Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Celo semakin frustasi


__ADS_3

Alex sungguh mencemaskan Celo yang belum pulang, dia mondar mandir di teras rumahnya dengan berkali-kali melihat jam tangan miliknya.


Tak berselang lama mobil Celo masuk halaman rumah mereka.


Kali ini Celo terlihat fresh karena tadi telah mendapatkan pelepasannya.


"Kamu dari mana sih Celo?" tanya Alex dengan ketus


"Aku dari bar club kak," jawab Celo. "Memangnya ada apa?" tanya Celo


"Gak ada apa-apa, ya sudah ayo kita tidur," sahut Alex yang membuat Celo membolakan matanya, bagaimana bisa Alex mengajak tidur bersama.


"Kak aku masih normal, aku bukan Nita," ucap Celo yang sudah merinding mendengar ajakan dari Alex


"Brengsek kamu Celo," umpat Alex


"Hehe bukan begitu kak la habisnya kak Alex tiba-tiba ngajak tidur bersama," sahut Celo


"Tiba-tiba aku takut tidur sendiri, kamu temenin ya," pinta Alex dengan puppy eyesnya


Celo membolakan matanya, seumur-umur baru kali ini Alex takut tidur sendiri. Biasanya Alex adalah manusia pemberani bagaimana mungkin sekarang menjadi orang Cemen yang takut tidur sendiri.


"Astaga Nita, dia lebay banget apa jangan-jangan anak kalian nanti seorang wanita," gumam Celo dengan lirih.

__ADS_1


Alex segera menggandeng Celo menuju kamarnya dia sungguh sangat mengantuk. Berbeda dengan sebelumnya kini Alex mudah lelah, dia juga takut dengan hal-hal yang berbau mistis selain itu dia juga takut dengan hewan-hewan yang menjijikan seperti kecoa, ular, ulat dan lain-lain padahal sebelumnya dia tidak takut sama sekali dengan hewan seperti itu.


Tengah malam, Celo harus terbangun karena Alex mengigau memanggil nama Nita, bahkan dia menangis dalam tidur karena sangat merindukan Nita.


"Kak Alex," panggil Celo dengan membangunkan Alex


Perlahan Alex membuka matanya, dia langsung saja memeluk Celo yang berada disampingnya.


"Celo aku sangat merindukan Nita, Please bawa dia kesini," pinta Alex dengan mata basahnya.


Celo nampak terdiam, dia bingung harus bagaimana. Keberadaan Nita saja dia masih belum tau, sampai sekarang Nita masih belum ditemukan dan itu membuat Alex dan Celo bingung.


"Besok aku akan menyuruh anak buah kita untuk mencari Nita lagi kak," kata Celo mencoba menenangkan Alex.


Seperti biasa Alex mengeluarkan semua makanan yang dia makan semalam, kali ini lebih mual daripada kemarin sehingga dia sangat tersiksa.


"Oh God," gumamnya yang sudah sangat pasrah dengan keadaannya.


Sungguh Alex berubah seperti seorang harimau yang kehilangan taring dan cakarnya. Benar-benar tidak berkutik.


Kehamilan simpatik ini sangat-sangat menyiksa dirinya.


Celo yang melihat kakaknya terduduk lemas di lantai sungguh tak tega, dia berfikir apa ini sebuah hukuman karena sudah jahat selama ini, sehingga rencana licik mereka kembali lagi ke diri mereka sendiri.

__ADS_1


Nita harus hamil di luar nikah dan Alex harus mengalami kehamilan simpatik dan sangat tersiksa seperti ini serta dirinya yang tak tega melihat keadaan kakaknya yang sangat memperihatinkan selain itu dia juga bingung dimana harus mencari Nita.


"Bagaimana keadaan kak Alex?" tanya Celo


"Buruk Celo, aku sungguh tak tahan dengan mual-mual setiap hari, aku menyerah," jawabnya dengan mata yang basah.


Celo lalu membawa kakaknya ke tempat tidur, dia melarang Alex untuk masuk kantor biar urusan kantor dia yang handle.


"Kamu lapar kak?" tanya Celo lagi


"Iya," jawab Alex


"Mau makan apa?" tanya Celo


"Celo aku hanya mau makan masakan dari Chef yang terkenal itu yang berinisial FQ," jawab Alex


Celo lagi-lagi membolakan matanya, bagaimana bisa membawa Chef itu ke rumahnya, entah kini dia berada di rumah atau di luar negeri Celo juga nggak atau.


"Kak sumpah jangan buat aku menangis dengan ngidam kamu kak," kata Celo dengan memewekkan diri.


"Tapi aku menginginkannya Celo," sahut Alex dengan frustasi.


Tubuhnya sangat lemah, sedangkan otaknya membayangkan makanan yang dibuat oleh Chef terkenal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2