Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Kecelakaan


__ADS_3

"Apa sih masalah kamu mas?" tanya Nindi


"Kamu sudah tau jadi aku nggak perlu menjelaskan," jawab Gilang.


"Aku nggak tau, sungguh aku nggak tau dengan masalah mu itu apa, kalau kamu merasa kehilangan anak sama aku juga iya, dan aku minta maaf aku bukan istri yang Perfect tapi meskipun begitu aku sudah berusaha untuk resign lo, aku mencoba menurut, cuma aku minta waktu karena harus ada pengganti aku," ungkap Nindi


"Ya karena kamu telat resignnya," sahut Gilang.


"Ok fine, Im really really sorry lalu sekarang apa mau kamu?" tanya Nindi sambil menatap Gilang dengan lekat.


Gilang yang bingung harus menjawab apa memutuskan pergi, dia membanting pintu dengan keras hingga lagi-lagi membuat Nindi tersentak kaget.


Mama yang mendengar suara gaduh memanggil Gilang, "Gilang, mama nggak suka ya dengan sikap kamu yang seperti ini, kenapa kamu nggak mau berdamai dengan dirimu sendiri dan saling support berdoa supaya segera mendapatkan momongan lagi," omel mama


"Mama nggak tau bagaimana kehilangan anak yang sangat Gilang nantikan ma, ini tentang rasa Gilang ma!" sahut Gilang


"Trus apa menurut kamu Nindi juga nggak kehilangan," timpal Mama


"Tapi dia yang membuat anak Gilang pergi, coba dia menurut nggak akan seperti ini," kata Gilang.


"Terserahlah, mama sudah mengingatkan jangan sampai Nindi pergi dan kamu baru menyesal," ucap mama lalu pergi meninggalkan Gilang yang masih kesal di ruang tamu.


"Brengsek!" teriaknya lalu dia menjatuhkan semua benda yang ada di meja hingga vas dan juga asbak kaca jadi pecah.

__ADS_1


Mama hanya bisa mengelus dada, beliau berharap semoga Gilang menyadari semuanya.


Di kamarnya Nindi menangis mengingat sikap Gilang, terbesit keinginan untuk pergi meninggalkan Gilang. Karena pengaruh obat yang dia minum Nindi memutuskan untuk tidur, dia sungguh lelah berhadapan dengan Gilang yang makin kesini sikapnya susah ditebak.


Gilang yang malas kembali ke kantor memilih menyendiri di ruang kerjanya, hatinya sungguh masih dipenuhi amarah.


***********


Matahari sudah tenggelam, perlahan Nindi membuka matanya dan melihat jam dinding dia sungguh kaget ternyata waktu menunjukkan pukul enam sore.


Nindi bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena tangannya masih sakit Nindi memutuskan untuk meminta bantuan mama mertuanya.


"Ma," panggil Nindi.


"Boleh Nindi minta tolong?" tanya Nindi


"Boleh, memangnya mau minta tolong apa?" jawab Mama lalu bertanya balik


"Nindi mau mandi ma, tapi nggak bisa melepas pakaian Nindi," jawab Nindi.


Mama menoleh ke arah Gilang, mama meminta Gilang untuk membantu Nindi namun Gilang menolak.


Mendapat penolakan Gilang membuat Nindi sakit hati, kemudian dia tidak jadi meminta bantuan mama mertuanya dia berusaha melepas baju sendiri meski tangannya masih sangat sakit.

__ADS_1


Malam ini Nindi berniat untuk pergi ke rumah Ratna, dia ingin menginap di sana, Nindi mencoba menenangkan diri daripada setiap hari dia tersiksa dengan sikap Gilang.


Setalah memindahkan baju-bajunya ke koper Nindi keluar kamar, di bawah mama yang tau kalau Nindi membawa koper pun bertanya


"Kamu mau kemana Nin?" tanya Mama


"Pergi ma, Nindi ijin pergi beberapa hari ya. Jujur Nindi sumpek ma dengan sikap mas Gilang yang semakin hari semakin nggak jelas, Nindi heran kenapa dia sampai segitunya pada Nindi," Jawab Nindi.


"Kamu yang sabar ya Nin, kalau menurut kamu ini bisa membuat kamu nggak stres mama memberi ijin tapi mama mohon kamu kembali ya, jangan tinggalkan mama," kata mama dengan menangis.


"Mama jangan menangis, Nindi kan hanya pergi beberapa hari saja ma," sahut Nindi


Taxi online yang Nindi pesan sudah datang, dia segera keluar dan pergi dari rumah Gilang, sepanjang perjalanan dia menangis memikirkan Gilang yang tidak peduli dengannya lagi.


Tiba-tiba ada sebuah mobil menabrak taxi online yang Nindi naiki hingga taxi Nindi berguling dan berhenti saat menabrak pembatas jalan.


Di rumah Mama Gilang merasa memiliki firasat yang nggak enak, dia meminta Gilang untuk menghubungi Nindi namun Gilang menolak dengan alasan Nindi pasti baik-baik saja.


Dan tak berselang lama ada sebuah telpon yang menghubungi Gilang dia mengatakan kalau Nindi menjadi salah satu korban kecelakaan beruntun di jalan raya xxxxx.


Hai kak, menurut kaka gimana nih kelanjutannya. Aku kasih saran ya kak hehe.


nanti aku pilih satu koment yang pas dan aku akan bagi pulsa sepuluh ribu.😂

__ADS_1


__ADS_2