
"Sungguh melelahkan, daritadi baru sempat mandi, apakah ini yang Nita lakukan sendirian, belum lagi mengurusi aku dan lain-lain. Maafkan aku sayang karena ucapan aku kemarin menyakiti kamu," kata Alex dengan menyesal.
Di sisi lain urusan Nita sangat melelahkan, banyak kompensasi yang harus dia bayar. Mulai pegawai yang mengalami luka bakar hingga pera pengunjung yang juga mengalami luka-luka.
Ternyata masalah Nita tidak sesimpel yang Nita bayangkan, ledakan yang terjadi membuat Chef kafenya mengalami luka bakar serius, kalau para pegawai yang lain hanya mengalami luka ringan. ledakkan itu juga membuat restoran Nita rusak parah untung ledakan terjadi saat awal buka jadi nggak banyak customer yang datang.
Hanya segelintir customer saja yang mengalami luka-luka runtuhan akibat efek ledakan.
Pihak kepolisian juga sudah memeriksa kafe Nita dan murni ledakan terjadi karena tabung gas yang terjadi di dapur cadangan. Untung hanya ada satu tabung gas kecil.
"Kalau begini aku nggak bisa pulang hari ini," gumam Nita
Nita pun menghubungi Alex, karena masalahnya tidak sesimpel yang dia bayangkan.
Alex yang mendapat kabar kalau Nita nggak bisa pulang hanya bisa duduk lemas, baru setengah hari saja dia sungguh lelah dan menyerah apalagi harus menunggu sampai besok.
"Kapok aku sayang, pulanglah please!" kata Alex mengirimkan Voice note pada Nita
"Maaf mas, aku belum bisa. Kamu sabar ya. itung-itung itu hukuman kamu karena menyakiti aku kemarin," balas Nita.
"Sh*it" umpat Alex.
Sore hari sudah datang, Dania menangis saat dia bangun tidur, Rio yang tau adiknya menangis mencari papanya di ruang kerja. Kebetulan Alex lagi meeting online dengan kliennya.
"Pa, adik menangis," kata Rio
"Panggil mama," sahut Alex lupa kalau Nita tidak berada di rumah.
"Mama kan kerja pa," timpal Rio.
Alex langsung saja meninggalkan meeting, dia segera ke kamar Dania.
__ADS_1
Alex mencoba menenangkan anaknya.
"Rio bilang ma art suruh buatkan susu," kata Alex
Rio segera menjalankan perintah papanya, dan tak berselang lama dia kembali dengan sebotol susu formula untuk adiknya.
Alex segera kembali ke ruang kerjanya, dia kembali meeting dengan membawa Dania.
"Maaf pak, saya bawa anak saya," kata Alex meminta maaf pada kliennya.
"Nggak apa-apa pak, salut dengan pak Alex yang tak hanya pebisnis hebat tapi juga ayah dan suami yang hebat pula," puji kliennya.
Dania yang kenyang jadi tenang, dia tidak rewel seolah tau kalau papanya sedang bekerja, bahkan dia ikut mengoceh seolah dia ini adalah asisten Alex. Dengan sikap Dania yang menggemaskan klien Alex malah gemas dengan Dania, mereka malah bermain-main dengan Dania lewat laptop Alex, meski hanya lewat gambar dan suara Dania cukup tau bahkan saat mereka fokus dengan Alex, Dania menangis karena dia diabaikan.
Hingga meeting online jadi meeting mengasuh Dania, sehingga Alex jadi nggak enak dengan kliennya.
"Astaga sayang, kamu itu menggemaskan sekali," kata Alex lalu menenggelamkan wajahnya ke perut Dania, kumis dan bulu-bulu wajah Alex membuat Dania kegelian sehingga Dania tertawa.
"Inilah alasan mama kamu bahagia meski dia lelah dan letih. Mungkin tak hanya mama kamu sayang, tapi mama di seluruh Dunia," kata Alex lalu menciumi anaknya.
Kini saatnya Dania mandi, sesudahnya Alex membawa Dania jalan-jalan ke taman rumahnya, dengan baju Alex yang agak basah karena memandikan Dania tadi.
"Kamu tau, setiap sore mama kamu juga melakukan hal ini, dengan baju yang agak basah dengan peluh yang menetes. Kalian menunggu hingga papa pulang, terkadang papa kesal karena mama meminta papa untuk menjaga kamu, dan kini papa rasakan sendiri, dan betapa egoisnya papa saat itu, papa malah mengumpat," kata Alex dengan menatap bocah kecilnya.
Seolah tau Dania jadi mewek,
"Cup cup ya sayang, kangen ya sama mama. Papa juga sayang, kangen banget malah," kata Alex lalu mengayun putrinya.
Matahari sudah terbenam dan Alex membawa Dania masuk, saat hendak masuk kamar, Rio datang menghampiri papanya, dia ingin meminta bantuan papanya untuk membantunya mengerjakan PR.
"Bentar ya Rio, adik masih belum tidur," kata Alex
__ADS_1
"Iya pa," sahut Rio mengerti.
**************
Waktu sudah menunjukan pukul delapan malam, namun Dania masih belum tidur. Alex yang lelah ingin sekali memejamkan matanya, seharian ini dia hampir tidak istirahat.
Biasanya kalau di kantor dia bisa istirahat ini sama sekali nggak bahkan punggungnya sangat kaku.
Luar biasa pengorbanan seorang istri dan seorang ibu. Alex tidak bisa membayangkan bagaimana yang kehidupannya di bawah rata-rata, yang tidak memiliki art ataupun Baby sitter apalagi yang single parent, tak hanya mengurusi anak, dia juga harus bekerja dan juga mengurusi rumah.
Alex memberi Dania susu formulanya setelah susunya habis dia mengayunkan Dania hingga dia tertidur dan Alex menidurkan Dania di ranjangnya.
"Kalau lihat tidur gini pengen tak bangunkan kalau sudah bangun pengen tak tidurkan," kata Alex dengan tertawa sendiri.
Alex segera merebahkan dirinya di tempat tidur, dan dia baru ingat kalau Rio tadi menunggunya.
Alex segera bergegas ke kamar Rio, dia melihat anaknya belajar sendiri.
"Rio belum tidur?" tanya Alex
"Belum pa, Rio masih belum menyelesaikan PR Rio," jawab Rio dengan mendongakkan kepalanya.
Alex mendekati anaknya dan mulai membantu mengerjakan PR nya, berkat bimbingan dari Alex Rio bisa menyelesaikan PR nya dengan cepat.
"Makasih ya pa, maaf merepotkan papa," kata Rio lalu memeluk papa tirinya tersebut.
"Masama, sekarang pergilah tidur. Sudah malam," kata Alex
Rio segera pergi ke tempat tidur, Setelah Rio memejamkan mata, Alex kembali ke kamarnya. Dia pun ingin tidur karena badannya amat sangat letih.
Saat hendak tidur tiba-tiba Dania menangis
__ADS_1
"Oh my God," katanya dengan mengusap rambutnya dengan kasar
"Papa lelah sayang, ingin istirahat," imbuh Alex dengan menggendong bayi cantiknya.