pusing.
Tak selang berapa lama klien Gilang datang, Gilang memesan makanan lagi, dan dia ikut makan lagi.
"Astaga pak Gilang ini karet apa perut, daritadi makan ga kenyang-kenyang," batin Nita
Seusai makan, mereka membicarakan tentang kerja sama yang akan mereka kerjakan.
Tak terasa sudah dua jam berlalu dan kini make a deal telah dibuat.
"Deal," kata Gilang dengan menjabat tangan kliennya
"Deal, semoga kerja sama ini memberikan keuntungan," ucap kliennya.
Karena meeting sudah selesai, mereka pamit undur diri.
Kini tinggal Nita dan juga Gilang, Makanan di meja masih ada dan Gilang memakannya lagi.
"Pak Gilang anda baik-baik saja?" tanya Nita
"Iya baik, aku merasa ada yang aneh dengan diriku, entah mengapa aku selalu ingin makan, naf su makan sungguh meroket," jawab Gilang.
Nita pun berfikir keras, dia yakin sekarang kalau dia memasukkan obat milik anaknya ke dalam kopi Gilang.
"Aduh, bodoh! kamu bodoh banget sih Nit," batin Nita merutuki dirinya sendiri.
Setelah selesai mereka kembali ke kantor, Gilang yang sudah tidak ada urusan pamit pulang karena dia khawatir dengan Nindi.
Setibanya di rumah Gilang langsung masuk kamar dia mendapati Nindi yang berbaring di tempat tidur.
__ADS_1
Gilang mendekat dan duduk di samping Nindi.
"Masih sakit?" tanya Gilang
"Nggak kok mas, cuma aku malas bangun saja," jawab Nindi dengan terkekeh.
"Kamu kok sudah pulang?" tanya Nindi lagi kemudian.
"Aku khawatir dengan kamu sayang, jadi aku pulang cepat lagipula sudah tidak ada kerjaan," jawab Gilang
Gilang ikut berbaring di samping Nindi, dia memeluk istrinya tersebut erat sehingga Nindi protes karena dia tidak bisa bernafas gara-gara pelukan dari Gilang.
"Mas Gilang, aku seperti ular piton saja erat sekali memeluknya," protesnya
"Saking kangennya sayang, sedetik nggak ketemu serasa seabad yang membuat jiwaku merana olehnya," sahut Gilang
Nindi tertawa mendengar gombalan maut suaminya, menurutnya lucu kalau Gilang sedang bergombal ria.
"Kamu seperti Arya Dwipangga sayang," ucap Nindi
"Siapa itu Arya Dwipangga?" tanya Gilang
"Penyair fiksi yang pernah aku baca di internet, tapi dia itu jahat," jawab Nindi dengan terkekeh.
Gilang yang gemas dengan istrinya langsung saja menggelitik perut Nindi dan ciuman tidak terelakkan, tak hanya ciuman mereka juga melakukan gulat panas mereka.
Nindi pun tidur lagi begitu pula dengan Gilang, setelah dia kekenyangan dan bergulat dengan Nindi membuatnya lemah dan terkapar dengan memeluk istrinya.
Di sisi lain Nita mengamuk tak jelas setelah pulang dari kantor, bagaimana tidak dia sudah membayangkan sesuatu yang indah dengan Gilang dan ternyata rencananya gagal gara-gara dia salah memasukan obat ke dalam kopi Gilang.
Aaarrrrrggggggg
Teriak Nita frustasi, saat bersamaan Alex memanggil untuk mengetahui apa Nita dan Gilang sudah melakukan hal tersebut apa belum.
Dan betapa marahnya Alex saat tau Nita tidak berhasil karena dia salah memasukkan obat.
Alex yang kesal berniat ke rumah Nita untuk membicarakan rencana selanjutnya.
Anak Nita yang ingin minum jus buah datang menemui mamanya yang sedang uring-uringan.
Nita mencari art nya namun tidak ada sehingga mau nggak mau dia sendiri yang membuatkan jus untuk anaknya.
Nita memasukan obat penambah nafsu makan ke dalam jus sehingga anaknya yang tau kalau Nita memasukan obat enggan meminum jus buatan mamanya.
Sontak Nita marah dengan penolakan anaknya, sudah capek dan kesal anaknya minta dibuatin jus dan setelah jadi anaknya malah nggak mau dengan alasan karena tidak ingin meminum jus lagi.
Nita yang lapar langsung saja menengguk jus buah milik anaknya.
Tak berselang lama dia merasakan ada hal yang aneh, saat hendak ke kamar suara bel berbunyi.
__ADS_1
Nita memanggil manggil art rumahnya namun art nya tidak muncul sehingga dia sendiri yang datang membukakan pintu
Terlihat Alex berdiri di depan, melihat Alex membuat Nita tergoda padahal sebelumnya dia tidak tergoda sama sekali dengan Alex.
Alex dan Celo sebenarnya memiliki wajah yang tampan, tubuh yang berotot dan cukup tinggi banyak juga anak buah mereka yang kagum dengan mereka berdua tapi Celo dan Alex sangat dingin pada wanita, mereka juga pemarah dan sedikit kasar.
Alex langsung masuk dan duduk di sofa tanpa ijin dari Nita.
Tubuh Nita sangat panas, dia bingung kenapa tubuhnya memanas seperti ini.
"Jangan-jangan," gumam Nita dengan membulatkan matanya.
Alex yang melihat Nita memegang tengkuknya dengan sorotan mata yang berat pun bertanya-tanya.
"Kamu kenapa?" tanya Alex
"Panas pak," jawab Nita dengan menggigit bibir bawahnya mencoba menahan panas dalam tubuhnya.
Alex mengerutkan alisnya, "Panas gimana maksud kamu?" tanya Alex lagi
"Tolong saya pak," pinta Nita dengan memohon
Dia menaikan rambutnya sehingga kelihatan jenjang lehernya yang putih bersih, dia juga mulai melepas kancing bajunya bagian atas.
Nita menggeliat dengan bersandar di dinding, dengan tangan yang meraba-raba tubuhnya sendiri.
Sejatinya Alex yang seorang pria normal disuguhi dengan pemandangan wanita yang menahan hasrat yang membara tentu tergoda.
Nita yang sudah tidak bisa menahan panas tubuhnya yang terus membara mendekati Alex yang tergoda dengan Nita.
Nita langsung saja duduk di pangkuan Alex
"Pak tolong saya," bisik nya dengan menggigit kecil daun telinga Alex
Alex tersenyum miring, lumayan pikirnya dapat ikan tongkol gratis.
"Mana kamar kamu?" tanya Alex
Nita menarik tangan Alex dan menuntunnya masuk ke dalam kamar.
Setelah di kamar Nita mencium rakus bibir Alex, Alex juga membalas ciuman Nita dengan rakus pula.
Tangannya juga kemana-mana hingga membuat Nita semakin melayang.
Dengan kasar dia melepas kain yang menempel di tubuh Nita dan melemparkannya sembarang.
Alex mendorong tubuh Nita hingga terjatuh ke tempat tidur, Nita terus menggeliat seperti ulat yang kepanasan.
Melihat Nita yang seperti itu membuat Alex segera melepas pakaiannya, dia sudah tidak sabar melakukan penyatuan.
__ADS_1