
Saat Veri kembali Nindi sudah ada di ruang makan kembali
"Darimana?" tanya Nindi dengan curiga
Veri memucat, dia sungguh gugup melihat tatapan Nindi bak seekor singa yang ingin menerkam mangsanya.
"Itu Nin, dari belakang," jawab Veri dengan menunjuk depan.
"Aneh, dari belakang tapi tangannya nunjuk depan," sahut Nindi
Veri sungguh gugup, saat dia menghadapi puluhan mafia tidak segugup menghadapi ibu hamil satu ini.
"Sudahlah sayang, mungkin lagi ingin di depan," bujuk Gilang
Seusai makan mie ayam mereka makan jus dan puding mangga, setalah habis Nindi pamit mau tidur.
"Kamu ke kamar dulu ya, ada yang ingin aku bicarakan sama Veri," kata Gilang.
Nindi masuk kamar terlebih dahulu, sedangkan Gilang bicara empat mata dengan Veri.
"Ver kita harus waspada karena pasti besok dia ngidam lagi," kata Gilang
"Ngidam ya nggak papa bos, tapi jangan libatkan aku," sahut Veri
"Sabar Ver, gajimu aku tambah," kata Gilang
"Baiklah, aku pamit dulu," pamit Veri
"Ok, Ver makasih," sahut Gilang
Veri kini mengendarai mobil Gilang, karena waktu ke rumah Gilang dia tidak membawa mobil.
*********
Di sisi lain, Farah yang habis melayani David terkulai lemas di tempat tidur.
"Farah, aku dengar kamu dulu adalah teman ranjang Celo," kata David yang membuka obrolan diantara mereka.
"Iya, Celo dulu sangat menyukai permainanku," sahut Farah.
"Tapi setelah dia memiliki istri, kini dia sudah taubat. Sudah nggak mau jajan di luar," imbuh Farah.
"Bearti dia sangat menyayangi istrinya," timpal David
"Memang," sahut Farah yang membuat David kesal.
David tidak terima, dia ingin sekali memiliki Indira dan menepati janjinya dulu yaitu memberikan mahligai pernikahan untuk Indira.
Karena sudah larut, David dan Farah memejamkan mata mereka dan berlayar menuju alam mimpi masing-masing.
__ADS_1
Keesokannya David meminta asistennya untuk menyelidiki kehidupan Indira dan Celo. Bagaimana mereka menikah dan bagaimana kehidupan mereka saat ini.
Di sisi lain Celo dan Indira yang semalam tidak bertemu mama dan papanya pun belum bisa menjelaskan pasal pernikahan mereka.
"Jadi jelaskan sekarang," titah mama Celo
Pak Admadja lebih cenderung diam mengingat Celo bukanlah anak kandungnya, dia tidak ingin Celo merasa kecewa padanya karena ikut campur terlalu jauh perihal pasangannya.
"Begini ma, Celo dan Indira sudah menikah," kata Celo dengan was-was sambil menatap mamanya.
"Kapan kalian menikah, kenapa kamu tidak memberi tahu mama dan papa, memangnya kamu anggap apa kami," omel mama
"Maaf ma, la menikahnya juga dadakan ma," kata Celo
"Dadakan gimana maksud kamu Celo?" tanya mama
"Celo dan Indira kena grebek ma," jawab Celo
Mama memegangi kepalanya, heran sekali dengan anak-anaknya, dulu Alex yang drama memilukan dengan Nita sekarang Celo yang menikah dadakan dengan Indira bahkan Gilang juga sama yang menikah diam-diam dan menyembunyikan istrinya.
"Kenapa kalian bertiga ini sama. Nggak Alex, nggak kamu dan nggak Gilang sama semua," ujar mama
"Lalu apa mama dan papa merestui kami?" tanya Celo
"Kalian sudah menikah selama enam bulan dan hidup bersama, mama juga lihat kalian saling cinta. Meskipun mama kecewa namun mau nggak mau mama harus merestui kalian," jawab mama
"Makasih ma dan pa," ucap Celo
"Duduk, ada yang ingin mama tanyakan lagi," titah mama
"Ada apa lagi ma?" tanya Celo
"Kalian bagaimana bisa digrebek?" tanya Mama balik
Celo akhirnya menjelaskan perihal bagaimana dia digrebek waktu itu, mama dan papa manggut-manggut me dengar penjelasan Celo.
"Kapokmu kapan, lagian udah malam ngapain malah menyendiri di tempat seperti itu, mau cari wangsit? tapi udah dapat tuh si Indira," kata Mama dengan tertawa.
Di luar dugaan Celo dan Indira, mereka kira mama akan marah tapi ini malah sebaliknya mama seolah terhibur dengan cerita Celo.
"Aku salah kira," bisik Celo.
Seusai berbincang-bincang Celo pamit pergi ke kantor, dia kini bisa meninggalkan Indira di rumah dengan tenang. Setelah keberangkatan Celo dan papanya, mama mengajak Indira untuk berbincang dan mama ingin membahas kapan nikah resmi mereka.
Mama dan Indira mengobrol hingga lupa waktu, dan kini waktu menunjukkan pukul sebelas siang.
Indira yang bingung mau ngapain memutuskan untuk mengantar makan siang untuk Celo.
Setibanya di ruangan Celo, nampak ada David, Alex serta pak Admadja di sana.
__ADS_1
"Mohon maaf, saya ingin mengantar kotak makan untuk mas Celo," kata Indira
"Celo memintanya untuk menunggu di loby, karena Celo ingin makan siang berdua dengan istrinya.
Pak Admadja sungguh senang sekali karena David mau berkerja sama dengan perusahaannya, karena kalau David bekerja sama sudah dipastikan perusahaan akan sangat diuntungkan.
David yang tau kalau Indira menunggu di loby segera keluar, dia pamit kalau ada urusan yang sangat penting.
Mengingat perusahan ini adalah hak Gilang, jadi pak Admadja meminta Alex dan Celo memberikan Deviden untuk Gilang.
"Pasti pa kalau itu," kata Alex
"Kami setiap bulan juga sudah mentransfer Gilang sesuai pembagian," imbuh Celo
Celo yang tidak enak pada Indira pamit keluar untuk makan siang bersama. Pak Admadja serta Alex kini pergi ke ruangan Alex.
**********
Setibanya di Loby, David melihat indira dengan tatapan yang berbeda.
"Indira bisa kita bicara?" tanya David
"Mau bicara apa? aku ini wanita bersuami," jawab indira dengan ketus.
"Jangan ketus begitu," goda David
"Katakan saja apa yang ingin kamu bicarakan, setelah itu silahkan pergi," ucap Indira dengan kesal.
"Karena kamu aku mau berkerja sama dengan perusahaan ini, kalau kamu bersikap seperti ini aku akan tarik semua yang sudah aku tanam," Ancam David.
Indira sangat kesal dengan David.
"Aku hanya ingin berteman dengan kamu, nggak lebih kok," kata David dengan lembut.
"Maafkan aku, aku telah menyesal, seharusnya kini yang selalu di dekat kamu itu aku bukan Celo," imbuh David.
"Sudahlah nggak usah membuka luka lama yang sudah sembuh, bearti kamu itu bukan jodoh aku," sahut Indira.
David mengajak Indira untuk mengobrol di luar karena nggak enak dilihat pegawai Celo.
Tak berselang lama Celo sampai di loby, namun dia tidak menemukan Indira, "Apa dia pulang ya." Celo bermonolog dengan dirinya sendiri, tapi saat hendak kembali sekilas Celo melihat bayangan Indira dari kaca.
Lalu Celo berbalik dan keluar, saat memutar bola matanya Celo melihat David dan Indira saling tertawa.
"Apa kalian saling kenal sebelumnya." Celo melemparkan pertanyaan yang tidak ada yang bisa menjawabnya.
Dengan sedikit cemburu Celo menghampiri Indira dan David.
"Apa yang kalian lakukan di sini?"
__ADS_1